Revolusi Amerika (1775-1783)

Revolusi Amerika (1775-1783)

Revolusi Amerika merupakan suatu perubahan Amerika Serikat yang sebelumnya merupakan negara koloni Britania Raya selanjutnya melepaskan diri dan mendirikan negara yang merdeka. Dalam Revolusi Amerika tidak hanya Amerika dan Britania Raya saja yang terlibat melainkan juga Prancis, Belanda dan Spanyol. Perang revolusi tersebut kemudian dimenangkan oleh Amerika Serikat yang kemudian muncul sebagai salah satu negara adidaya di dunia.

Sejarah Singkat Ditemukannya Benua Amerika
Sejarah mencatat benua Amerika ditemukan oleh Cristopher Colombus pada tahun 1492 yang mengira bahwa tanah yang ia pijak saat itu adalah India. Setelahnya, pada abad ke 16 seorang navigator Amerigo Vespucci dari Florence, Italia, datang ke Amerika. Kedatangan Vespucci menyadarkan orang – orang Eropa bahwa tanah yang ditemukan Cristopher Colombus merupakan tanah baru yang belum pernah ditemukan oleh orang Eropa. Pada tahun berikutnya setelah kedatangan Colombus dan Vespucci dimulailah migrasi orang – orang Eropa ke Amerika Utara, sedangkan Portugis dan Spanyol ke Amerika Selatan.

Pembentukan Koloni di Amerika Utara
Kedatangan orang – orang Eropa ke Amerika sebagian besar dilatarbelakangi harapan mereka menjalankan agama mereka (Protestan) secara bebas tanpa tekanan dari penguasa Eropa yang umumnya merupakan penganut Katholik. Di benua baru tersebut kaum koloni (sebutan bagi orang Eropa yang mendirikan wilayah di Amerika) melaksanakan norma – norma Protestan secara ketat sehingga disebut juga kaum puritan. Setelah jumlah pendatang semakin banyak, mereka kemudian mendirikan koloni – koloni baru terlepas dari campur tangan pemerintah Inggris.

Koloni – koloni yang berdiri bercirikan otonom atau bebas dari negeri induk. Beberapa koloni diantaranya koloni Virginia, Meryland, Pennsylvania, New England, New York dan sebagainya. Hingga menjelang Revolusi Amerika tahun 1776, telah terbentuk setidaknya 13 koloni di Amerika Utara yang nantinya akan menjadi perintis revolusi dan membentuk negara Amerika Serikat.

Latar Belakang Revolusi Amerika Serikat
Ada beberapa penyebab munculnya Revolusi Amerika, diantaranya :

1. Perang Tujuh Tahun 1756-1763
Persaingan memperebutkan wilayah baru di Amerika menyebabkan munculnya konflik diantara Inggris dan Perancis. Wilayah jajahan atau koloni Inggris tersebar di Amerika Utara dan di sepanjang pantai Amerika Timur. Sedangkan wilayah pantai selatan, sepanjang Sungai Mississippi (Louisiana) hingga Kanada merupakan daerah jajahan Perancis. Pergerakan Inggris yang terus memperluas tanah jajahannya ke arah barat menyebabkan dilanggarnya batas jajahan Prancis oleh Inggris.

Hal tersebut memicu ketegangan antara Inggris dan Prancis yang mengarah pada peperangan. Terjadi tembak menembak diantara keduanya yaitu pasukan Prancis dan koloni Inggis (warga Amerika) di dekat benteng Duquene (Pittsbrugh) yang merupakan wilayah Prancis. Pada peperangan tersebut, Prancis kalah pada tahun 1763 dan dibuatlah perjanjian perdamaian Paris yang berisi :
  • Wilayah Kanada dan Lousiana di timur Mississipi menjadi milik Inggris.
  • Setelah penandatanganan perjanjian tersebut berdampak pada semakin kuatnya dominasi Inggris di kawasan Amerika Utara dan selain Asia Selatan.

2. Pemberlakuan Pajak terhadap Rakyat Koloni Amerika oleh Inggris
Layaknya sebuah wilayah koloni, Amerika sebagai negara bawahan Inggris mendapat sejumlah pemberlakuan pajak yang nantinya uang hasil pajak tersebut diserahkan kepada Inggris, diantaranya :
  • Sugar Act (undang – undang gula, 1764) pajak terhadap import gula kaum koloni Amerika
  • Stamp Act (undang – undang materai, 1765) pemberlakuan pajak materai terhadap segala dokumen yang dikeluarkan Amerika
  • Townsend Act (undang – undang tawnsend) yaitu pemberlakuan pajak terhadap timah, cat, gelas dan kertas.
  • Tea Act (undang – undang teh, 1773) yaitu aturan monopoli teh yang berisi pengharusan kaum koloni membeli teh hanya kepada EIC (Kongsi dagang Inggris)

3. Adanya Paham Kebebasan dalam Berpolitik
Koloni Amerika berasal bukan dari Inggris, melainkan dari pelarian orang – orang Inggris yang menginginkan kebebasan setelah mendapat tekanan dari Inggris dalam hal agama, sosial, ekonomi dan politik. Kaum koloni menyatakan bahwa mereka merupakan manusia yang merdeka yang membangun koloni di tempat baru. Paham kebebasan tersebut bertentangan dengan Inggris yang menganggap bahwa koloni Amerika merupakan bawahan dari Inggris. Hal tersebut didasarkan pada Perjanjian Paris 1763.

4. Adanya Paham Kebebasan dalam Perdagangan
Kaum koloni menganut paham kebebasan dalam perdagangan. Hal tersebut bertentangan dengan paham pemerintah Inggris yang mengaggap memiliki kuasa atas koloni Amerika. Oleh sebab itu, Inggris kemudian memerintahkan agar hasil bumi dari koloni Amerika dijual kepada negara Induk yaitu Inggris. Disisi lain, koloni Amerika diwajibkan membeli hasil industri dari negara induk. Kaum koloni menolak adanya monopoli dan menghendaki adanya kebebasan dalam hal perdagangan.

5. Peristiwa The Boston Tea Party (1773)
Boston Tea Party merupakan peristiwa dimana dilakukan pecahnya perang terhadap Inggris dari koloni Amerika. Peristiwa The Boston Tea Party merupakan awal meletusnya Revolusi Amerika. Pada saat itu, pemerintah Inggris memasukkan teh ke pelabuhan Boston, Amerika. Pada malam hari, muatan teh tersebut dibuang ke laut oleh orang Amerika yang menyamar sebagai orang Indian suku Mohawk. Hal ini kemudian menimbulkan kemarahan pemerintah Inggris yang pada saat itu dipimpin oleh Raja George III menuntut pertanggungjawaban kepada Amerika. Namun penduduk koloni tidak ada yang mau bertanggung jawab sehingga menimbulkan pertempuran yang selanjutnya terjadi Revolusi Amerika.

Revolusi dan Perang Kemerdekaan Amerika
Reaksi Pemberlakuan Pajak
Penolakan koloni Amerika terhadap Inggris semakin bersifat radikal. Kelompok paling keras melakukan propaganda penolakan pajak yaitu kelompok Sons of Liberty yang dipimpin oleh Samuel Adam. Tindakan kelompok tersebut yang paling terkenal adalah pemboikotan terhadap teh – teh Inggris dengan melakukan pembuangan terhadap muatan teh yang diangkut kapal ketika sedang merapat ke pelabuhan Boston. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 16 Desember 1773 tersebut kemudian dinamakan The Boston Tea Party yang menjadi pemicu Revolusi Amerika.

Kongres Masyarakat Koloni Amerika
Peristiwa pembuangan teh di pelabuhan Boston mendorong Raja George III dari Inggris mengambil tindakan tegas. Inggris mengirimkan pasukan ke Amerika guna memaksa mereka membayar pajak dan menghentikan pemberontakan. Dalam upayanya, pasukan Inggris terlibat bentrok dengan koloni Amerika di Desa Lexington dan Concord Raid (tetapi ketika meletus perang pertama, koloni Amerika belum terpikirkan mendirikan suatu negara).

Sebagai raksi dari pertempuran pertama, maka pada bulan Oktober 1774 diadakan pertemuan bersama 13 koloni di Philadelphia. Pertemuan tersebut selanjutnya dikenal dengan nama Kongres I yang menghasilkan pernyataan sikap yaitu :
  • Menghentikan segala hubungan dagang dengan Inggris sampai dihapuskannya pajak – pajak yang menindas kaum koloni Amerika
  • Menyerukan segenap kaum koloni mempersiapkan diri menyongsong perang

Pada kongres pertama, kaum koloni belum membicarakan perihal kemerdekaan Amerika dan belum memiliki kejelasan sikap tentang motivasi apa yang melatarbelakangi mereka melakukan perlawanan kepada Inggris. Maka pada tahun 1775 diadakan Kongres II bersama 13 koloni yang kemudian mendapatkan pernyataan sikap tidak mengakui wewenang parlemen Inggris atas kaum koloni Amerika. Pada kongres tersebut kaum koloni belum membicarakan mengenai kemerdekaan. Mereka melakukan pertempuran atas dasar perlakuan penindasan Inggris oleh aturan – aturan yang diberlakukan. Akan tetapi hal tersebut berubah setelah tahun 1776 orang Amerika membaca buku Thomas Paine, Common Sense.

Pada bulan Juli 1776 diadakan Kongres III dengan putusan sebagai berikut
  • Pendeklarasian kemerdekaan (Declaration of Independence) pada tanggal 4 Juli 1776 yang sekaligus menandai berdirinya Amerika Serikat
  • Deklarasi yang disusun oleh Thomas Jefferson, Benjamin Franklin dan John Adams tersebut kemudian dibacakan dihadapan rakyat koloni di lapangan State House.

Pendeklarasian kemerdekaan Amerika kemudian mengundang raksi hebat dari Inggris. Selanjutnya terjadilah perang kemerdekaan Amerika. Dalam perang kemerdekaan, Amerika dibantu oleh Prancis dibawah Jenderal Lafayette. Selain Prancis, Spanyol juga ikut membantu Amerika. Pada tahun 1783 setelah melalui pertempuran Yorktown pasukan Amerika Serikat dibawah pimpinan George Washington berhasil mengalahkan Jenderal Cornwallis yang memimpin seluruh tentara Inggris di Amerika beserta 7000 pasukannya pada tanggal 19 Oktober 1781. Pada akhirnya tanggal 3 September 1783 ditandatangani Perjanjian Paris yang berisi bahwa Inggris mengakui kemerdekaan Amerika Serikat tetapi kanada tetap berada dibawah kekuasaan Inggris.

Penyusunan Pemerintahan
  1. Declaration of Independence 1776 merupakan dokumen pertama sebagai sumber pemerintah Amerika Serikat mengenai pengauan hak asasi manusia menyangkut 
    • Hak hidup 
    • Hak kemerdekaan 
    • Hak kebebasan 
    • Hak mendapatkan kebahagiaan
  2. Articles of Confederation adalah undang – undang negara serikat yang memiliki fungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pemerintahan sementara sampai konstitusi Amerika Serikat terbentuk. Undang – undang tersebut mengatur hubungan antara negara bagian dan kongres yang bertindak sebagai penyelenggaraan pemerintah atau pemerintah pusat.
  3. Constitution of United State of America yaitu undang – undang konstitusi Amerika Serikat yang disusun oleh James Madison dengan lampiran 12 amandeman.
  4. Bill of Rights adalah amandemen dari konstitusi Amerika Serikat yang memuat tentang pengakuan terhadap hak – hak warga negara dan negara – negara bagian.

Pengaruh Revolusi Amerika
Revolusi Amerika yang berlangsung selam 7 tahun memberikan pengaruh besar diantaranya :
  1. Munculnya adidaya baru yang memiliki pengaruh luas terhadap perkembangan dunia. Banyak peristiwa – peristiwa penting di dunia yang tidak terlepas dari pengaruh Amerika Serikat.
  2. Berkembangnya faham liberalisme dan pemikiran demokrasi yang selanjutnya menjadi pendorong Revolusi Perancis.
  3. Paham liberalisme juga mendorong Amerika Latin memerdekakan diri diantaranya pergerakan Simon Bolivar dan Jose De San Martin.

Sumber hariansejarah.id
Kelebihan dan Kekurangan Teori Masuknya Hindu dan Buddha ke Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Teori Masuknya Hindu dan Buddha ke Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak kerajaan Hindu dan Buddha yang berdiri di Nusantara. Pertanyaannya adalah bagaimana Hindu dan Buddha bisa sampai ke Nusantara pada masa lampau. Nah pada artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana kelebihan dan kekurangan dari masing - masing teori masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia.

Teori Brahmana
Teori brahmana meyakini bahwa Hindu masuk ke Indonesia yaitu melalui kaum brahmana atau para pendeta. Teori ini diperkuat dengan adanya prasasti - prasasti di Indonesia yang beraksara Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Hanya kaum brahmanalah yang dapat menguasai bahasa ini, sedangkan yang lain tidak. Hanya kaum brahmanalah yang mengetahui secara utuh dan benar bagaimana ajaran agama Hindu. Para Brahmana diperkirakan diundang oleh para kepala suku untuk menghindukan masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Pendukung teori ini adalah J.C. van Leur.

Kelebihan teori brahmana :
  • Kaum brahmana adalah satu - satunya kaum yang paling memahami ajaran Hindu. Kaum brahmana memonopoli keagamaan Hindu dari tata cara upacara dan penghinduan. 
  • Bahasa Sansekerta hanya bisa dikuasai oleh para brahmana. Disisi lain prasasti - prasasti yang ada di Indonesia menggunakan bahasa Sansekerta dan berhuruf Pallawa yang semakin memperkuat bahwa yang menyebarkan agama Hindu dan Buddha adalah para brahmana. 
  • Di India hanya kaum brahmana yang bisa membaca kitab Weda.
  • Karena para raja di Nusantara ingin diakui sebagai raja yang sah menurut agama, maka para raja di Nusantara mengundang para brahmana di India untuk melaksanakan upacara penghinduan yang disebut Upacara Vratyastoma.
  •  Ketika menobatkan raja untuk masuk ke India, para brahmana pasti membawa kitab Weda untuk ditinggalkan di Nusantara sebelum mereka kembali ke India. Kitab ini nantinya akan dipelajari oleh raja dan digunakan untuk menyebarkan agama.
  • Karena raja telah mengenal brahmana maka secara khusus raja meminta brahmana untuk tinggal dan mengajar di istananya agar kerajaan tersebut lebih mengetahui ajaran agama Hindu yang utuh.
Kelemahan teori Brahmana
  • Menurut ajaran Hindu kuno, seorang brahmana memiliki pantangan untuk menyebrangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya. Apabila brahmana tersebut melanggar, maka ia akan kehilangan hak atas kastanya.
  • Mempelajari bahasa Sansekerta merupakan hal yang sulit jadi tidak mungkin dilakukan oleh raja - raja di Indonesia yang mendapat kitab weda.

Teori Waisya
Teori ini mempercayai bahwa penyebar agama Hindu dan Buddha berasal dari golongan waisya atau pedagang yang merupakan golongan terbesar dari masyarakat India yang berinteraksi secara langsung dengan masyarakat Nusantara. Dalam teori ini dianggap pedagang India telah memperkenalkan Hindu dan Buddha kepada masyarakat lokal dalam masa jeda perdagangan. Masa jeda ini merupakan masa dimana musim angin sedang buruk. Pada saat mereka menunggu musim angin yang baik untuk berlayar ke India, pada sela - sela waktu menunggu dimanfaatkan untuk menyebarkan agama Hindu dan Buddha. Teori ini diyakini oleh N.J. Krom.

Kelebihan
Kegiatan jual beli merupakan interaksi secara langsung yang sangat berpotensi persinggungan budaya antara orang Nusantara dan India. Sehingga perdagangan menjadi salah satu saluran Hinduisasi yang sangat dimungkinkan.

Kelemahan
  • Para pedagang atau kasta waisya tidak menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.
  • Motif pedagang India hanya sebatas berdagang. Mereka tidak memberikan perubahan berarti pada penyebaran agama Hindu.
  • Meskipun banyak ditemukan perkampungan India di Indonesia, kedudukan mereka tak jauh berbeda dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka yang tinggal menetap tidak membawa perubahan yang besar dalam tatanegara dan kehidupan bermasyarakat.
  • Kaum waisya tidak memiliki tugas menyebarkan agama Hindu. Yang berhak menyebarkan agama Hindu adalah kaum brahmana. Lagi pula kaum waisya tidak menguasai kitab Weda sehingga mereka tidak memahami bagaimana hindu secara utuh. 
  • Tulisan di prasasti menggunakan bahasa Sansekerta dan beraksara Pallawa yang hanya dikuasai brahmana.

Teori Ksatria
Teori Ksatria meyakini ajaran agama Hindu dan Buddha disebarkan oleh golongan ksatria baik itu prajurit maupun bangsawan. Menurut teori ini, dahulu pada abad ke 2 Masehi, ketika kerajaan - kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan kekuasaan, para ksatria yang kalah perang melarikan diri ke Nusantara. Sesampainya di Indonesia, mereka kemudian mendirikan kerajaan - kerajaan dengan corak Hindu dan Buddha. Teori ini diyakini oleh C.C. Berg, Mookerji dan J.L. Moens.

Kelemahan
Ksatria tidak menguasai bahasa Sansekerta. Selain itu, tidak ada sumber yang menyebutkan adanya perpindahan ksatria India ke Nusantara.

Teori Sudra
Teori sudra meyakini bahwa Hindu dan Buddha dibawa oleh kaum sudra atau para budak yang bermigrasi ke Nusantara. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik daripada di India. Mereka menetap dan kemudian menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha kepada mereka yang masih beraliran animisme dan dinamisme. Teori ini diyakini oleh van Faber.

Kelebihan
  • Orang - orang sudra pasti menginginkan penghidupan yang lebih baik salah satunya dengan pergi ke tempat lain.
Kelemahan
  • Tidak menguasasi Sansekerta
  • Kasta sudra tidk memiliki ilmu pengetahuan atau pendidikan
  • Biasanya para budak memiliki tuan, maka pastilah kasta yang lebih tinggi yang membawa kasta sudra ke nusantara.
Teori Arus Balik
Teori ini meyakini bahwa tersebarnya Hindu dan Buddha ke Indonesia akibat adanya orang - orang Nusantara yang pergi ke India membawa kembali kebudayaan India yaitu pada agama Hindu dan Buddha ke Indonesia. Kelemahan teori ini adalah tidak mungkin orang Indonesia pergi ke India dengan maksud belajar agama dan budaya Hindu dan Buddha karena masyarakat Indonesia pada masa itu masih pasif.
Biografi Mikhail Gorbachev

Biografi Mikhail Gorbachev

Gorbachev lahir pada tanggal 2 Maret 1931 di Krai Stavropol. Ia berasal dari keluarga Ukraina-Rusia yang tinggal di sebuah desa kecil tempat ayahnya bekerja sebagai montir pertanian. Pada umur 14 tahun, Gorbachev kecil mulai bekerja sebagai asisten dalam menggabungkan pekerja panen. Ia adalah seorang anak pekerja keras dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan atas berbagai usahanya. Pada tahun 1950, Gorbachev belajar ke Moskow State University dan lulus dengan gelar di bidang hukum.

Sejak dibangku sekolah, Gorbachev mulai aktif dalam organisasi Bagian Komunis Uni Soviet. Ia bertemu dengan Raisa Maximovna Titarenko di Universitas Moskow, mahasiswa filsafat yang berasal dari Siberia, yang kemudian pada tahun 1953 dinikahinya. Gorbachev lulus pada tahun 1955 dan bersama istrinya pindah ke Stavropol. Dua tahun setelahnya, mereka mendapatkan anak perempuan bernama Irina Mihailovna Virganskaya.

Pada tahun 1962, Gorbachev terpilih sebagai pemegang posisi Partai Komunis Stavropol. Ia selanjutnya bertanggung jawab atas urusan pertanian dan industri. Pada saat yang sama ia juga mengurusi bagian administrasi. Gorbachev kemudian mengambil gelar kedua dibidang pertanian di Institut Pertanian Stavropol.

Karena partisipasi aktif dan antusiasnya pada partai komunis, maka ia terpilih sebagai pihak pertama sekretasis Kraikom Stavropol pada tahun 1970. Selanjutnya pada tahun 1974, ia diangkat sebagai Sekretaris Pertama Soviet Agung dan pada tahun 1979 ia menjadi anggota Politbiro. Dia adalah Sekretaris Jenderal Partai Komunis sejak 1985. Ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, ia bertemu berbagai negara dan berhasil membangun hubungan baik dengan mereka. Gorbachev dihormati oleh negara - negara atas sifatnya yang rendah hati dan ramah tamah.

Setelah empat tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, ia diangkat sebagai Presiden Eksekutif Uni Soviet oleh parlemen. Pada tahun 1986, Gorbachev mengeluarkan kebijakan radikal setelah prustasi atas resistensi birokratik yang ia hadapi. Ia merancang perestroika (pembangunan kembali) ekonomi dan masyarakat. Demokratisasi dan keterbukaan harus segera diterapkan di sistem komunis. Kebijakan Gorbachev ini kemudian melemahkan komunis Uni Soviet. Ketidakstabilan ekonomi memaksa tiga republik Baltik, Estonia, Latvia dan Lithuania menentang kepemimpinan Uni Soviet. Pada tahun 1990, Boris Yaltsin yang terpilih sebagai ketua parlemen Rusia pada bulan Juni 1991 terpilih sebagai Presiden Rusia. Ia merupakan seorang pengkritik paling keras kebijakan Gorbachev.

Menghadapi tekanan dari negara - negara pendukungnya, bubarnya Uni Soviet hanya menunggu waktu. Pada tanggal 19 Agustus 1991, kelompok komunis konservatif melakukan kudeta terhadap kekuasaan Gorbachev. Akhirnya, Gorbachev mengundurkan diri setelah komunisme mengalami kegagalan pada tanggal 25 Desember 1991. Setelah mengundurkan diri, Gorbachev membangun partainya sendiri yang bernama Partai Sosial Demokrat untuk mengumpulkan semua pihak demokratis Rusia ke keluarga. Gorbachev pernah bersaing dalam kursi pemilihan Presiden Rusia pada tahun 1996 namun kalah bersaing dengan Yeltsin. Gorbachev atas jasanya pernah mendapatkan nobel perdamaian pada tahun 1990.
Pertempuran Stalingrad (1942-1943)

Pertempuran Stalingrad (1942-1943)

Pertempuran Stalingrad merupakan salah satu pertempuran yang paling menentukan pada Perang Dunia II. Pertempuran Stalingrad merupakan ajang unjuk kekuatan dua kekuatan militer terbesar angkatan darat di dunia yaitu Jerman dibawah Hitler dan Uni Soviet dibawah Stalin. Penaklukan wilayah Uni Soviet selalu menjadi impian dari Adolf Hitler. Ia lebih tertarik menaklukkan Uni Soviet daripada menaklukan Skandinavia, Prancis atau negara - negara lain. Dipercaya bahwa salah satu alasan yang mengapa Hitler terobsesi akan tanah Uni Soviet adalah alasan ideologi.

Hal ini sangat sulit dipahami karena orang menganggap NAZI dan Komunisme tak ubahnya dua sistem yang hampir sama. Keduanya sama - sama bersifat sosialis dan otoriter. Keduanya mengaku sebagai partai rakyat (Nazi merupakan kependekan Partai Pekerja Sosialis Nasional). Keduanya, Nazi dan Komunis, sama - sama dipimpin oleh diktator kuat, Hitler di Jerman dan Stalin di Uni Soviet.

Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan mendasar diantara keduanya, pemerintah Uni Soviet memiliki semua alat produksi sedangkan pemerintah Jerman hanya mengendalikannya (dalam kedua kasus tersebut, pendapatan para manajer sangat berbeda dari pekerja). Komunisme Uni Soviet tidak membenci orang - orang Yahudi seperti Nazisme. Komunis menganiaya semua agama namun tidak berusaha memusnahkan para pengikut apapun.

Semua orang Jerman diajarkan bahwa komunisme adalah suatu bentuk kejahatan, disisi lain, orang Rusia, Ukraina dan Soviet diajarkan bahwa Nazizme merupakan penyamaran dari kapitalisme. Diluar semua kontradiksi tersebut, terdapat alasan mengapa Hitler ingin menguasai Uni Soviet. Hitler berpandangan bahwa Uni Soviet merupakan negara yang luas namun kurang berpendidikan dan terbelakang apabila dibandingkan dengan Eropa Tengah dan Barat. Hitler menginginkan Liebensraum, sebuah tempat tinggal baru bagi orang Jerman untuk menjelajah ke timur dan mengembangkan industri modern dimana kaum Slavia yang akan dijadikan tenaga kerja budak bagi orang Jerman.

Latar Belakang Perang Stalingard
Rencana penyerbuan Nazi ke Uni Soviet dikenal dengan nama Operasi Barbossa. Sekilas, operasi ini merupakan operasi bunuh diri yang dilakukan Jerman. Hal tersebut dikarenakan Uni Soviet memiliki tentara dan kekuatan tank terbesar di dunia. Pesawat tempur Soviet setara dengan Jerman dan Inggris dan merupakan angatan  udara terkuat di dunia. Populasi USSR tiga kali lipat dari Jerman, luas daratannya melebihi Eropa non-Soviet. Bahkan, Napoleon Bonaparte mengalami kejatuhannya ketika melawan Rusia di daratan salju.

Akan tetapi, Hitler memiliki alasan untuk percaya diri dalam melawan Uni Soviet. Persenjataan Soviet yang kurang mengesankan selama "gladi resik" untuk Perang Dunia II (Perang Saudara Spanyol). Perang Musim Dingin 1940-1941 melawan tentara kecil Finlandia dimana Tentara Merah dianiaya. Selain itu, hal yang paling penting adalah ketika Stalin, pemimpin Uni Soviet yang paranoid berusaha memecah militernya dengan melakukan pembersihan tentara pada tahun 1937-1938. Stalin mengekseskusi sebagian besar pemikir militer yang didakwa melakukan konspirasi anti-Soviet yang dimulai dari Marsekal Mikhail N. Tukhachevsky, kepala staf tentara, dan perwira senior lainnya seperti Ieronim Uborevich, Iona Yakir, Robert Eideman, August Kork, Vitovt Putna, Boris Feldman dan Vitaly Primakov. Ketika dilakukan pembersihan, tiga dari lima marsekalnya, 13 dari 15 komandan militer, 110 dari 195 komandan divisi, dan 186 dari 406 jenderal brigadir dieksekusi. Stalin menggantinya dengan para tentara tua yang loyal kepada fraksi Komunis.

Untuk mengimbangi jumlah pasukan Uni Soviet, Hitler bersatu dengan aliansinya yaitu Italia, Rumania, Hungaria dan Slovakia. Bahkan ada pula relawan Spanyol yang ikut meskipun diktator Spanyol, Francisco Franco, menolak bergabung dengan Poros Roma-Berlin-Tokyo dan mengizinkan Jerman melewati Spanyol untuk menutup Laut Tengah.

Serangan Leningrad di utara Uni Soviet selalu gagal. Pasukan Finlandia mendorong Tentara Merah ke perbatasan Finlandia yang lama. Kemudian pasukan Finlandia berhenti. Hitler kemudian lebih memfokuskan pada dua serangan lain daripada di utara, ia tidak memperkuat serangan ke Leningrad. Meskipun demikain, Jerman dapat membuat pengepungan parsial di Leningrad yang menyebabkan satu juta orang Soviet kelaparan hingga mati.

Dua serangan lain terhambat oleh strategi Hitler sendiri. Ia terus mengalihkan pasukannya dari Moskow kemudian ke Ukraina dan kembali lagi. Akibatnya, Jerman tidak berhasil menaklukkan Sovet sebelum musim dingin tiba. Kesalahan strategi Hitler ini akan semakin berbahaya apabila Stalin merespon serangan ini dengan serangan balik ketika musim dingin. Sebelum Operasi Barbossa dimulai, Stalin yakin bahwa Jerman tidak akan menyerang. Ada banyak wilayah pengungsian di wilayah Uni Soviet dan patroli Jerman dengan seragam Soviet melintasi perbatasan. Perwira Soviet, bagaimanapun takut melewatkan informasi ini ke Stalin. Namun, Stalin mengabaikan peringatan - peringatan tersebut. Stalin pernah mendapat peringatan dari Amerika Serikat yang menyampaikan bahwa Jerman akan melakukan serangan ke Uni Soviet dan mereka memiliki bukti pendukung atas pernyataan tersebut. Namun Stalin tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Ketika tentara Jerman menyerang, Stalin memerintah para komandannya untuk tidak menyerang satu incipun. Pasukan panzer Jerman menusuk ke garis pertahanan Soviet dan meninggalkan tank baja tipis milik Soviet di belakangnya. Pasukan Panzer yang ditinggalkan tersebut kemudian dikepung. Karena menuruti perintah Stalin agar tidak menyerang satu inchi pun, pasukan Soviet kemudian ditawan yaitu sebanyak 5.700.000 tentara, kebanyakan antara bulan Juni dan November 1941. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.300.000 orang tewas dalam penawanan akibat kelaparan dan penganiayaan.

Pertempuran Musim Dingin
Tentara Jerman telah dirancang berperang di medan Eropa Barat dan Tengah dengan medan jalan yang padat, perkotaan, dan banyak peternakan kecil. Kini mereka harus merasakan medan baru yaitu padang rumput Rusia dengan sedikit jalan, hampir semuanya memprihatinkan dan dengan akses antar pemukiman yang cukup jauh. Kini, untuk menuju ke Rusia dan Ukraina, Jerman harus merasakan iklim kontinental, sesuatu yang sangat berbeda dengan iklim laut yang beriklim di seluruh Eropa.

Sungai - sungai yang sangat panjang dan lebar menurut standar Eropa Barat, membanjiri tanah di sekitarnya. Tank Jerman, truk dan gerobak kuda macet. Pasukan divisi ke 98 mencatat bahwa ban karet yang umumnya digunakan dan bantalan roda yang telah lama terpasang rusak akibat tekanan dari jalur yang dilalui dan digantikan dengan gerobak pertanian Rusia.

Musim dingin turun dengan keganasan yang tidak diprediksi Jerman. Pasukan Jerman tidak siap. Pakaian musim dingin pun dilarang karena Staf Umum Jerman menganggap bahwa perang melawan Uni Soviet akan berakhir sebelum salju pertama turun. Hitler memerintah pasukannya untuk berkonsentrasi merebut Moskow. Musim dingin membekukan lumpur dan orang - orang Jerman berusaha untuk mengambil alih kota yang dilewatinya terutama Moskow dan mendapat perlindungan dari cuaca ekstrim Arktik. Namun, untuk merebut Moskow bukanlah hal yang mudah.

Dilain sisi, terlepas dari kelemahannya sebagai jenderal, Stalin merupakan seorang administrator yang kompeten. Ia berhasil memindahkan sebagian besar pabrik utama Rusia barat ke belakang Ural yang pada saat itu sedang memproduksi tank baru T34. Tank tipe T34 merupakan tank terbaik sepanjang sejarah Perang Dunia II dan jauh lebih baik daripada tank terbaik Jerman, Pz KW IV. Selain itu, pasukan pertahanan Moskow juga memiliki pemimpin baru yaitu Marsekal Georgi K. Zhukov yang telah memimpin pertahanan Leningrad. Zhukov melakukan serangan balasan menggunakan pasukan dari Timur Jauh Soviet dan Tank T34. Serangan ini memaksa Nazi untuk menjauh dari Moskow.
Tank T34

Kondisi Jerman pada musim semi 1942 tidaklah sama dengan musim panas lalu. Sebanyak 162 divisi tempur yang menghadapi Tentara Merah, namun hanya delapan yang siap untuk serangan total. Tiga divisi mengambil tindakan ofensif setelah istirahat, 47 mampu mengambil tindakan ofensif terbatas, 73 digunakan untuk pertahanan dan 29 untuk pertahanan terbatas. Jerman memiliki 16 divisi panzer, namun hanya 140 tank di setiap divisi. Dengan kata lain, hanya ada delapan atau sembilan tank di setiap divisi lapis baja.

Diatas kertas, Jerman meningkatkan kekuatannya menjadi 23 divisi dari Juni 1941 dan Juli 1942. Namun hal tersebut dilakukan dengan mengurangi batalyon di setiap divisi dari sembilan menjadi tujuh dan jumlah pria di setiap batalyon dari 180 menjadi 80. Di pihak Soviet, produksi tank Soviet telah melampaui tank milik Jerman bahkan sebelum operasi Barbossa. Nazi mengalami kekurangan minyak dan Hitler mengalami mimpi buruk bahwa pesawat Sekutu bisa dengan mudah menghancurkan ladang minyak Ploesti Romania, sumber utama minyak Jerman.

Hitler tau, ia berada di ujung tanduk, namun ia tidak bisa mundur. Satu - satunya cara adalah dengan mengambil sumber daya Soviet untuk mengisi sumber dayanya. Hitler kemudian mengalihkan serangannya dan menyerang ke arah selatan melalui Ukraina dan memasuki ladang minyak Kaukasus yang kaya. Ia mengalihkan kekuatan sebanyak mungkin ke selatan, meskipun ia masih menginginkan pasukan Jerman di utara untuk merebut Leningrad. Sekarang ladang minyak Kaukasus menjadi tujuan utama Nazi.

Puncak Pertempuran Stalingrad
Ladang minyak Kaukasus memang merupakan target utama Hitler, namun terdapat tujuan lain yakni Stalingrad di selatan, sebuah kota industri yang berjarak 20 mil di tepi barat Volga. Dalam Fuhrer Detective, Hitler mengatakan "Setiap usaha akan dilakukan untuk mencapai Stalingrad sendiri atau setidaknya untuk menjadikan kota tersebut berada dibawah api artileri berat sehingga tidak lagi berguna sebagai pusat industri dan komunikasi". Sebelum melakukan hal tersebut, Wehrmacht harus mengepung wilayah lain dan menghancurkan pasukan utama Soviet di Koridor Donet (sebidang tanah diantara Sungai Donets dan Don). Pasukan Jerman berkumpul di dekat Stalingrad.

Pada tahun 1942, Jerman tidaklah sekuat seperti tahun 1941. Kekuatan Panzer terbatas dan hanya mampu melakukan pengepungan kecil. Ketika sedang melakukan pengepungan, Panzer Army ke-4 kehabisan bahan bakar dan harus berhenti. Akibatnya pengepunganpun gagal. Disisi lain, Soviet telah memposisikan pasukan menghadapi Jerman di Moskow. Stalin yang menyadari Stalingrad dalam kondisi bahaya kemudian segera memerintahkan pasukannya kesana dan sekali lagi mengeluarkan perintah untuk tidak mundur sedikitpun.

Pengambil alihan Stalingrad ditugaskan kepada Kolonel Jenderal Friedrich von Paulus, salah satu jenderal favorit Hitler yang memimpin Angkatan Darat Jerman ke-6. Paulus masuk ke pinggiran Stalingrad dan benar - benar sampai di tepi Volga, namun dilawan oleh pasukan Soviet yang gigih. Infanteri Jerman macet dalam pertarungan di distrik Stalingrad. Kota Stalingrad sekarang menjadi sangat penting bagi Hitler daripada semua minyak di Kaukasus. Hitler melarang pasukannya untuk mundur sedikitpun.

Pasukan Panzer ke-4 yang pada awalnya membantu Paulus dalam perjalanan menuju Stalingrad selanjutnya dipindahkan untuk bergerak menuju ladang minyak Kaukasus. Namun Hitler menganggap perlawanan Soviet atas Stalingrad merupakan bentuk penghinaan langsung kepadanya.dan kemudian memerintahkan pasukan Panzer ke - 4  yang sebelumnya diperintah menguasai Kaukasus kembali ke Stalingrad dan berakibat pada melambatnya perebutan ladang minyak.

Stalin mengirim lebih banyak pasukan ke Stalingrad dan menunjuk panglima tertinggi Zhukov yang berada di Leningrad dan mengirimnya ke Stalingrad dengan perintah melakukan serangan besar - besaran. Zhukov menganggap bahwa menyerang dengan kekuatan yang ada merupakan tindakan bodoh. Namun dengan menolak perintah Stalin merupakan tindakan bodoh bagi dirinya pribadi. Ia kemudian terbang ke Moskow dan meyakinkan Stalin agar melakukan persiapan sumber daya untuk penyerangan balik.

Paulus, sementara masih terjebak dalam reruntuhan dan Panzer membuktikan bahwa tank bukanlah solusi peperangan dalam kota. Pasukan Soviet dibawah Marsekal Vasili Chuikov memperebutkan setiap milimeter Stalingrad, sementara Zhukov mengizinkan mereka menggunakan bala bantuan minimum untuk mempertahankan Stalingrad. Disis lain, Chuikov menahan tentara ke 6 dan ke 4 Jerman di Stalingrad, Zhukov membangun pasukan besar untuk melawan pasukan Rumania yang berada di sisi mereka.

Pada tanggal 19 November 1942, Zhukov melakukan serangan balik. Lima infanteri dan dua tank menyerang orang - orang Rumania di utara kota. Hari berikutnya sebanyak tiga infanteri tentara dan satu tentara melintasi Volga di selatan kota. Puncaknya pasukan Zukov berhasil mengalahkan tentara ke 3 dan ke 4 Rumania. Serangan balik tersebut akhirnya berhasil mengepung divisi ke 6 Paulus.

Akhir Pertempuran Stalingrad
Paulus mengirimkan sinyal radio bahwa ia membutuhkan 700 ton persediaan perhari untuk bertahan. Staf umum Jerman kemudian memotongnya menjadi lebih "realistis" sebanyak 300 ton dan berhasil memasok 60 ton. Hitler memerintah Marsekal Erich von Manstein yang telah memimpin penerobosan di Sedan dalam Pertempuran Prancis untuk menerobos garis Soviet dan membebaskan Paulus.

Manstein adalah satlah satu komandan terbaik Perang Dunia II yang dimiliki Jerman. Namun, apa yang bisa diharapkan dari komandan terbaik sedangkan ia kekurangan pasukan tank. Menstein gagal dan mendesak Hitler untuk memerintahkan Paulus keluar, namun Hitler menolak.

Musim dingin kembali menyapu stepa Rusia dan pasukan Jerman masih tidak siap untuk itu. Hitler mempromosikan Paul sebagai panglima tertinggi pada tanggal 30 Januari 1943. Tidak ada panglima tertinggi Jerman yang pernah menyerah kepada musuh. Namun pada hari dimana Paul dipromosikan, Friedrich von Paulus menjadi pertama yang menyerah kepada musuh. Paulus menyerah pada tanggal 31 Januari 1943, namun ia menolak memerintahkan hal yang sama kepada pasukannya. Unit Jerman terakhir menyerah pada keesokan harinya. Setelah selamat, jenderal favorit Hitler, Paulus, menjadi juru bicara propaganda Soviet. Setelah perang, ia menetap di Jerman Timur. Pada hari berikutnya Jerman menyerah, Sebanyak 110.000 pasukan Nazi ditangkap oleh Soviet dan sebagian kecil melarikan diri.

Pada tahun 1942 sebenarnya masih memungkinkan bagi Jerman mengalahkan Uni Soviet. Namun mereka membutuhkan perjuangan yang panjang. Jika sebelumnya orang Jerman bisa menduduki ladang minyak Kaukasus dan menahan Soviet, mereka mungkin bisa memaksa mesin militer Soviet untuk berhenti. Bisa dibayangkan apabila Jerman mau mundur sementara dan mengumpulkan ulang kekuatannya sehingga mampu mengalahkan Soviet. Namun, obsesi Hitler terhadap kota Stalingrad membuyarkan semuanya.

Sumber : wawasansejarah.com

Video Pertempuran Stalingrad
Pecanya Dwi Tunggal Soekarno-Hatta

Pecanya Dwi Tunggal Soekarno-Hatta

Soekarno dan Hatta, merupakan dua sosok kunci kemerdekaan Indonesia. Keduanya memiliki kepribadian yang berbeda namun dapat bersatu padu demi kemerdekaan Indonesia. Soekarno merupakan pemuda Jawa dari rakyat biasa yang sangat dekat dengan rakyat dan memilih bersekolah di dalam negeri, sedangkan Hatta keturunan ningrat Sumatera yang mampu belajar hingga ke Belanda dan lebih berpandangan ke barat namun kurang begitu dekat dengan rakyatnya. Pasca Pemilu 1955, keduanya mengalami kerenggangan. Pada tanggal 1 Desember 1955, secara resmi Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden.

Pengunduran diri Hatta merupakan wujud protes atas ketidakcocokan pernyataan - pernyataan yang dikeluarkan oleh Soekarno kala itu. Pada pidatonya, Soekarno mengatakan keinginannya berunding bersama dan menyatukan partai - partai menjadi satu partai karena pandangan Soekarno Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer tidak berkembang. Hatta sebagai seorang demokrat masih percaya sistem demokrasi multi partai akan membawa nilai positif bagi Indonesia. Perbedaan pendapat antara Soekarno dan Hatta tidak hanya muncul pada 1950an, namun sejak masa pergerakan nasional pun keduanya kerap kali mengalami perbedaan pendapat. .

Akan tetapi, setelah tahun 1950an jurang perbedaan pandangan antara keduanya mengenai politik Indonesia semakin lebar. Sistem demokrasi konstitusional yang sangat dibanggakan Hatta dianggap Soekarno sebagai sistem politik yang tidak cocok bagi Indonesia. Kenyataannya, Demokrasi Parlementer menjadi sistem yang kacau balau terutama dalam menjalankan program pemerintah. Selain perbedaan pandangan Soekarno Hatta juga terkait masalah komunisme, Soekarno yakin bahwa komunisme mampu dikendalikan, namun Hatta sangat menentang komunisme sebagai bahaya laten yang harus dilenyapkan. Puncaknya Hatta mengundurkan diri pada 1 Desember 1955.

Pergolakan politik dan keadaan keamanan yang semakin memburuk mendorong Soekarno mengeluarkan suatu konsepsi yaitu Konsepsi Presiden pada 21 Februari 1957. Kala itu, Soekarno mengambil alih pemerintahan dan melaksanakan Demorasi Terpimpin, yaitu suatu sistem sentralisasi yang dipimpin Presiden, namun sangat ditentang oleh Hatta.

Sikap Hatta diungkapkan dalam tulisannya yang berjudul Demokrasi Kita. Dalam tulisan tersebut, Hatta mengkritik kebijakan - kebijakan Soekarno. Hatta menulis "bagi saya yang lama bertengkar dengan Soekarno tentang bentuk dan susunan pemerintahan yang efisien ada baiknya diberikan kesempatan yang sama dalam waktu yang layak apakah sistem itu akan menjadi suatu sukses atau kegagalan".
Sejarah Revolusi Hijau di Indonesia

Sejarah Revolusi Hijau di Indonesia

Revolusi Hijau di Indonesia sebenarnya sudah diberlakukan sejak masa penjajahan Belanda yaitu berlakunya UU Agraria yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1870 sehingga di wilayah Indonesia dikembangkan berbagai jenis tanaman yang berasal dari wilayah lain di belahan dunia. Pada masa Orde Baru, Revolusi Hijau digalakan kembali dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia, terutama produksi beras. Revolusi Hijau dilaksanakan dengan cara sistematis, terprogram, dan terus menerus sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia. Hal ini kemudian terbukti dengan meningkatnya hasil panen dan Indonesia mampu swasembada pangan serta Soeharto meraih penghargaan nobel atas jasanya tersebut. Usaha pemerintah Orde Baru dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional menuju swasembada diantaranya :
  • Program Bimbingan Massal (Bimas) untuk meningkatkan produksi beras
  • Program Intensifikasi Massal (Inmas) yang merupakan kelanjutan Bimas
  • Program Intensifikasi Khusus (Insus) yang merupakan upaya peningkatan produksi per unit
  • Program Supra Intensifikasi Khusus (Supra Insus)
Program diatas merupakan pengembangan dari intensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi per unit dan ekstensifikasi yaitu perluasan area pertanian. Revolusi Hijau kemudian diformulasikan dalam konsep Pancausaha Tani dan Sapta Usaha Tani. Guna meningkatkan produksi pangan dan pertanian umumnya dilakukan dengan empat usaha pokok, yaitu :
  • Intensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan produksi pertanian melalui penerapan Panca Usaha Tani. Panca Usaha Tani memiliki langkah :
    • Pemilihan dan penggunaan bibit unggul atau varietas unggul
    • Pemupukan yang teratur
    • Pengairan yang cukup
    • Pemberantasan hama secara intensif
    • Teknik penanaman yang lebih teratur
  • Ekstensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan produksi pertanian melalui pembukaan lahan baru termasuk usaha penangkapan ikan dan penanaman rumput untuk makanan ternak
  • Diversifikasi pertanian adalah usaha peningkatan produksi pertanian dengan keanekaragaman tanaman seperti sistem tumpangsari
  • Rehabilitas adalah usaha peningkatan produksi pertanian dengan cara pemulihan pada lahan - lahan yang kritis
 Sedangkan Saptausaha Tani memiliki langkah - langkah serupa ditambah pengolahan dan penjualan pasca Panca Usaha Tani. Revolusi Hijau memiliki beberapa keuntungan dan kelemahan bagi masyarakat, diantaranya :

Keuntungan :
  • Teratasinya maslaah pangan nasional
  • Mengenal berbagai maca jenis tanaman
  • Ditemukan bibit unggul
  • Kesejahteraan pertani menjadi lebih baik
  • Pendapatan petani meningkat
Kelemahan
  • Pencemaran lingkungan
  • Berkuangnya keanekaragaman hayati 
  • Kemampuan daya produksi tanah menurun
  • Timbulnya arus urbanisasi
  • Pencemaran tanah
Usaha - usaha pemerintahan Orde Baru dalam rangka membatasi kelemahan diatas diantaranya :
  • Membasmi serangga dan hama tanaman secara biologi
  • Menggunakan pupuk buatan yaitu pupuk kandang dan pupuk hijau
  • Menerapkan sistem rotasi tanam, yaitu menanam tanaman secara bergantian
Dampak Revolusi Hijau dan Industrialisasi bagi Masyarakat Indonesia pada Masa Orde Baru
Kebijakan Revolusi Hijau yang digalakan pemerintahan Orde Baru merupakan proses modernisasi pertanian gaya lama menjadi pertanian modern dengan melakukan pengembangan bibit unggul yaitu jenis IR dari IRRI. Hal ini telah mengubah pola pertanian dari subsistensi menuju pertanian berbasis kapital dan komersial. Guna mendukung komersialisasi tersebut dilakukan pembangunan sistem ekonomi modern, pembangunan pabrik pupuk nasional, dan pendirian Koperasi Unit Desa (KUD). Pelaksanaan Revolusi pertanian di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif, diantaranya :

Dampak Positif
  • Bertambahnya lapangan pekerjaan terutama yang berkaitan dengan dunia pertanian
  • Meluasnya lahan pertanian
  • Peningkatan pendapatan perkapita para petani, tercapainya efisiensi, dan efektivitas dalam pengelolaan pertanian
  • Peningkatan kualitas hasil pertanian
  • Peningkatan kualitas hasil produksi dan penjualan hasil pertanian
Dampak Negatif
  • Munculnya kesenjangan sosial antara petani kaya dan miskin akibat perbedaan ekonomi
  • Sistem kekerabatan pada masyarakat memudar
  • Hilangnya keanekaragaman hayati
  • Pencemaran lingkungan
  • Berkurangnya kesuburan tanah
Revolusi Beludru, Pecahnya Cekoslovakia

Revolusi Beludru, Pecahnya Cekoslovakia

Cekoslovakia merupakan negara kesatuan yang terletak di tengah Eropa yang kini terpecah menjadi dua negara yaitu Ceko yang beribukota di Praha (Prague) dan Slovakia yang beribukota di Bratilava. Berbeda dengan Yugoslavia dan Sudan yang terjadi perpecahan akibat perang saudara, pecahnya Cekoslovakia menjadi 2 negara terjadi secara cara damai tanpa adanya pertumpahan darah.

Cekoslovakia terbentuk pasca Perang Dunia I pada tahun 1918 dengan kekalahan Austria-Hungaria selaku penguasa wilayah cikal bakal Cekoslovakia. Guna melemahkan kekuatan Austria-Hungaria yang menjadi dalang dibalik pecahnya Perang Dunia I, pihak Sekutu memecah Austria-Hungaria menjadi negara - negara kecil dan salah satunya adalah Cekoslovakia. Negara Cekoslovakia berdiri sebagai negara industri yang mapan karena semasa masih menjadi bagian dari Austria-Hungaria, negara ini merupakan wilayah industri.

Nama "Cekoslovakia" diambil dari dua etnis setempat yaitu etnis Ceko / Bohemia yang berada di sebelah barat dan etnis Slovak yang mendominasi wilayah timur. Walaupun keduanya dari segi kultur memiliki kemiripan, namun tetap ada perbedaan yang menjadi ciri khas masing - masing etnis. Sebagai contoh, etnis Ceko yang cenderung memiliki pola pikir sekuler dan liberal, sedangkan etnis Slovak yang lebih relijius dan konservatif. Dari segi infrastruktur, Ceko didominasi industri sedangkan Slovakia mayoritas merupakan wilayah pertanian. Cekoslovakia sendiri beribukota di Praha yang terletak di bagian barat Cekoslovakia. 

Karena wilayah Cekoslovakia merupakan bekas kekaisaran Austria-Hungaria, tidak mengherankan wilayah ini dihuni sejumlah kecil etnis Jerman (penduduk Austria dan Jerman berasal dari etnis yang sama). Hal tersebut kemudian dijadikan alasan oleh Adolf Hitler mencaplok wilayah Sudetenland (wilayah Cekoslovakia barat yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Jerman) dan menggabungkannya dengan wilayah Jerman. Sementara wilayah sisa kemudian pecah menjadi dua negara yaitu Ceko (Bohemia-Moravia) dan Slovakia.

Kekalahan Jerman dan Datangnya Faham Komunisme
Cekoslovakia berdiri sebagai 1 negara pasca berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945 yang ditandai dengan kalahnya Jerman. Namun wilayah Cekolslovakia menciut jika dibandingkan periode sebelum PD II karena wilayah (Carpathia Ruthenia) timurnya dicaplok oleh Uni Soviet. Sejak tahun 1948, Cekoslovakia berubah menjadi negara berfaham komunis dengan ditandai kemenangan partai komunis dalam tahun terebut. Kemenangan ini tidak terlepas dari para milisi komunis yang melakukan intimidasi lewat demonstrasi dan penyerbuan gedung - gedung pemerintah. Deportasi massal terjadi kepada etnis Jerman di Cekoslovakia menyusul tak lama berselang.

Pasca komunis memenangkan pemilu dan menjadi rezim yang berdiri di Cekoslovakia, rezim ini kemudian menerapkan politik tangan besi kepada pihak - pihak yang membahayakan kepentingannya. Deportasi massal dilakukan kepada etnis Jerman yang ada di Cekoslovakia. Gereja - gereja dibawah kendali pemerintah. Penangkapan dilakukan kepada pemuka agama yang tidak mau bekerjasama kepada pemerintah. Hubungan antara Vatikan dan Katholik Cekoslovakia diputus. Selain itu, pemerintah juga melakukan penangkapan kepada pihak Partai Komunis Cekoslovakia yang dianggap spionase dan konspirasi anti pemerintah.

Pada awalnya, Cekoslovakia menjadi negara yang maju pada masa awal sistem komunis diberlakukan di Cekoslovakia. Namun pada perkembangannya industri Cekoslovakia mengalami perkembangan yang melambat apabila dibandingkan dengan Blok Barat akibat sistem ekonomi komunis yang terpusat. Singkatnya, sejak 1960-an, Cekoslovakia sering dilanda kelangkaan bahan bakar, barang yang dihasilkan berkualitas rendah, dan produksi sektor pertanian lebih rendah dibandingkan sebelum PD II. Hal tersebut kemudian mendorong timbulnya gagasan dan tuntutan kepada pemerintah untuk melakukan reformasi.

Pada tahun 1968, Alexander Dubcek yang berhaluan pro-reformasi terpilih menjadi sekretaris tertinggi partai komunis. Ada beberapa kebijakan yang diberlakukan Dubcek, salah satunya adalah longgarnya pengawasan terhadap media. Periode reformasi ini sering disebut dengan nama "Musim Semi Praha" (Prague Spring; Prazske Jaro). Diluar Cekoslovakia, tindakan yang dilakukan Dubcek mengundang rasa tidak suka dari Uni Soviet yang memandang bahwa rakyat Cekoslovakia semakin kritis kepada komunisme dan hal tersebut membahayakan keutuhan Blok Timur. Maka dari itu, pada bulan Agustus 1968 negara - negara Pakta Warsawa yang dikomandoi Uni Soviet lantas melakukan invasi ke Cekoslovakia.

Pasca invasi yang dilakukan oleh Uni Soviet, pasukan Uni Soviet masih ditempatkan di Cekoslovakia guna mengawasi pergerakan Cekoslovakia. Dubcek sendiri masih memegang jabatan sebagai kepala negara Cekoslovakia, namun kedudukannya tidak sebebas dulu karena adanya pasukan Uni Soviet dan semakin banyaknya sosok penentang reformasi dalam keanggotaan partai. Akibatnya, pada tahun 1969, Dubcek turun takhta digantikan Gustav Husak yang kembali memberlakukan kebijakan sensor media yang ketat. Masih di tahun yang sama, sistem administrasi Cekoslovakia dimodifikasi yaitu menggunakan sistem federal yang terdiri menjadi dua negara utama yaitu Republik Sosialis Ceko dan Republik Sosialis Slovakia.

Runtuhnya Cekoslovakia
Setelah berdiri selama puluhan tahun, akhirnya komunisme resmi hilang pada tahun 1989 setelah tumbangnya rezim - rezim di Eropa Timur terkait kebijakan luar negeri Glasnost dan Perestroika oleh Gorbachev (Uni Soviet). Pada tanggal 17 November 1989, polisi terlibat dalam bentrokan sesama demonstran di Praha yang sedang memperingati 50 tahun gugurnya para mahasiswa setempat oleh aparat Jerman. Akibatnya, pecah pemogokan dan demonstrasi yang disusul tekanan dari rakyat untuk melakukan reformasi politik. Sadar apabila dengan melawan demonstran hanya akan memantik permasalahan yang lebih besar, pemerintah Cekoslovakia akhirnya melunak dan mengizinkan pembentukan pemerintahan koalisi dengan kubu oposisi non komunis.

Terbentuknya pemerintahan koalisi kemudian diikuti dengan naiknya Vaclav Havel sebagai presiden dari Cekoslovakia pada bulan Desember 1989. Pemilu multi partai pada tahun 1990 membawa Havel kembali terpilih sebagai presiden. Sistem ekonomi terpusat ala komunis tak lagi dijalankan, perusahaan swasta bermunculan. Media diberi hak seluas - luasnya dalam hal pemberitaan. Embel - embel "sosialis" dalam nama negara dihilangkan. Periode dari komunis ke demokratis ini kemudian dikenal dengan nama Revolusi Beludru.

Timbulnya demokrasi di tubuh Cekoslovakia berdampak pada munculnya sentimen nasionalisme di Ceko dan Slovakia. Berawal dari terpilihnya Vladimir Mecial yang pro-kemerdekaan sebagai perdana menteri baru negara Slovakia pada bulan Juni 1992, pembicaraan antara parlemen negara Ceko dan Slovakia menyusul setelahnya. Hasilnya, dicapailah pembubaran Cekoslovakia pada tanggal 1 Januari 1993 dan masing - masing negara menjadi negara yang merdeka. Menariknya, berdasarkan jejak hasil pendapat September 1992, orang - orang Ceko dan Slovakia lebih suka kalau tetap menjadi negara kesatuan Cekoslovakia sebagai negara yang utuh.

Ada beberapa faktor mengapa Ceko dan Slovakia memisahkan diri. Pertama, adanya perbedaan kondisi masyarakat dan infrastruktur. Kedua, persepsi Ceko bahwa Slovakia hanyalah beban anggaran mereka. Sedangkan dari pihak Slovakia adalah menganggap bahwa Slovakia "di anak tirikan" dalam hal pembangunan nasional. Dan terakhir, pasca tumbangnya sistem komunis yang otoriter dan sentralistik, keduanya sepakat bahwa akan lebih mudah berkembang apabila keduanya memerdekakan diri masing - masing secara terpisah.

Setelah kemerdekaan dicapai, Ceko menggunakan bendera nasional Cekoslovakia sedangkan Slovakia menggunakan bendera dengan motif yang menyerupai bendera Rusia dengan tambahan lambang negara Slovakia. Perlahan - lahan, keduanya mulai kembali pada pertumbuhan ekonomi yang maju sesuai dengan bidangnya dan diterima menjadi anggota Uni Eropa pada tahun 2004. Bisa dikatakan antara Ceko dan Slovakia memiliki hubungan harmonis bahkan melakukan persahabatan dalam berbagai bidang. Perpisahan Cekoslovakia menjadi Ceko dan Slovakia tak selamanya menjadi konflik permusuhan.
Runtuhnya Yugoslavia

Runtuhnya Yugoslavia

Guna memperjuangkan kemerdekaan bangsa Yugoslavia dari kerajaan Turki dan Kerajaan Austria-Hongaria, bangsa Slavia Selatan membentuk "Gerakan Serbia Raya" yaitu suatu gerakan yang mempersatukan bangsa Slavia Selatan diantaranya Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Macedonia dan Bosnia-Herzegovina dibawah kepemimpinan Serbia. Gerakan ini mendapat dukungan dari Rusia dan setelah PD I selesai terbentuklah Kerajaan Yugoslavia pada tahun 1929 dan selanjutnya berkembang menjadi Republik Federasi Rakyat Yugoslavia pada tanggal 14 Januari 1953 dibawah kepemimpinan Presiden Joseph Broz Tito. Republik Federasi Rakyat Yugoslavia terdiri dari enam negara bagian diantaranya: Serbia, Montenegro, Kroasia, Slovenia, Macedonia dan Bosnia-Herzegovina serta dua daerah otonomi didalam Serbia yaitu Kosovo dan Vojvodina.

Ketika pemerintahan Presiden Broz Tito, terbentuk sistem politik satu partai (Partai Komunis) dan sistem ekonomi sentralis. Selain itu terbentuk juga Sistem Pertahanan Keamanan milisi yaitu sistem pertahanan nasional yang melibatkan enam negara federasi dan dua daerah otonom yang ada pada negara Yugoslavia. Pada tahun 1948, Yugoslavia melepaskan diri dari pengaruh Uni Soviet dan ingin melaksanakan faham komunisme sendiri. Pada tahun 1961, Yugoslavia ikut serta dalam pembentukan Konferensi Tingkat Tinggi Negara Non Blok. Pada tanggal 7 April 1963, Republik Rakyat Federal Yugoslavia berganti nama menjadi Republik Federal Sosialis Yugoslavia dan mengangkat Joseph Broz Tito menjadi presiden seumur hidup.

Perang Saudara di Yugoslavia
Sejak meninggalnya Presiden Joseph Broz Tito pada tahun 1980, terjadi perang antar etnis. Hal tersebut disebabkan oleh :
  • Keinginan bangsa Serbia mendominasi kekuatan Yogoslavia
  • Isu primordialisme (sentimen antar etnis) yang didalangi oleh Serbia yang mendapatkan dukungan dari Macedonia
Pada tahun 1987, Slobodan Milosevic menginginkan Republik Federasi Sosialis Yugoslavia menganut faham sentralistik dibawah kekuasaan Serbia. Keinginan ini lantas ditentang oleh negara bagian lain. Kemudian pada tahun 1990, Serbia memproklamirkan Republik Serbia Raya sebagai pewaris dari bekas Yugoslavia. Tindakan ini mendapat respon dari wilayah lain dengan memisahkan diri dari Beograd. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi awal perang saudara Yugoslavia.

Pada tanggal 25 Juni 1991, etnis Kroasia dibawah kepemimpinan Franjo Tujman memproklamirkan kemerdekaan Kroasia. Peristiwa ini membuat Republik Serbia Raya marah dan memunculkan perang saudara antara Republik Serbia Raya dan Kroasia. Pada konflik ini terjadi perimbangan kekuatan diantara keduanya. Serbia mendapat bantuan dari Inggris, sedangkan Kroasia mendapat bantuan dari Jerman. Ditambah terjadinya proklamasi kemerdekaan Bosnia-Herzegovina pada tahun 1992, keduanya bersedia damai.

Disisi lain, pada tanggal 25 Juli 1991, etnis Slovenia yang berkiblat pada Eropa Barat serta etnis Macedonia yang beragam Kristen Ortodoks memproklamirkan diri dan memisahkan diri pada Republik Serbia Raya. Kemerdekaan kedua negara ini (Slovenia dan Macedonia) berlangsung secara damai tanpa adanya perang saudara dari para tetangganya. Berbeda dengan tetangganya, Bosnia-Herzegovina yang terdiri dari tiga etnis yaitu etnis Bosnia yang beragama Islam sebanyak 43,7%, etnis Kroasia yang beragama Kristen Ortodoks Timur sebanyak 31,4% serta etnis Kroasia yang beragama Katholik Roma sebanyak 17,3 % sedangkan sisanya berasal dari etnis lain yang diantaranya adalah bangsa Slavia Selatan yang berbahasa Serbo-Croat.

Pada bulan Januari 1992, Elijah Izetbegovic (Presiden) dan Haris Silajzic (Perdana Menteri) memproklamirkan kemerdekaan Bosnia Herzegovina. Kemerdekaan ini ditentang oleh Serbia yang didukung oleh Republik Serbia Raya, selanjutnya etnis Serbia membantai orang muslim Bosnia. Perang saudara tersebut semakin tidak menentu manakala terjadi perang segitiga.

Upaya Perdamaian di Daerah Bekas Yugoslavia
Pada mulanya perundingan perdamaian Boznia Herzegovina dilakukan pada tanggal 1 November 1995 di Dayton, Amerika Serikat.  Kemudian dilanjutkan dengan Konferensi Internasional di Paris, Prancis pada tanggal 14 Desember 1995. Kesepakatan perdamaian ini kemudian ditandatangani oleh Elijah Izetbegovic, Presiden Kroasia Franjo Tujman dan Presiden Serbia Montenegro Slobodan Milosevic. Berikut ini adalah poin - poin perjanjian damai tersebut :
  • Bosnia-Herzegovina tetap menjadi Negara Tunggal, namun kekuasaannya dibagi atas dua kesatuan federasi yakni Bosnia - Kroasia (51% wilayah Bosnia-Herzegovina) dan Serbia (41% wilayah dari Bosnia-Herzegovina)
  • Ibukota Sarajevo menjadi kota terbuka dan berada di bawah federasi Bosnia Kroasia
  • Wilayah kantong muslim Boznia, Gazarde akan berhubungan dengan Sarajevo melalui Koridor.
  • Mengirimkan pasukan perdamaian PBB yakni UNPROFOR (United National Protection Forces) yang memiliki tugas memantau genjatan senjata di Bosnia. 
  • Melakukan pemilihan umum yang berlangsung pada 6-9 bulan setelah penandatanganan persetujuan Paris
Pada tanggal 14 September 1996, dilaksanakan pemilihan umum pertama yang diikuti sebanyak 29 partai politik, diantaranya berhasil memilih tiga orang tokoh presiden kolektif yaitu : Elijah Izetbegovic dari Bosnia, Momoilo Krajisnik dari Serbia dan Kresimir Zubak dari Kroasia.