Chara Hotel, Rekomendasi Hotel Murah Bandung

Chara Hotel, Rekomendasi Hotel Murah Bandung

Ada berbagai pilihan hotel-hotel di kawasan Bandung yang harganya murah. Anda bisa memilih hotel berikut ini bagi Anda yang tidak ingin memakai banyak budget untuk menginap. Salah satu hotel di bandung murah yaitu Hotel Chara Bandung yang merupakan hotel dengan unsur cita rasa yang artistik. Kisaran harga pada hotel bagus murah di kawasan Bandung ini mulai dari kisaran harga Rp340.000,-. Jika Anda melintasi daerah Jln. Gatot Subroto, maka Anda tidak akan melewatkan suatu bangunan yang khas dan artistik. Itulah Chara Hotel yang tidak hanya bagian luarnya saja terlihat keren dan artistik. Bagian dalam pada hotel murah di kawasan Bandung satu ini atau bagian interiornya juga menarik banyak pengunjung. Banyak orang-orang yang tertarik dengan berbagai furnitur dari bahan kayu elegan yang warna-warni khususnya pada restoran di Hotel di bandung murah satu ini.

Tidak hanya itu saja, bagian kamar serta bagian koridor pada hotel Chara ini sengaja dinuansakan sedikit remang. Hal tersebut ditujukan supaya para pengunjung dapat beristirahan dengan nuansa yang tenang. Dengan menginap dan beristirahat setenang-tenangnya pada hotel murah di kawasan Bandung satu ini, tentunya Anda akan siap mengelilingi dareah Kota Bandung lagi keesokan harinya. Lebih asiknya lagi, hotel murah di kawasan Bandung yaitu hotel Chara ini jaraknya hanya sekitar 10 menit kalau Anda ingin berkendara ke kawasan Trans Studio yang merupakan wahana permainan indoor yang terbesar di seluruh Indonesia. Untuk kisarannya harga pada hotel murah di kawasan Bandung ini juga sangat murah seperti yang sudah disebut sebelumnya yaitu mulai dari kisaran Rp340.000,- untuk per malam menginapnya.

Lokasi alamat tepatnya Hotel di bandung murah satu ini yaitu di Jalan Gatot Subroto Nomor. 31, kawasan Bandung City-Center, Bandung. Jika Anda berminat untuk mengunjungi dan menginap di hotel murah di kawasan Bandung satu ini, Anda bisa menghubungi nomor telepon hotel Chara untuk info yang lebih lengkap. Nomor telepon hotel Chara yang bisa dihubungi yaitu 022-7119-9999.
Planing Board

Planing Board

Badan ini dibentuk pada tanggal 19 Januari 1947 atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K. Gani. Badan ini bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu dua hingga tiga tahun. Sesudah badan perancang ini bersidang, dr. A.K. Gani mengumumkan rencana pemerintah tentang rencana pembangunan sepuluh tahun. Rencana pembangunan tersebut terbuka bagi pemodal dari dalam negeri dan luar negeri.

Untuk menampung dana pembangunan tersebut, pemerintah akan membentuk bank pembangunan. Langkah – langkah yang dilakukan Badan Perancang Ekonomi (Planning Board) sebagai berikut :
  1. Menyatakan semua bangunan umum, perkebunan dan industry yang sebelum perang menjadi milik negara, menjadi milik pemerintah Republik Indonesia. 
  2. Bangunan umum vital milik asing akan dinasionalisasikan dengan pembayaran ganti rugi. 
  3. Perusahaan modal asing akan dikembalikan kepada yang berhak sesudah diadakan perjanjian Republik Indonesia – Belanda

Pada bulan April 1947, badan perancang ini diperluas menjadi Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang dipimpin langsung oleh Moh. Hatta selaku wakil presiden. Panitia ini bertugas mempelajari, mengumpulkan, serta memberikan saran kepada pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi dan dalam perundaingan dengan pihak Belanda.
Perjanjian Postdam

Perjanjian Postdam

Konferensi Postdam merupakan pertemuan dari tiga negara yaitu Amerika Serikat, Britania Raya dan Uni Soviet di Postdam, Jerman pada tanggal 17 Juli hingga 2 Agustus 1945 yang membahas mengenai penyelesaian Perang Dunia II yang menghasilkan Perjanjian Postdam.

Perjanjian ini dibuat oleh Harry S. Truman (Amerika Serikat), Josef Stalin (Uni Soviet) dan Clement Richard Attlee (Perdana Menteri Britania Raya) yang mendiskusikan permasalahan Jerman pada bulan Juli 1945 mengenai akhir dari Perang Dunia II. Sebelumnya sudah terjadi pertemuan di Yalta, namun pihak sekutu tidak setuju atas Perjanjian Yalta tersebut. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat kini telah memiliki seorang presiden baru bernama Harry S. Truman.

Harry Truman S. bersikap lebih keras atas komunisme daripada Roosevelt. Ini tentu menjadi masalah bagi Stalin. Winston Churchill memilih turun dari jabatannya sebagai perdana menteri Britania Raya dan digantikan oleh Clement Attlee, sedangkan Stalin menganggap dirinya memiliki pengalaman yang lebih dibanding kedua pemimpin tadi.

Stalin juga membuat masalah atas berbagai hal dari Sekutu. Sekutu setuju atas Yalta bahwa Polandia harus memiliki pemerintahan yang netral. Namun, Stalin telah memberi perintah untuk mengganti netralitas Polandia dan menggantikannya dengan pola pemerintahan sesuai yang Stalin kehendaki. Hal ini membuat Postdam memiliki banyak masalah.

Perjanjian Postdam merupakan kejadian yang penting dalam sejarah dunia. Perjanjian ini menjadi simbol berakhirnya perang antara Sekutu dan Jerman pada tahun 1939 hingga 1945 atau lebih dikenal dengan Perang Dunia II.

Latarbelakang Perjanjian Postdam
Berlarutnya Perang Dunia II antara Sekutu melawan Jerman menjadi hal utama yang melatarbelakangi Perjanjian Postdam. Perang ini mengakibatkan banyak negara di dunia terlibat dalam perang tersebut dan pada akhirnya Jerman mengalami kekalahan atas sekutu pada bulan Mei 1945. Setelah Jerman menyerah, Jerman mengambil jalan diplomasi dengan Sekutu untuk penyelesaian permasalahan Perang Dunia II yang kemudian diplomasi tersebut dinamakan Perjanjian Postdam. Konferensi Postdam dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 1945 di Jerman dan berakhir pada tanggal 2 Agustus 1945.

Isi Perjanjian Postdam
  • Jerman dibagi menjadi empat daerah pendudukan yaitu Jerman Timur, oleh Uni Soviet sedangkan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.
  • Kota Berlin yang terletak di tengah - tengah daerah pendudukan Uni Soviet juga dibagi menjadi dua yaitu Berlin Timur dikuasai Uni Soviet sedangkan Berlin Barat dikuasai  Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.
  • Danzig, Jerman disebelah timur Sungai Order dan Niesse diberikan kepada Polandia
  • Demiliterisasi dari Jerman
  • Penjahat perang (crime war) dihukum
  • Jerman harus membayar ganti kerugian perang
Tokoh Perjanjian Postdam
  • Clement Richard Attlee perwakilan dari Inggris
  • Harry S. Truman perwakilan Amerika 
  • Joseph Stalin perwakilan Uni Soviet
Ilmu Bantu dalam Sejarah beserta Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Ilmu Bantu dalam Sejarah beserta Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Dalam melakukan penelitian sejarah, seorang sejarawan memerlukan beberapa ilmu bantu untuk menunjang proses dan hasil penelitian agar memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Ilmu - ilmu tersebut sering dinamakan ilmu bantu sejarah. Berikut ini adalah ilmu bantu dalam sejarah yang dapat menunjang dalam penelitian sejarah :

1. Paleontologi
Paleontologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fosil. Disiplin ilmu ini megkaji tentang kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan purba melalui fosil - fosil yang ditemukan. Fosil merupakan bagian tubuh makhluk hidup yang membatu dan tidak mengalami pelapukan.

2. Paleoantropologi
Paleoantropologi merupakan gabungan dari dua disiplin ilmu yaitu paleontologi dan antropologi. Kajian paleoantropologi berpusat pada sejarah manusia purba dari masa mengumpulkan makanan tingkat awal hingga modern.

3. Arkeologi
Arkeologi merupakan cabang ilmu yang mengkaji mengenai sejarah kehidupan manusia melalui penggalian dan pengkajian artefak atau ekofak yang masih ditemukan. Artefak dan ekofak merupakan kumpulan benda kuno yang dahulunya digunakan oleh manusia purba untuk bertahan hidup seperti kapak genggam, punden berundak, waruga dan lain - lain.

4. Paleografi
Paleografi merupakan ilmu bantu yang digunakan untuk mengkaji manuskrip atau tulisan - tulisan kuno sebagai satu sumber sejarah primer. Manuskrip yang tercatat dalam dinding piramida Mesir, yupa, prasasti dapat dibaca menggunakan ilmu paleografi.

5. Epigrafi
Epigrafi merupakan cabang ilmu yang mempelajari materi yang digunakan untuk menulis manuskrip. Artinya, jika paleografi digunakan untuk menelaah tulisan, epigrafi digunakan untuk meneliti bahan, yang digunakan untuk menulis seperti batu, logam, gading dan lontar.

6. Ikonografi
Ikonografi merupakan ilmu bantu sejarah yang berfungsi mempelajari bentuk, fungsi dan pembuatan patung kuno dari zaman pra sejarah.  Bisa dikatakan ikonografi khusus untuk mempelajari patung.

7. Numismatik
Numismatik merupakan ilmu yang mempelajari mengenai mata uang. Disiplin ini sangat penting kaitannya untuk mengungkap sejarah dari sisi perekonomian. Perdagangan pada masa silam merupakan peradaban manusia yang dapat membuka missing link dalam perkembangan sejarah.

8. Ilmu Keramik
Sesuai namanya, ilmu ini digunakan untuk mempelajari keramik khususnya tahun pembuatan, bahan, cara pembuatan hingga keasliannya. Ilmu ini sering digunakan untuk mengungkap keramik - keramik dari Cina.

9. Genealogi
Genealogi merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai asal - usul nenek moyang suatu bangsa. Pada prakteknya, genealogi merupakan kajian tentang penelusuran jalur keturunan melalui identitas biologis. Dari cabang ilmu ini, kita bisa mengetahui adanya keterkaitan biologis nenek moyang bangsa Indonesia yang diperkirakan berasal dari Yunan.

10. Filologi
Filologi adalah ilmu bantu sejarah yang khusus mempelajari berbagai naskah kuno. Kajian ini meliputi kritik sastra, sejarah dan linguistik dalam sumber - sumber sejarah yang ditulis seperti pada manuskrip maupun prasasti.
AFTA (ASEAN Free Trade Area)

AFTA (ASEAN Free Trade Area)


Guna mengembangkan perekonomian di negara - negara ASEAN maka dibentuklah kerjasama dalam bidang ekonomi. Kerjasama ekonomi ini mencakup sektor perindustrian, perdagangan serta pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. Beberapa kerjasama ekonomi diantaranya :
  • Melalui AFTA diberlakukan tarif efektif bersama antara 5-10% atas dasar produk, baik produk ekspor maupun impor. Tujuan dibentuknya AFTA yaitu untuk menghilangkan hambatan perdagangan diantara negara - negara anggota. 
  • Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara (Free Trade Agreement/FTA)
  • Kerjasama dalam bidang industri dan jasa berupa sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan. 
Sejarah AFTA
Pada tahun 1992, dibentuklah AFTA dalam Pertemuan  Kepala Negara ASEAN (ASEAN Summit) ke 4 di Singapura. Dalam pertemuan ini menghasilkan pembentukan perdagangan bebas selama jangka waktu 15 tahun. ASEAN Free Trade Area merupakan wujud dari kesepakatan negara - negara ASEAN dalam rangka membentuk kawasan perdagangan bebas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai pusat produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Untuk itu, AFTA berencana menghapuskan tarif bea masuk yaitu 0-5% dan hambatan - hambatan non tarif pada negara - negara anggota.

Sepuluh negara di ASEAN (termasuk Indonesia) secara resmi menyatakan diri sebagai anggota AFTA. Anggota baru seperti Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja, diberi tambahan waktu hingga 2015 untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA. Keempat negara tersebut masih diperkenankan menggunakan tarif produk lebih dari 0-5%. Hal tersebut mengikuti apa yang dimaksud Common Effective Preferential Tarif Scheme (CEPT), yaitu program tarif dan penghapusan hambatan non-tarif secara bertahap yang disepakati bersama oleh negara - negara ASEAN. Mulai tahun 2015, AFTA diberlakukan secara penuh.

Hal ini membuat Indonesia harus bekerjasama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan negara - negara ASEAN.
Biografi Silas Papare

Biografi Silas Papare

Silas Papare merupakan orang yang memperjuangkan pernyatuan Irian Jaya (Papua) kedalam wilayah Indonesia. Silas Papare lahir pada 18 Desember 1918 di Serui, Papua. Ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Juru Rawat pada tahun 1935 dan bekerja sebagai pegawai Belanda. Kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua membuatnya harus berurusan dengan Belanda. Usahanya untuk mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak pada akhirnya membuat ia harus masuk penjara di Jayapura.

Ketika menjalani masa tahanan di Jayapura, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, seorang Gubernur Sulawesi yang diasingkan Belanda di tempat tersebut. Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuatnya semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia. Hal tersebut membuatnya mendirikan Partai Kemerdekaan Irian Jaya (PKII). Karena pendirian partai inilah kemudian Silas Papare kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun kemudian ia berhasil melarikan diri menuju Yogyakarta.

Pada bulan Oktober 1949, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintahan Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI. Silas meninggal di Serui, Papua, pada tanggal 7 Maret 1978.

Untuk mengenang jasa - jasanya, nama Silas Papare kemudian diabadikan dalam sebuah kapal bernama KRI Silas Papare. Kapal ini merupakan sebuah Korvet kelas Parchim yang dibuat guna Volksmarine / AL Jerman Timur pada akhir 70-an. Menurut Pakta Warsawa kapal ini adalah Project 133. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam di perairan dangkal/pantai. Oleh TNI AL, kapal ini dimodifikasi dengan menambahkan kapasitas BBM untuk patroli lebih lama dilaut.

Riwayat Singkat
Silas Papare menyelesaikan pendidikan di Sekolah Juru Rawat pada tahun 1935 dan bekerja sebagai pegawai pemerintahan Belanda. Ia merupakan seseorang yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Papua sehingga sering berurusan dengan aparat keamanan Belanda. Ia pernah dipenjara di Jayapura karena mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak.

Selama masa tahanannya di Serui, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, seorang Gubernur Sulawesi yang diasingkan oleh Belanda ke tempat tersebut. Akibat perkenalannya dengan Sam Ratulangi, ia menjadi dipengaruhi semangat dan keyakinan akan kebebasan Papua dengan cara bergabung dengan Republik Indonesia. Pada akhirnya, ia mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Akibatnya, ia ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun ia mampu melarikan diri dan menuju Yogyakarta. Pada bulan Oktober 1949, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI.

Selama di Yogyakarta, ia membentuk Badan Perjuangan Irian yang berusaha memasukkan Irian Jaya ke dalam Indonesia. Silas Papare kemudian ditunjuk untuk menjadi delegeasi Indonesia pada Perjanjian New York yang berlangsung pada tanggal 15 Agustus 1962 yang mengakhiri permasalahan Papua Barat antara Indonesia dan Belanda. Perjanjian tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 dimana rakyat Irian Barat memilih bergabung dengan NKRI. Silas Papare wafat pada tanggal 7 Maret 1978 dan dimakamkan di Serui. Atas jasa - jasanya, ia dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No. 077/TK/1993, Tgl. 14 September 1993.
Perjanjian NAFTA (Perdagangan Bebas di Amerika Utara)

Perjanjian NAFTA (Perdagangan Bebas di Amerika Utara)

NAFTA (North American Free Trade Agreement) merupakan bentuk organisasi perdagangan bebas dari negara - negara Amerika Utara yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Pada hakekatnya NAFTA telah terbentuk pada tahun 1988, karena pada tahun tersebut telah terjalin perdagangan bebas antara Amerika Serikat dengan Kanada. Pada saat itu terjadi kerjasama ekonomi antara Kanada dan Amerika Serikat yang masih bersifat bilateral, dalam rangka memperbaiki kondisi Kanada yang semakin memburuk akibat meningkatnya pengangguran serta banyaknya perusahaan - perusahaan Kanada yang memindahkan investasi ke Amerika Serikat.

Pada dasarnya, NAFTA merupakan organisasi yang menjanjikan kemudahan bagi negara - negara pesertanya di bidang ekonomi, mulai dari pembebasan tarif bea masuk bagi komoditi - komoditi tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanaman modal asing yang menanamkan modalnya di masing - masing negara peserta. NAFTA didirikan pada tanggal 12 Agustus 1992 di Washington DC oleh wakil - wakil pemerintahan Kanada serta pemerintahan tuan rumah yaitu Amerika Serikat serta diresmikan pada tanggal 1 Januari 1994.

Ketika masih direncanakan, NAFTA menjadi topik yang sering diperdebatkan diantara tiga negara anggota. Saat itu, George Bush (perencana NAFTA) dan Presiden Bill Clinton (yang membantu mengimplementasikan dan mempromosikan NAFTA) mendukung perjanjian NAFTA, sedangkan milyuner Texas Roos Perot dan politikal Pat Buchanan menentangnya. Banyak yang berfikir bahwa dengan adanya NAFTA akan menghilangkan banyak pekerjaan karena perusahaan lebih memilih berpindah ke utara dengan alasan murahnya tenaga kerja. Alasan lain menyebutkan bahwa dengan adanya NAFTA akan membantu ekonomi Meksiko dan ketiga negara akan mendapatkan keuntungan dari meningkatnya perdagangan. Pakar lingkungan berpendapat adanya perdagangan bebas berimbas pada berkembangnya industri di Rio Grande yang akan menyebabkan masalah polusi yang semakin bertambah. Pendukung NAFTA berpendapat bahwa dengan mengimplementasikan perjanjian NAFTA maka akan mudah mengatur dan memonitoring polusi sepanjang perbatasan.

NAFTA menghilangkan batas - batas nontarif bagi perdagangan pada sektor pertanian antara Amerika Serikat dan Meksiko. Ketentuan agrikultural Amerika dan Meksiko mengenai perdagangan bebas yang sejak 1988 diberlakukan berdampak pada digabungkannya kedalam NAFTA. Dengan ketentuan NAFTA semua tarif pada sektor pertanian antara Kanada dan Amerika yang dicakup oleh tariff-rate quotas (TRQ's) dihapus sejak 1 Januari 1998. Meksiko dan Kanada mencapai kesepakatan NAFTA bilateral yang terpisah pada akses pasar bagi produk - produk pertanian. Perjanjian NAFTA menghilangkan tarif prduk - produk pertanian baik secara angsung atau selama jangka waktu 5, 10, 15 tahun. Dampaknya perdagangan susu, ayam, telur dan gula menjadi bebas pajak di masing - masing negara NAFTA.

Tujuan NAFTA
Tujuan dibentuknya NAFTA adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja melalui penghilangan hambatan perdagangan, menciptakan iklim untuk mendorong persaingan yang adil, meningkatkan investasi, memberikan perlindungan terhadap hak milik intelektual, dan menciptakan prosedur yang efektif dalam menyelesaikan perselisihan perdagangan antara ketiga negara anggota.

Keuntungan Pemberlakuan NAFTA
  • Sektor pertanian Amerika
Kanada dan Meksiko menjadi pasar ekspor kedua dan ketiga terbesar bagi Amerika Serikat. Gabungan dari ekspor kedua negara tersebut lebih besar dibanding ekspor ke Jepang atau 15 anggota Uni Eropa. Sejak tahun fiskal (1992-1998), nilai ekspor keluar sektor pertanian Amerika meningkat 26 persen. Selama periode tersebut ekspor pertanian dan makanan pada kedua pasar NAFTA meningkat menjadi 48 persen.

  • Perdagangan dengan Meksiko
Selama tahun fiskal 1997-1998, ekspor makanan dan pangan Amerika ke Meksiko meningkat dari 881 juta dollar menjadi 5,9 milyar dollar (level terbesar selama 5 tahun dalam NAFTA). Amerika lebih banyak mengekspor makanan ke Meksiko dibanding Cina, Hongkong dan Rusia. Kini, Amerika setidaknya mensuplai 75 persen impor pangan Meksiko. NAFTA menjaga pasar Meksiko tetap terbuka bagi produksi pangan Amerika walaupun sejarah krisis ekonomi terburuk Meksiko modern. Ketika melemahnya mata uang peso, ekspor pangan Amerika turun hingga 11 persen pada tahun 1995, dan meningkat kembali pada periode 1998 sebanyak 60 persen. Meski perdagangan pangan telah meningkat pada dua arah dibawah NAFTA, ekspor Amerika ke Meksiko meningkat dengan cepat dibanding impor dari Meksiko ke Amerika. Surplus perdangan pangan Amerika dengan Meksiko adalah 1,32 milyar dollar pada tahun 1998.


Permasalahan Akibat Adanya NAFTA
  • Kemiskinan di Meksiko
Dengan adanya NAFTA berdampak pada jatuhnya stok pasar sebanyak 24% pada tahun 1995, ratusan perusahaan tutup, dan lebih dari 250.000 warga meksiko kehilangan pekerjaan. Para pekerja Amerika juga tidak mendapatan keuntungan dari perjanjian ini. Satu setengah tahun dilaksanakannya NAFTA terlihat perdagangan Amerika mengalami defisit hampir 8000 pekerja Amerika kehilangan pekerjaannya. Para pekerja dari utara juga mengalami kerugian diantaranya: turunnya upak pekerja di Meksiko hingga 40% - 50%, sementara biaya hidup naik hingga 80% pendapatan hanya naik 30%. Tingkat inflasi pada tahun 1996 meningkat lebih dari 51% dan 20.000 usaha bisnis kecil dan sedang mengalami kebangkrutan dengan meningkatknya persaingan dari perusahaan - perusahaan multinasional. Hingga tahun 1996 lebih dari 2.3 juta warga Meksiko kehilangan pekerjaan sejak dilaksanakannya NAFTA. Harga kebutuhan dasar seperti bahan bakar dan listrik meningkat pada tingkatan yang tidak terduga. Setahun setelah jatuhnya mata uang peso, tiga perempat keluarga Meksiko tidak mampu mendapatkan makanan dasar dan pelayanan dibutuhkan agar menjaganya tetap diatas garis kemiskinan.

  • Permasalahan Sektor Pertanian di Meksiko
Sebelum dilaksanakannya NAFTA, sebagian lahan Meksko digunakan untuk memproduksi jagung yang dihasilkan oleh 2,5 juta petani. Pada tahun 1996 Meksiko mengimpor senilai 1,1 milyar dollar jagung yang merupakan salah satu produksi terkuat Meksiko.
Perjanjian CAFTA (Perdagangan Bebas Kawasan Cina - ASEAN)

Perjanjian CAFTA (Perdagangan Bebas Kawasan Cina - ASEAN)

CAFTA (China - ASEAN Free Trade Agreement) merupakan perjanjian antara Cina dan negara - negara ASEAN mengenai penjualan - penjualan produk Cina di ASEAN. Perjanjian ini diberlakukan pada tahun 2010 di Indonesia yang berlaku pada negara - negara anggota Cina dan ASEAN. CAFTA merupakan sebuah kesepakatan perdagangan bebas antara Cina dan negara - negara ASEAN terutama Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand,  Brunesi Darussalam dan Filipina. Terdapat pro dan kontra dikalangan masyarakat mengenai penerapan CAFTA ini. Para pengusaha Indonesia merasa resah akan adanya regulasi CAFTA karena berdampak pada matinya usaha - usaha kecil dan menengah karena kalah bersaing dengan barang - barang dari Cina.

Sejarah CAFTA
Sebelum disepakatinya CAFTA, negara - negara ASEAN sudah pernah mendeklarasikan AFTA (ASEAN Free Trade Agreement) dengan anggota 10 negara dari ASEAN. Pada tahun 2006, Cina dan ASEAN menandatangani perjanjian CAFTA. CAFTA mulai berlaku sejak tahun 2010 untuk 6 negara ASEAN diantaranya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan Filipina dan pada tahun 2015 menyusul Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam. Perjanjian CAFTA dimaksudkan untuk mendongkrak perekonomian negara - negara ASEAN dan Cina dengan meluasnya perdagangan ke seluruh ASEAN dan Cina dengan tarif pajak yang sangat kecil.

Pro Kontra CAFTA
Mengenai pemberlakuan CAFTA di Indonesia terdapat pro dan kontra. Pihak yang pro berpandangan bahwa dengan adanya free trade agreement akan meningkatkan ekspor Indonesia ke negara - negara lain dengan biaya yang murah. Sedangkan pihak yang kontra dengan adanya CAFTA memandang bahwa adanya CAFTA akan berpotensi mengubah pengusaha kecil menjadi pedagang serta akan banyak industri kecil yang gulung tikar dengan diberlakukannya CAFTA ini.

Dampak CAFTA
Dampak Postif :
  • Dengan diberlakukannya CAFTA bisa diprediksikan barang - barang maupun jasa dari Indonesia akan lebih mudah masuk kedalam pasar domestik Cina. Produk seperti kakao, minyak kelapa, dan lain lain akan lebih mudah dibeli konsumen dari Cina sebab lebih kompetitif. 
  • Bisa dijadikan motivasi bagi Indonesi untuk lebih membangun masyarakat yang lebih produktif dan kreatif serta mandiri seara ekonomi. 
Dampak negatif CAFTA
  • Meningkatnya PHK dan pengangguran pada sektor industri akibat kalah bersaing dengan barang - barang dari Cina. Adanya penghematan tenaga kerja berimbas pada pemecatan dan angka pengangguran naik, padahal industri merupakan sektor kedua terbesar setelah pertanian dalam penyerapan tenaga kerja. 
  • Matinya usaha kecil menengah akibat kalah bersaing dengan barang - barang buatan Cina. 
  • Ketergantungan Indonesia pada barang - barang dari Cina semakin besar. 
  • Karena impor barang lebih mudah, volume impor menjadi naik sehingga menghabiskan devisa negara. Imbasnya kurs rupiah menjadi anjlok. 
  • Melemahnya industri manufaktur Nasional.
Solusi permasalahan CAFTA 
  • DPR berencana membuat Panja (Panitia Kerja) DPR berencana membuat Panja untuk membahas renegosiasi implementasi perdagangan bebas CAFTA. Pembentukan Panja dimaksudkan untuk sektor - sektor yang tidak siap menghadapi CAFTA. Panja tidak dimaksudkan untuk pembatalan, tetapi penundaan terhadap sektor - sektor yang belum siap bersaing.
  • Pembentukan Balai Pelatihan Promosi Export DaerahDi beberapa daerah telah dibentuk Balai Pelatihan Promosi Export Daerah seperti di Makasar Surabaya, Medan dan Banjarmasin. Balai pelatiahan ini nantinya akan dapat meningkatkan kapasitas ekspor ke berbagai negara. Balai pelatihan ini ditujukan kepada UKM masyarakat dan mahasiswa. 
  • Bantuan Mesin Produksi dan Pelatihan,
    Dinas Perindustrian dan Perdanganan di Surabaya telah memberikan bantuan mesin produksi kepada 4000 mikro kecil dan menengah UMKM di Surabaya. Penggunaan mesin ini dapat mengurangi biaya produksi. Dengan murah biaya produksi akan berimbas pada penurunan harga barang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga melakukan pelatihan kepada 4000 UMKM. Pelatihan dibagi kedalam 20 bidang industri. Dimana setiap industri ada sebanyak 200 peserta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM sesuai jenis usahanya. 
 Karena telah terlanjur terjadi kesepakatan, maka solusi dari permasalahan CAFTA diantaranya :
  1. Meningkatkan daya saing produk lokal
    Produk Cina memiliki kelebihan harga yang murah dan kualitas yang lebih baik daripada produk lokal. Meningkatkan daya saing produk lokal sangat diperlukan dalam rangka menghadapi CAFTA. Peningkatan daya saing dapat dilakukan dengan cara meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal seperti desain produk sesuai dengan kegemaran konsumen, up to date, membuat publikasi yang gencar kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih mengenal produk lokal dibanding produk Cina, membuat inovasi - inovasi terbaru yang dapat menyaingi produk Cina.
  2. Menyiapkan SDM yang bermutu
    Produksi barang yang murah dan berkualitas tidak akan tercapai apabila SDM yang dimiliki berkualitas rendah. Maka sangat diperlukan peningkatan SDM dengan cara pengadaan pelatihan - pelatihan.
  3. Realisasi Undang - Undang Perlindungan bagi Produsen dan UMKM di Indonesia.
    Dengan realisasi undang - undang mengenai perlindaungan UMKM diharapkan para pelaku UMKM akan merasa benar - benar aman dan tidak khawatir akan dirugikan CAFTA.
  4. Membuat kebijakan untuk distributor agar tidak mendistribusikan barang impor secara berlebihan
    Penyebaran produk - produk Cina di Indonesia tidak terlepas dari para distributor yang mengimpor barang dari Cina dengan volume yang banyak. Dampaknya adalah barang - barang dari Cina membanjiri pangsa pasar di Indonesia dan mengancam produk lokal. Pemerintah dapat membuat kebijakan mengenai pembatasan distribusi barang impor agar tidak berlebihan.
  5. Mensosialisasikan cinta produk lokal
    Masyarakat akan lebih memilih produk lokal apabila masyarakat tau keberadaan produk tersebut. Maka dari itu sangat diperlukan adanya sosialisasi produk produk di tempat - tempat strategis seperti melalui baliho, pamflet, sosial media dan lain - lain. Dengan adanya sosialsiasi ini diharapkan masyarakat akan lebih tau dan memilih membeli produk lokal daripada impro.