Planing Board

Planing Board

Badan ini dibentuk pada tanggal 19 Januari 1947 atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K. Gani. Badan ini bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu dua hingga tiga tahun. Sesudah badan perancang ini bersidang, dr. A.K. Gani mengumumkan rencana pemerintah tentang rencana pembangunan sepuluh tahun. Rencana pembangunan tersebut terbuka bagi pemodal dari dalam negeri dan luar negeri.

Untuk menampung dana pembangunan tersebut, pemerintah akan membentuk bank pembangunan. Langkah – langkah yang dilakukan Badan Perancang Ekonomi (Planning Board) sebagai berikut :
  1. Menyatakan semua bangunan umum, perkebunan dan industry yang sebelum perang menjadi milik negara, menjadi milik pemerintah Republik Indonesia. 
  2. Bangunan umum vital milik asing akan dinasionalisasikan dengan pembayaran ganti rugi. 
  3. Perusahaan modal asing akan dikembalikan kepada yang berhak sesudah diadakan perjanjian Republik Indonesia – Belanda

Pada bulan April 1947, badan perancang ini diperluas menjadi Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang dipimpin langsung oleh Moh. Hatta selaku wakil presiden. Panitia ini bertugas mempelajari, mengumpulkan, serta memberikan saran kepada pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi dan dalam perundaingan dengan pihak Belanda.
Perjanjian Postdam

Perjanjian Postdam

Konferensi Postdam merupakan pertemuan dari tiga negara yaitu Amerika Serikat, Britania Raya dan Uni Soviet di Postdam, Jerman pada tanggal 17 Juli hingga 2 Agustus 1945 yang membahas mengenai penyelesaian Perang Dunia II yang menghasilkan Perjanjian Postdam.

Perjanjian ini dibuat oleh Harry S. Truman (Amerika Serikat), Josef Stalin (Uni Soviet) dan Clement Richard Attlee (Perdana Menteri Britania Raya) yang mendiskusikan permasalahan Jerman pada bulan Juli 1945 mengenai akhir dari Perang Dunia II. Sebelumnya sudah terjadi pertemuan di Yalta, namun pihak sekutu tidak setuju atas Perjanjian Yalta tersebut. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat kini telah memiliki seorang presiden baru bernama Harry S. Truman.

Harry Truman S. bersikap lebih keras atas komunisme daripada Roosevelt. Ini tentu menjadi masalah bagi Stalin. Winston Churchill memilih turun dari jabatannya sebagai perdana menteri Britania Raya dan digantikan oleh Clement Attlee, sedangkan Stalin menganggap dirinya memiliki pengalaman yang lebih dibanding kedua pemimpin tadi.

Stalin juga membuat masalah atas berbagai hal dari Sekutu. Sekutu setuju atas Yalta bahwa Polandia harus memiliki pemerintahan yang netral. Namun, Stalin telah memberi perintah untuk mengganti netralitas Polandia dan menggantikannya dengan pola pemerintahan sesuai yang Stalin kehendaki. Hal ini membuat Postdam memiliki banyak masalah.

Perjanjian Postdam merupakan kejadian yang penting dalam sejarah dunia. Perjanjian ini menjadi simbol berakhirnya perang antara Sekutu dan Jerman pada tahun 1939 hingga 1945 atau lebih dikenal dengan Perang Dunia II.

Latarbelakang Perjanjian Postdam
Berlarutnya Perang Dunia II antara Sekutu melawan Jerman menjadi hal utama yang melatarbelakangi Perjanjian Postdam. Perang ini mengakibatkan banyak negara di dunia terlibat dalam perang tersebut dan pada akhirnya Jerman mengalami kekalahan atas sekutu pada bulan Mei 1945. Setelah Jerman menyerah, Jerman mengambil jalan diplomasi dengan Sekutu untuk penyelesaian permasalahan Perang Dunia II yang kemudian diplomasi tersebut dinamakan Perjanjian Postdam. Konferensi Postdam dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 1945 di Jerman dan berakhir pada tanggal 2 Agustus 1945.

Isi Perjanjian Postdam
  • Jerman dibagi menjadi empat daerah pendudukan yaitu Jerman Timur, oleh Uni Soviet sedangkan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.
  • Kota Berlin yang terletak di tengah - tengah daerah pendudukan Uni Soviet juga dibagi menjadi dua yaitu Berlin Timur dikuasai Uni Soviet sedangkan Berlin Barat dikuasai  Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.
  • Danzig, Jerman disebelah timur Sungai Order dan Niesse diberikan kepada Polandia
  • Demiliterisasi dari Jerman
  • Penjahat perang (crime war) dihukum
  • Jerman harus membayar ganti kerugian perang
Tokoh Perjanjian Postdam
  • Clement Richard Attlee perwakilan dari Inggris
  • Harry S. Truman perwakilan Amerika 
  • Joseph Stalin perwakilan Uni Soviet
Ilmu Bantu dalam Sejarah beserta Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Ilmu Bantu dalam Sejarah beserta Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Dalam melakukan penelitian sejarah, seorang sejarawan memerlukan beberapa ilmu bantu untuk menunjang proses dan hasil penelitian agar memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Ilmu - ilmu tersebut sering dinamakan ilmu bantu sejarah. Berikut ini adalah ilmu bantu dalam sejarah yang dapat menunjang dalam penelitian sejarah :

1. Paleontologi
Paleontologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fosil. Disiplin ilmu ini megkaji tentang kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan purba melalui fosil - fosil yang ditemukan. Fosil merupakan bagian tubuh makhluk hidup yang membatu dan tidak mengalami pelapukan.

2. Paleoantropologi
Paleoantropologi merupakan gabungan dari dua disiplin ilmu yaitu paleontologi dan antropologi. Kajian paleoantropologi berpusat pada sejarah manusia purba dari masa mengumpulkan makanan tingkat awal hingga modern.

3. Arkeologi
Arkeologi merupakan cabang ilmu yang mengkaji mengenai sejarah kehidupan manusia melalui penggalian dan pengkajian artefak atau ekofak yang masih ditemukan. Artefak dan ekofak merupakan kumpulan benda kuno yang dahulunya digunakan oleh manusia purba untuk bertahan hidup seperti kapak genggam, punden berundak, waruga dan lain - lain.

4. Paleografi
Paleografi merupakan ilmu bantu yang digunakan untuk mengkaji manuskrip atau tulisan - tulisan kuno sebagai satu sumber sejarah primer. Manuskrip yang tercatat dalam dinding piramida Mesir, yupa, prasasti dapat dibaca menggunakan ilmu paleografi.

5. Epigrafi
Epigrafi merupakan cabang ilmu yang mempelajari materi yang digunakan untuk menulis manuskrip. Artinya, jika paleografi digunakan untuk menelaah tulisan, epigrafi digunakan untuk meneliti bahan, yang digunakan untuk menulis seperti batu, logam, gading dan lontar.

6. Ikonografi
Ikonografi merupakan ilmu bantu sejarah yang berfungsi mempelajari bentuk, fungsi dan pembuatan patung kuno dari zaman pra sejarah.  Bisa dikatakan ikonografi khusus untuk mempelajari patung.

7. Numismatik
Numismatik merupakan ilmu yang mempelajari mengenai mata uang. Disiplin ini sangat penting kaitannya untuk mengungkap sejarah dari sisi perekonomian. Perdagangan pada masa silam merupakan peradaban manusia yang dapat membuka missing link dalam perkembangan sejarah.

8. Ilmu Keramik
Sesuai namanya, ilmu ini digunakan untuk mempelajari keramik khususnya tahun pembuatan, bahan, cara pembuatan hingga keasliannya. Ilmu ini sering digunakan untuk mengungkap keramik - keramik dari Cina.

9. Genealogi
Genealogi merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai asal - usul nenek moyang suatu bangsa. Pada prakteknya, genealogi merupakan kajian tentang penelusuran jalur keturunan melalui identitas biologis. Dari cabang ilmu ini, kita bisa mengetahui adanya keterkaitan biologis nenek moyang bangsa Indonesia yang diperkirakan berasal dari Yunan.

10. Filologi
Filologi adalah ilmu bantu sejarah yang khusus mempelajari berbagai naskah kuno. Kajian ini meliputi kritik sastra, sejarah dan linguistik dalam sumber - sumber sejarah yang ditulis seperti pada manuskrip maupun prasasti.
AFTA (ASEAN Free Trade Area)

AFTA (ASEAN Free Trade Area)


Guna mengembangkan perekonomian di negara - negara ASEAN maka dibentuklah kerjasama dalam bidang ekonomi. Kerjasama ekonomi ini mencakup sektor perindustrian, perdagangan serta pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. Beberapa kerjasama ekonomi diantaranya :
  • Melalui AFTA diberlakukan tarif efektif bersama antara 5-10% atas dasar produk, baik produk ekspor maupun impor. Tujuan dibentuknya AFTA yaitu untuk menghilangkan hambatan perdagangan diantara negara - negara anggota. 
  • Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara (Free Trade Agreement/FTA)
  • Kerjasama dalam bidang industri dan jasa berupa sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan. 
Sejarah AFTA
Pada tahun 1992, dibentuklah AFTA dalam Pertemuan  Kepala Negara ASEAN (ASEAN Summit) ke 4 di Singapura. Dalam pertemuan ini menghasilkan pembentukan perdagangan bebas selama jangka waktu 15 tahun. ASEAN Free Trade Area merupakan wujud dari kesepakatan negara - negara ASEAN dalam rangka membentuk kawasan perdagangan bebas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai pusat produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Untuk itu, AFTA berencana menghapuskan tarif bea masuk yaitu 0-5% dan hambatan - hambatan non tarif pada negara - negara anggota.

Sepuluh negara di ASEAN (termasuk Indonesia) secara resmi menyatakan diri sebagai anggota AFTA. Anggota baru seperti Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja, diberi tambahan waktu hingga 2015 untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA. Keempat negara tersebut masih diperkenankan menggunakan tarif produk lebih dari 0-5%. Hal tersebut mengikuti apa yang dimaksud Common Effective Preferential Tarif Scheme (CEPT), yaitu program tarif dan penghapusan hambatan non-tarif secara bertahap yang disepakati bersama oleh negara - negara ASEAN. Mulai tahun 2015, AFTA diberlakukan secara penuh.

Hal ini membuat Indonesia harus bekerjasama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan negara - negara ASEAN.
Biografi Silas Papare

Biografi Silas Papare

Silas Papare merupakan orang yang memperjuangkan pernyatuan Irian Jaya (Papua) kedalam wilayah Indonesia. Silas Papare lahir pada 18 Desember 1918 di Serui, Papua. Ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Juru Rawat pada tahun 1935 dan bekerja sebagai pegawai Belanda. Kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua membuatnya harus berurusan dengan Belanda. Usahanya untuk mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak pada akhirnya membuat ia harus masuk penjara di Jayapura.

Ketika menjalani masa tahanan di Jayapura, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, seorang Gubernur Sulawesi yang diasingkan Belanda di tempat tersebut. Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuatnya semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia. Hal tersebut membuatnya mendirikan Partai Kemerdekaan Irian Jaya (PKII). Karena pendirian partai inilah kemudian Silas Papare kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun kemudian ia berhasil melarikan diri menuju Yogyakarta.

Pada bulan Oktober 1949, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintahan Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI. Silas meninggal di Serui, Papua, pada tanggal 7 Maret 1978.

Untuk mengenang jasa - jasanya, nama Silas Papare kemudian diabadikan dalam sebuah kapal bernama KRI Silas Papare. Kapal ini merupakan sebuah Korvet kelas Parchim yang dibuat guna Volksmarine / AL Jerman Timur pada akhir 70-an. Menurut Pakta Warsawa kapal ini adalah Project 133. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam di perairan dangkal/pantai. Oleh TNI AL, kapal ini dimodifikasi dengan menambahkan kapasitas BBM untuk patroli lebih lama dilaut.

Riwayat Singkat
Silas Papare menyelesaikan pendidikan di Sekolah Juru Rawat pada tahun 1935 dan bekerja sebagai pegawai pemerintahan Belanda. Ia merupakan seseorang yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Papua sehingga sering berurusan dengan aparat keamanan Belanda. Ia pernah dipenjara di Jayapura karena mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak.

Selama masa tahanannya di Serui, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, seorang Gubernur Sulawesi yang diasingkan oleh Belanda ke tempat tersebut. Akibat perkenalannya dengan Sam Ratulangi, ia menjadi dipengaruhi semangat dan keyakinan akan kebebasan Papua dengan cara bergabung dengan Republik Indonesia. Pada akhirnya, ia mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Akibatnya, ia ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun ia mampu melarikan diri dan menuju Yogyakarta. Pada bulan Oktober 1949, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI.

Selama di Yogyakarta, ia membentuk Badan Perjuangan Irian yang berusaha memasukkan Irian Jaya ke dalam Indonesia. Silas Papare kemudian ditunjuk untuk menjadi delegeasi Indonesia pada Perjanjian New York yang berlangsung pada tanggal 15 Agustus 1962 yang mengakhiri permasalahan Papua Barat antara Indonesia dan Belanda. Perjanjian tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 dimana rakyat Irian Barat memilih bergabung dengan NKRI. Silas Papare wafat pada tanggal 7 Maret 1978 dan dimakamkan di Serui. Atas jasa - jasanya, ia dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No. 077/TK/1993, Tgl. 14 September 1993.
Perjanjian NAFTA (Perdagangan Bebas di Amerika Utara)

Perjanjian NAFTA (Perdagangan Bebas di Amerika Utara)

NAFTA (North American Free Trade Agreement) merupakan bentuk organisasi perdagangan bebas dari negara - negara Amerika Utara yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Pada hakekatnya NAFTA telah terbentuk pada tahun 1988, karena pada tahun tersebut telah terjalin perdagangan bebas antara Amerika Serikat dengan Kanada. Pada saat itu terjadi kerjasama ekonomi antara Kanada dan Amerika Serikat yang masih bersifat bilateral, dalam rangka memperbaiki kondisi Kanada yang semakin memburuk akibat meningkatnya pengangguran serta banyaknya perusahaan - perusahaan Kanada yang memindahkan investasi ke Amerika Serikat.

Pada dasarnya, NAFTA merupakan organisasi yang menjanjikan kemudahan bagi negara - negara pesertanya di bidang ekonomi, mulai dari pembebasan tarif bea masuk bagi komoditi - komoditi tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanaman modal asing yang menanamkan modalnya di masing - masing negara peserta. NAFTA didirikan pada tanggal 12 Agustus 1992 di Washington DC oleh wakil - wakil pemerintahan Kanada serta pemerintahan tuan rumah yaitu Amerika Serikat serta diresmikan pada tanggal 1 Januari 1994.

Ketika masih direncanakan, NAFTA menjadi topik yang sering diperdebatkan diantara tiga negara anggota. Saat itu, George Bush (perencana NAFTA) dan Presiden Bill Clinton (yang membantu mengimplementasikan dan mempromosikan NAFTA) mendukung perjanjian NAFTA, sedangkan milyuner Texas Roos Perot dan politikal Pat Buchanan menentangnya. Banyak yang berfikir bahwa dengan adanya NAFTA akan menghilangkan banyak pekerjaan karena perusahaan lebih memilih berpindah ke utara dengan alasan murahnya tenaga kerja. Alasan lain menyebutkan bahwa dengan adanya NAFTA akan membantu ekonomi Meksiko dan ketiga negara akan mendapatkan keuntungan dari meningkatnya perdagangan. Pakar lingkungan berpendapat adanya perdagangan bebas berimbas pada berkembangnya industri di Rio Grande yang akan menyebabkan masalah polusi yang semakin bertambah. Pendukung NAFTA berpendapat bahwa dengan mengimplementasikan perjanjian NAFTA maka akan mudah mengatur dan memonitoring polusi sepanjang perbatasan.

NAFTA menghilangkan batas - batas nontarif bagi perdagangan pada sektor pertanian antara Amerika Serikat dan Meksiko. Ketentuan agrikultural Amerika dan Meksiko mengenai perdagangan bebas yang sejak 1988 diberlakukan berdampak pada digabungkannya kedalam NAFTA. Dengan ketentuan NAFTA semua tarif pada sektor pertanian antara Kanada dan Amerika yang dicakup oleh tariff-rate quotas (TRQ's) dihapus sejak 1 Januari 1998. Meksiko dan Kanada mencapai kesepakatan NAFTA bilateral yang terpisah pada akses pasar bagi produk - produk pertanian. Perjanjian NAFTA menghilangkan tarif prduk - produk pertanian baik secara angsung atau selama jangka waktu 5, 10, 15 tahun. Dampaknya perdagangan susu, ayam, telur dan gula menjadi bebas pajak di masing - masing negara NAFTA.

Tujuan NAFTA
Tujuan dibentuknya NAFTA adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja melalui penghilangan hambatan perdagangan, menciptakan iklim untuk mendorong persaingan yang adil, meningkatkan investasi, memberikan perlindungan terhadap hak milik intelektual, dan menciptakan prosedur yang efektif dalam menyelesaikan perselisihan perdagangan antara ketiga negara anggota.

Keuntungan Pemberlakuan NAFTA
  • Sektor pertanian Amerika
Kanada dan Meksiko menjadi pasar ekspor kedua dan ketiga terbesar bagi Amerika Serikat. Gabungan dari ekspor kedua negara tersebut lebih besar dibanding ekspor ke Jepang atau 15 anggota Uni Eropa. Sejak tahun fiskal (1992-1998), nilai ekspor keluar sektor pertanian Amerika meningkat 26 persen. Selama periode tersebut ekspor pertanian dan makanan pada kedua pasar NAFTA meningkat menjadi 48 persen.

  • Perdagangan dengan Meksiko
Selama tahun fiskal 1997-1998, ekspor makanan dan pangan Amerika ke Meksiko meningkat dari 881 juta dollar menjadi 5,9 milyar dollar (level terbesar selama 5 tahun dalam NAFTA). Amerika lebih banyak mengekspor makanan ke Meksiko dibanding Cina, Hongkong dan Rusia. Kini, Amerika setidaknya mensuplai 75 persen impor pangan Meksiko. NAFTA menjaga pasar Meksiko tetap terbuka bagi produksi pangan Amerika walaupun sejarah krisis ekonomi terburuk Meksiko modern. Ketika melemahnya mata uang peso, ekspor pangan Amerika turun hingga 11 persen pada tahun 1995, dan meningkat kembali pada periode 1998 sebanyak 60 persen. Meski perdagangan pangan telah meningkat pada dua arah dibawah NAFTA, ekspor Amerika ke Meksiko meningkat dengan cepat dibanding impor dari Meksiko ke Amerika. Surplus perdangan pangan Amerika dengan Meksiko adalah 1,32 milyar dollar pada tahun 1998.


Permasalahan Akibat Adanya NAFTA
  • Kemiskinan di Meksiko
Dengan adanya NAFTA berdampak pada jatuhnya stok pasar sebanyak 24% pada tahun 1995, ratusan perusahaan tutup, dan lebih dari 250.000 warga meksiko kehilangan pekerjaan. Para pekerja Amerika juga tidak mendapatan keuntungan dari perjanjian ini. Satu setengah tahun dilaksanakannya NAFTA terlihat perdagangan Amerika mengalami defisit hampir 8000 pekerja Amerika kehilangan pekerjaannya. Para pekerja dari utara juga mengalami kerugian diantaranya: turunnya upak pekerja di Meksiko hingga 40% - 50%, sementara biaya hidup naik hingga 80% pendapatan hanya naik 30%. Tingkat inflasi pada tahun 1996 meningkat lebih dari 51% dan 20.000 usaha bisnis kecil dan sedang mengalami kebangkrutan dengan meningkatknya persaingan dari perusahaan - perusahaan multinasional. Hingga tahun 1996 lebih dari 2.3 juta warga Meksiko kehilangan pekerjaan sejak dilaksanakannya NAFTA. Harga kebutuhan dasar seperti bahan bakar dan listrik meningkat pada tingkatan yang tidak terduga. Setahun setelah jatuhnya mata uang peso, tiga perempat keluarga Meksiko tidak mampu mendapatkan makanan dasar dan pelayanan dibutuhkan agar menjaganya tetap diatas garis kemiskinan.

  • Permasalahan Sektor Pertanian di Meksiko
Sebelum dilaksanakannya NAFTA, sebagian lahan Meksko digunakan untuk memproduksi jagung yang dihasilkan oleh 2,5 juta petani. Pada tahun 1996 Meksiko mengimpor senilai 1,1 milyar dollar jagung yang merupakan salah satu produksi terkuat Meksiko.
Perjanjian CAFTA (Perdagangan Bebas Kawasan Cina - ASEAN)

Perjanjian CAFTA (Perdagangan Bebas Kawasan Cina - ASEAN)

CAFTA (China - ASEAN Free Trade Agreement) merupakan perjanjian antara Cina dan negara - negara ASEAN mengenai penjualan - penjualan produk Cina di ASEAN. Perjanjian ini diberlakukan pada tahun 2010 di Indonesia yang berlaku pada negara - negara anggota Cina dan ASEAN. CAFTA merupakan sebuah kesepakatan perdagangan bebas antara Cina dan negara - negara ASEAN terutama Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand,  Brunesi Darussalam dan Filipina. Terdapat pro dan kontra dikalangan masyarakat mengenai penerapan CAFTA ini. Para pengusaha Indonesia merasa resah akan adanya regulasi CAFTA karena berdampak pada matinya usaha - usaha kecil dan menengah karena kalah bersaing dengan barang - barang dari Cina.

Sejarah CAFTA
Sebelum disepakatinya CAFTA, negara - negara ASEAN sudah pernah mendeklarasikan AFTA (ASEAN Free Trade Agreement) dengan anggota 10 negara dari ASEAN. Pada tahun 2006, Cina dan ASEAN menandatangani perjanjian CAFTA. CAFTA mulai berlaku sejak tahun 2010 untuk 6 negara ASEAN diantaranya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan Filipina dan pada tahun 2015 menyusul Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam. Perjanjian CAFTA dimaksudkan untuk mendongkrak perekonomian negara - negara ASEAN dan Cina dengan meluasnya perdagangan ke seluruh ASEAN dan Cina dengan tarif pajak yang sangat kecil.

Pro Kontra CAFTA
Mengenai pemberlakuan CAFTA di Indonesia terdapat pro dan kontra. Pihak yang pro berpandangan bahwa dengan adanya free trade agreement akan meningkatkan ekspor Indonesia ke negara - negara lain dengan biaya yang murah. Sedangkan pihak yang kontra dengan adanya CAFTA memandang bahwa adanya CAFTA akan berpotensi mengubah pengusaha kecil menjadi pedagang serta akan banyak industri kecil yang gulung tikar dengan diberlakukannya CAFTA ini.

Dampak CAFTA
Dampak Postif :
  • Dengan diberlakukannya CAFTA bisa diprediksikan barang - barang maupun jasa dari Indonesia akan lebih mudah masuk kedalam pasar domestik Cina. Produk seperti kakao, minyak kelapa, dan lain lain akan lebih mudah dibeli konsumen dari Cina sebab lebih kompetitif. 
  • Bisa dijadikan motivasi bagi Indonesi untuk lebih membangun masyarakat yang lebih produktif dan kreatif serta mandiri seara ekonomi. 
Dampak negatif CAFTA
  • Meningkatnya PHK dan pengangguran pada sektor industri akibat kalah bersaing dengan barang - barang dari Cina. Adanya penghematan tenaga kerja berimbas pada pemecatan dan angka pengangguran naik, padahal industri merupakan sektor kedua terbesar setelah pertanian dalam penyerapan tenaga kerja. 
  • Matinya usaha kecil menengah akibat kalah bersaing dengan barang - barang buatan Cina. 
  • Ketergantungan Indonesia pada barang - barang dari Cina semakin besar. 
  • Karena impor barang lebih mudah, volume impor menjadi naik sehingga menghabiskan devisa negara. Imbasnya kurs rupiah menjadi anjlok. 
  • Melemahnya industri manufaktur Nasional.
Solusi permasalahan CAFTA 
  • DPR berencana membuat Panja (Panitia Kerja) DPR berencana membuat Panja untuk membahas renegosiasi implementasi perdagangan bebas CAFTA. Pembentukan Panja dimaksudkan untuk sektor - sektor yang tidak siap menghadapi CAFTA. Panja tidak dimaksudkan untuk pembatalan, tetapi penundaan terhadap sektor - sektor yang belum siap bersaing.
  • Pembentukan Balai Pelatihan Promosi Export DaerahDi beberapa daerah telah dibentuk Balai Pelatihan Promosi Export Daerah seperti di Makasar Surabaya, Medan dan Banjarmasin. Balai pelatiahan ini nantinya akan dapat meningkatkan kapasitas ekspor ke berbagai negara. Balai pelatihan ini ditujukan kepada UKM masyarakat dan mahasiswa. 
  • Bantuan Mesin Produksi dan Pelatihan,
    Dinas Perindustrian dan Perdanganan di Surabaya telah memberikan bantuan mesin produksi kepada 4000 mikro kecil dan menengah UMKM di Surabaya. Penggunaan mesin ini dapat mengurangi biaya produksi. Dengan murah biaya produksi akan berimbas pada penurunan harga barang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga melakukan pelatihan kepada 4000 UMKM. Pelatihan dibagi kedalam 20 bidang industri. Dimana setiap industri ada sebanyak 200 peserta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM sesuai jenis usahanya. 
 Karena telah terlanjur terjadi kesepakatan, maka solusi dari permasalahan CAFTA diantaranya :
  1. Meningkatkan daya saing produk lokal
    Produk Cina memiliki kelebihan harga yang murah dan kualitas yang lebih baik daripada produk lokal. Meningkatkan daya saing produk lokal sangat diperlukan dalam rangka menghadapi CAFTA. Peningkatan daya saing dapat dilakukan dengan cara meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal seperti desain produk sesuai dengan kegemaran konsumen, up to date, membuat publikasi yang gencar kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih mengenal produk lokal dibanding produk Cina, membuat inovasi - inovasi terbaru yang dapat menyaingi produk Cina.
  2. Menyiapkan SDM yang bermutu
    Produksi barang yang murah dan berkualitas tidak akan tercapai apabila SDM yang dimiliki berkualitas rendah. Maka sangat diperlukan peningkatan SDM dengan cara pengadaan pelatihan - pelatihan.
  3. Realisasi Undang - Undang Perlindungan bagi Produsen dan UMKM di Indonesia.
    Dengan realisasi undang - undang mengenai perlindaungan UMKM diharapkan para pelaku UMKM akan merasa benar - benar aman dan tidak khawatir akan dirugikan CAFTA.
  4. Membuat kebijakan untuk distributor agar tidak mendistribusikan barang impor secara berlebihan
    Penyebaran produk - produk Cina di Indonesia tidak terlepas dari para distributor yang mengimpor barang dari Cina dengan volume yang banyak. Dampaknya adalah barang - barang dari Cina membanjiri pangsa pasar di Indonesia dan mengancam produk lokal. Pemerintah dapat membuat kebijakan mengenai pembatasan distribusi barang impor agar tidak berlebihan.
  5. Mensosialisasikan cinta produk lokal
    Masyarakat akan lebih memilih produk lokal apabila masyarakat tau keberadaan produk tersebut. Maka dari itu sangat diperlukan adanya sosialisasi produk produk di tempat - tempat strategis seperti melalui baliho, pamflet, sosial media dan lain - lain. Dengan adanya sosialsiasi ini diharapkan masyarakat akan lebih tau dan memilih membeli produk lokal daripada impro.
Biografi Sutan Syahrir

Biografi Sutan Syahrir

Sutan Syahrir dikenal sebagai seorang pemikir dan juga perintis Republik Indonesia. Ia juga memiliki julukan “Si Kancil” dan "The Smiling Diplomat”. Beliau dikenal sebagai Perdana Menteri pertama Indonesia ketika Indonesia baru saja merdeka. Berkat jasa – jasanya, pemerintah Indonesia memberikan gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Sutan Syahrir lahir di kota Padang Panjang, Sumatera Barat tanggal 5 Maret 1909. Ia memiliki saudara perempuan bernama Rohana Kudus. Ayahnya bernama Mohammad Rasad dengan gelar Maharaja Soetan bin Soetan Leman gelar Soetan Palindih dan ibunya bernama Puti Rabiah yang berasal dari Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat.

Orang tua dari Sutan Syahrir merupakan orang terpandang di Sumatera. Ayahnya menjabat sebagai penasehat Sultan Deli dan menjabat sebagai kepala jaksa atau landraad pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Karena lahir dari keluarga dengan ekonomi berkecukupan, Sutan Syahrir pada zaman kolonial Belanda bias mendapatkan pendidikan dari mulai ELS (Europeesche Lagere School) atau setingkat sekolah dasar.

Setelah menyelesaikan pendidikan di ELS, Syahrir kemudian masuk MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau setingkat sekolah menengah pertama (SMP). Di MULO, Syahrir banyak belajar dari buku – buku asing terbitan Eropa dan karya – karya dari luar. Setelah menamatkan pendidikan di MULO pada tahun 1926, Syahrir pindah ke Bandung dan bersekolah di AMS (Algemene Middelbare School) yang merupakan sekolah termahal dan terbaik di Bandung.

Syahrir dan Dunia Organisasi
Di AMS, Syahrir menjadi mahasiswa terbaik, ia banyak menghabiskan kesehariannya dengan membaca buku – buku terbitan Eropa dan juga mengikuti klub kesenian di sekolahnya. Ia juga aktif dalam klub debat di AMS. Selain itu, Syahrir juga mendirikan sekolah yang bernama Tjahja Volksuniversitet (Cahaya Universitas Rakyat) yang ditujukan kepada anak – anak buta huruf dari keluarga yang kurang mampu.

Pengalaman dalam organisasi membawanya ke dunia politik. Sutan Syahrir dikenal sebagai penggagas berdirinya Jong Indonesie (himpunan pemuda nasionalis) pada tanggal 20 Februari 1927 yang kemudian berubah nama menkajadi Pemuda Indonesia. Pemuda Indonesia kemudian menjadi penggerak dari Kongres Pemuda Indonesia yang selanjutnya melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Sebagai seorang pelajar ketika itu, Syahrir sering dikejar – kejar polisi Belanda di Bandung karena sering membaca berita mengenai pemberontakan PKI yang terjadi pada tahun 1926 yang pada saat itu terlarang untuk dibaca oleh para pelajar. Sutan Syahrir juga merupakan redaksi dari Himpunan Pemuda Nasional yang kerap berurusan dengan kepolisian Bandung karena kerap mengkritik pemerintahan kolonial saat itu.

Kuliah di Belanda dan Menjadi Aktivis Sosialis
Setelah menyelesaikan pendidikannya di AMS, Syahrir kemudian melanjutkan kuliahnya di Belanda. Di Belanda, Syahrir menempuh bangku kuliah di Universitas Amsterdam, Belanda. Selama di Belanda, Syahrir banyak mempelajari teori – teori sosialisme hingga selanjutnya ia dikenal dengan seorang sosialis yang cenderung ke “kiri” dengan sikap radikal terhadap hal – hal yang berbau kapitalisme. Di Belanda, Syahrir bekerja di Sekretariat Federasi Buruh Transportasi Internasional.

Di Belanda, Syahrir berkenalan dengan Salomon Tas yang merupakan Ketua Klub Mahasiswa Sosial Demokrat, dan seorang wanita bernama Maria Duchateau yang kelak menjadi istrinya yang dinikahi pada tahun 1932. Selama di Belanda, Syahrir bergabung dalam Perhimpunan Indonesia (PI) yang dipimpin oleh Mohammad Hatta.

Karena khawatir terhadap pergerakan Pemuda Indonesia di Belanda, pemerintah Belanda kemudian mengawasi secara ketat bahkan melakukan aksi razia seperti memenjarakan para pemimpin pergerakan seperti Ir. Soekarno dan para aktivis lain. Bersama dengan Mohammad Hatta, Sutan Syahrir selalu menyerukan untuk melakukan pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia. Mereka menuangkan tulisan mengenai kemerdekaan Indonesia melalui majalah Daulat Rakjat yang dimiliki oleh Pendidikan Nasional Indonesia.

Melihat menurunnya semangat pergerakan Indonesia akibat pengawasan ketat oleh pemerintah Belanda, Sutan Syahrir pada tahun 1931 memutuskan untuk berhenti kuliah dan kembali ke Indonesia untuk melakukan pergerakan nasional menuju kemerdekaan Indonesia. Pengalaman dalam berorganisasi yang diperoleh Syahrir selama menjadi pelajar membuat ia segera bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI Baru) yang diketuainya pada tahun 1932. Sebagai seorang tokoh yang memiliki pandangan sosialis, Syahrir juga ikut tergabung dalam pergerakan buruh. Tulisan Syahrir mengenai buruh di forum – forum politik membuatnya didaulat menjadi ketua Kongres Kaum Buruh Indonesia.

Memimpin Partai PNI Baru Bersama Bung Hatta
Kembalinya Hatta ke Indonesia dan memimpin PNI Baru bersama Sutan Syahrir membuat Partai PNI Baru cenderung kearah radikal dibanding PNI ketika masa kepemimpinan Soekarno. Hal ini membuat pemerintah Belanda mengawasi PNI Baru secara ketat. Pergerakan PNI Baru dibawah kepemimpinan Hatta dan Sutan Syahrir cenderung kearah radikal dengan bertindak memobilisasi massa besar – besaran yang membuat Sutan Syahrir dan Mohammad Hatta akhirnya ditangkap oleh pemerintah Belanda dan diasingkan ke Boven Digul dan selanjutnya diasingkan ke Banda Neira di Kepulauan Banda selama enam tahun.

Pada masa pendudukan Jepang, Syahrir melakukan pergerakan bawah tanah untuk membangun jaringan persiapan perebutan kemerdekaan tanpa kerjasama dengan Jepang seperti yang dilakukan oleh Soekarno. Syahrir percaya bahwa pendudukan Jepang sudah tidak lama dan Jepang tak mungkin menang melawan Sekutu sehingga Indonesia harus cepat merebut kemerdekaan dari tangan Jepang.

Sutan Syahrir mendesak Soekarno dan Hatta untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945, desakan tersebut juga didukung oleh golongan pemuda kala itu. Namun, Soekarno dan Hatta menolak dan memilih tetap sesuai dengan rencana yaitu tanggal 24 September 1945 seperti yang ditetapkan oleh PPKI yang dibentuk oleh Jepang.

Hal tersebut mengundang kekecewaan bagi para pemuda Indonesia terlebih ketika mereka tau bahwa Jepang telah menyerah dan kalah dari Sekutu. Alasan inilah yang kemudian membuat para pemuda menculik Soekarno dan Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 dan membawanya ke Rengasdengklok dengan tujuan menjauhkan keduanya dari pengaruh Jepang serta mendesak agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Menjadi Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia
Akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pasca kemerdekaan Indonesia, Sutan Syahrir ditunjuk oleh Soekarno menjadi Perdana Menteri pertama Republik Indonesia dan menjadi perdana Menteri termuda di dunia dengan usia 36 tahun. Selain itu, ia juga merangkap menjadi Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang baru saja merdeka. Tulisannya yang terkenal adalah Perjuangan Kita.

Pasca kemerdekaan, Syahrir yang menjabat sebagai Perdana Menteri yang pernah diculik oleh kaum Persatuan Perjuangan pada tanggal 26 Juni 1946 yang kecewa atas diplomasi yang dilakukan oleh Sutan Syahrir dengan Kabinet Syahrir II kepada pemerintah Belanda yang ingin merebut kembali Indonesia. Dalam diplomasinya, Syahrir hanya menuntut pengakuan atas wilayah Jawa dan Madura sebagai wilayah Indonesia, namun kaum Persatuan Perjuangan menginginkan kemerdekaan sepenuhnya yang mencakup seluruh wilayah Nusantara yang dicetuskan oleh Tan Malaka.

Penculikan Sutan Syahrir
Kaum Persatuan Perjuangan yang menculik Sutan Syahrir dipimpin oleh Mayor Jendral Soedarsono dan termasuk Tan Malaka didalamnya. Ada juga yang menyebutkan Jenderal Besar Sudirman ikut terlibat dalam penculikan tersebut. Ketika terjadi penculikan atas Syahrir, Soekarno ketika itu marah besar. Pada tanggal 1 Juli 1946, 14 pimpinan yang melakukan penculikan ditangkap salah satunya adalah Tan Malaka dan dipenjarakan oleh polisi Surakarta di penjara Wirogunan.

Pada tanggal 2 Juli 1946, Mayor Jenderal Soedarsono kemudian menyerbu penjara tersebut dan berhasil membebaskan pimpinan aksi penculikan Sutan Syahrir. Hingga Presiden Soekarno kemudian memerintahkan Soeharto yang kala itu bertugas di Surakarta ditugaskan untuk menangkap Mayor Jenderal Soedarsono yang akhirnya berhasil ditangkap oleh pasukan pengawal presiden. Peristiwa tersebut kemudian dianggap sebagai kudeta pertama bagi Republik Indonesia yang mengalami kegagalan. Selanjutnya, pada tanggal 2 Oktober 1946, Syahrir kembali menjadi Perdana Menteri dan kemudian melanjutkan Perundingan Linggarjati pada tanggal 15 November 1946.

Ahli Diplomasi Indonesia di Kancah Internasional
Syahrir juga dikenal sebagai ketua BK KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat), beliau juga merupakan perancang dari kabinet presidensil menjadi kabinet parlementer. Sebagai Perdana Menteri, Syahrir telah melakukan perubahan kabinet sebanyak tiga kali yaitu Kabinet Syahrir I, Syahrir II dan Syahrir III. Syahrir juga dikenal sebagai tokoh yang konsisten dalam memperjuangkan kedaulatan Indonesia di kancah Internasional melalui jalur diplomasi.

Meskipun pada tahun 1947 Syahrir tidak menjadi perdana Menteri, namun ia tetap aktif memperjuangkan kedaulatan di forum Internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan ditunjuknya Syahrir sebagai wakil Indonesia di PBB bersama Haji Agus Salim. Ketika Indonesia digempur agresi militer Belanda pada tahun 1947, Syahrir berpidato mengenai kedaulatan Indonesia dan perjuangan bangsa merebut kemerdekaan di tanah mereka sendiri. Argumen yang dikeluarkan Syahrir tentang kedaulatan dan perjuangan bangsa Indonesia mampu mematahkan argument Eelco van Kleffens dari Belanda. Diplomasi Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir yang membuat PBB ikut campur dalam permasalahan Indonesia-Belanda yang berakhir pada desakan Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia.

Mendirikan Partai Sosialis Indonesia
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri, Syahrir kemudian menjadi penasiat Presiden Soekrano dan menjadi Duta Besar untuk Indonesia. Pada tahun 1948, Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang berhaluan kiri dengan dasar ajaran dari Marx-Engels yang menjunjung tinggi derajat manusia. Pada tahun ini, ia berpisah dengan Maria Duchateau.

Sutan Syahrir Ditangkap dan Wafat
Selanjutnya, pada tahun 1951, Syahrir menikah dengan wanita Indonesia bernama Wahyunah yang memberinya dua anak bernama Kriya Arsyah Sjahrir dan Siti Rabyah Parvati Sjahrir. Kemudian pada tahun 1955, setelah partainya gagal dalam pemilihan umum, hubungannya dengan Presiden Soekarno renggang dan memburuk. Hingga pada tahun 1960, PSI akhirnya dibubarkan. Kemudian pada tahun 1962 Sutan Syahrir ditangkap dan dipenjara tanpa diadili, hingga tahun 1965 ia kemudian menderita penyakit stroke. Akhirnya pemerintah mengizinkan Sutan Syahrir berobat di Zurich, Swiss. Pada tanggal 9 April 1966, Syahrir meninggal dan dimakamkan di Makam Pahawan, Kalibata, Jakarta. Sebagai tanda jasa, Indonesia memberikan gelar Pahlawan Indonesia melalui Keppres Nomer 76 tahun 1966.