Teori Asal - Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori Asal - Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Keberadaan manusia di Nusantara diperkirakan memiliki beberapa teori dalam hal kedatangannya. Teori - teori tersebut menyebutkan bagaimana bangsa Indonesia mendiami wilayah Indonesia. Berikut adalah teori - teori asal - usul nenek moyang Bangsa Indonesia.


1. TEORI OUT OF AFRICA
Teori Out of Africa meyakini bahwa manusia modern di dunia berasal dari Afrika. Dasar dari teori ini adalah berasal dari genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan gen laki - laki. Menurut Max Ingman, seorang ahli dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa manusia modern yang ada sekarang ini berasal dari Afrika antara kurun waktu 100 ribu - 200 ribu tahun yang lalu. Dari Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia. Penelitian Ingman tidak menyebutkan bahwa gen manusia modern merupakan percampuran dengan gen spesies manusia purba.

Manusia Afrika melakukan migrasi ke luar Afrika diperkirakan sekitar 50.000 - 70.000 tahun silam. Perpindahan manusia purba di Afrika diperkirakan karena pola hidup mereka yang nomaden atau berpindah - pindah menyesuaikan hewan buruan. Ketika populasi manusia purba di Afrika meledak sedangkan hewan buruan semakin sedikit, memaksa manusai purba Afrika untuk mencari hewan buruan di tempat lain salah satu pilihannya adalah keluar dari Afrika. Tujuan awal mereka adalah Asia Barat dengan melewati lembah Sungai Nil, melintasi Semenanjung Sinai ke utara melewati Arab Levant dan selanjutnya melewati Laut Merah. Pada 70.000 tahun yang lalu memasuki masa glasial terakhir, permukaan laut menjadi lebih dangkal karena air masih berbentuk gletser. Dengan keadaan tersebut sangat dimungkinkan melakukan penyebarangan dengan menggunakan perahu primitif.

Setelah sampai di Asia, beberapa kelompok tinggal sementara di Timur Tengah, sedangkan yang lain melanjutkan perjalanan menuju Semenanjung Arab menuju ke India, Asia Timur, Indonesia dan bahkan ke Barat Daya Australia menggunakan teknologi rakit dan perahu sederhana yang dikembangkan oleh manusia purba, dengan ditemukannya fosil laki - laki di Lake Mungo. Para ahli menggolongkan ras awal ini dengan nama Austalomelanesoid. Jejak paling kuat untuk membuktikan Teori Out of Afrika sampai ke Australia ini adalah dengan menggunakan jejak genetika.

2. TEORI YUNAN
Teori Yunan menyebutkan bahwa asal - usul nenek moyang kita berasal dari Yunan, Cina. Teori ini didukung oleh Moh. Ali yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa - bangsa yang lebih kuat sehingga mencari tempat perlindungan dengan bermigrasi ke arah selatan. Selain Moh. Ali, teori ini juga didukung R.H. Geldern dan J.H.C. Kern. Dasar keduanya adalah :
  • Penemuan kapak tua di wilayah Nusantara yang memiliki kemiripan dengan kapak tua yang ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya kemiripan tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi migrasi di wilayah Asia Tenggara.
  • Bahasa Melayu yang berkembang di wilayah Nusantara memiliki kemiripan dengan bahasa Champa, Kamboja. Hal ini dimungkinkan adanya penyebaran penduduk Champa yang ada di dataran Yunnan, Kamboja menyusuri Sungai Mekong yang selanjutnya menuju Nusantara.
Menurut teori ini penyebaran penduduk Indonesia selanjutnya terbagi menjadi tiga gelombang yaitu gelombang orang negrito, proto melayu dan deutro melayu.

  • Orang Negrito
    Orang negrito diperkirakan memasuki wilayah Kepulauan Nusantara sejak 1000 SM. Para ahli meyakini bahwa orang negrito adalah penduduk paling awal wilayah Kepulauan Nusantara. Hal ini dikaitkan dengan penemuan arkeologi di gua Cha, Malaysia. Pada perkembangannya, orang Negrito kemudian menurunkan orang Semang. Ciri fisik dari orang Negrito diantaranya berkulit gelap, rambut keriting, hidung lebar dan bibir tebal. Diwilayah Indonesia, ras Negrito terbanyak mendiami wilayah timur salah satunya adalah Papua. Keturunan ini yang berada di wilayah Indonesia diantaranya terdapat di pedalaman Riau yaitu suku Siak (Sakai) dan Papua melanesoid yang mendiami pulau Papua dan Melanesia.
  • Proto Melayu
    Perpindahan orang Proto Melayu ke Indonesia diperkirakan terjadi sejak 2500 SM. Sebutan Proto Melayu adalah penyebutan orang - orang yang melakukan migrasi pada gelombang pertama ke wilayah Nusantara. Yang termasuk orang - orang Proto Melayu diantaranya suku Toraja, Dayak, Sasak, Nias, Rejang, dan Batak. Orang Proto Melayu memiliki keahlian bercocok tanam lebih baik daripada orang Negrito.
  • Deutro Melayu
    Deutro Melayu merupakan pendatang kedua dari orang - orang Melayu. Diperkirakan migrasi Deutro Melayu ke Indonesia terjadi pada 1500 SM. Suku bangsa Deutro Melayu diantaranya menurunkan orang Minangkabau, Aceh, Sunda, Jawa, Melayu, Betawi dan Manado.
Seperti yang dijelaskan pada Teori Out of Afrika, penghuni awal dari Nusantara adalah bangsa Australomelanesoid. Kedatangan ras baru yaitu ras Melayu menyebabkan terjadinya percampuran budaya diantara keduanya. Ras Melayu awal yang datang yaitu ras Proto Melayu yang datang dari Filipina kemudian menyebar ke Sulawesi untuk selanjutnya menyebar ke pelosok Nusantara. Kebudayaan yang dibawa sering disebut dengan kebudayaan Neolitik. Barulah periode berikutnya Deutro Melayu atau Melayu Muda datang dari semenanjung Malaya dan menyebar ke penjuru Indonesia.

3. TEORI NUSANTARA
Teori Nusantara meyakini bahwa asal - usul bangsa Indonesia berasal dari Nusantara sendiri. Teori ini antara lain didukung oleh Muhammad Yamin, Gorys Keraf dan J. Crawford. Teori ini dilandasi beberapa argumen, diantaranya :
  • Adanya keyakinan peradaban tinggi bangsa melayu yang diperkirakan merupakan pencapaian perkembangan dari budaya sebelumnya sebagai kebudayaan asli dari bangsa Nusantara.
  • Persamaan bahasa Melayu dan Champa dianggap hanya suatu kebetulan.
  • Adanya kemungkinan bahwa orang Melayu merupakan keturunanan Homo Soloensis dan Homo Wajakensis
  • Adanya perbedaan bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara dengan di Indo-Eropa yang berkembang di Asia Tengah.
4. TEORI OUT OF TAIWAN
Teori Out of Taiwan meyakini bahwa bangsa Indonesia berasal dari Taiwan, bukan dataran Cina. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak. Menurut pendekatan linguitic, bahasa - bahasa yang digunakan suku - suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama yaitu rumpun Austronesia. Dapat disimpulkan bahwa akar dari keseluruhan cabang yang digunakan leluhur Nusantara berasal dari bahasa yang sama yaitu berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan. Selain itu, menurut riset genetika yang dilakukan pada ribuan kromosom tidak menemukan adanya kecocokan pola genetik dengan wilayah Cina.
Jual Buku Bank Soal Sejarah SMA / MA karya Gregorius Andika Ariwibowo dkk

Jual Buku Bank Soal Sejarah SMA / MA karya Gregorius Andika Ariwibowo dkk

Jual buku Bank Soal Sejarah SMA / MA karangan Gregorius Andika Ariwibowo, Endar Wismulyani dan Wahjudi Djaja. Buku bank soal ini menyajikan soal - soal sejarah baik wajib maupun peminatan. Soal - soal di buku ini terbagi menjadi dua jenis yaitu pilihan ganda dan uraian yang disertai kunci jawaban. Buku ini sangat penting bagi guru kaitannya dalam pembuatan bahan evaluasi siswa. Disini idsejarah.net menawarkan bagi bapak ibu guru yang berminat untuk memesan buku copyan buku ini dengan menghubungi kami di WA 0895320135663 untuk ketersediaan barang. Terimakasih.

Krisis Terusan Suez

Krisis Terusan Suez

Terusan Suez memiliki letak yang sangat strategis karena terusan ini merupakan pemisah antara Eropa, Asia dan Afrika. Hal tersebut kemudian memunculkan berbagai konflik diantaranya :

1. Penguasaan Inggris di Mesir
Inggris sebagai penguasa lautan memiliki banyak wilayah jajahan diantaranya adalah Terusan Suez yang sangat penting dan dianggap key to India. Khedive Ismail (1863 - 1879) sebagai raja muda Mesir memiliki kebiasaan buruk yaitu suka menghambur - hamburkan uang. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan Inggris dengan menawarkan membeli semua saham Mesir yang bernilai 100 juta franc. Sejak saat itu Inggrislah yang kemudian menjadi pemegang saham atas Terusan Suez dan saat itu pula Terusan Suez berubah nama menjadi perusahaan Suez Canal Company (1875).

Ketika Khedive Ismail kehabisan uang, ia meminjam uang kepada Inggris. Inggris kemudian meminjamkan uang sebanyak mungkin hingga Mesir tidak mampu membayarnya. Dengan alasan bahwa Mesir tidak mampu menyelenggarakan pemerintahannya dengan baik, maka Inggris dan Perancis kemudian menempatkan orang - orangnya dalam pemerintahan Mesir. Tidakan Inggris dan Perancis tersebut memunculkan reaksi dari Arabi Pasha yang menginginkan pemerintahan Mesir diperintah oleh bangsa Mesir sendiri. Perlawanan Arabi Pasha dihadapi Inggris dengan kekuatan fisik dan berakhir dengan kemenangan Inggris atas Mesir (1882).

Setelah Perang Dunia I, pihak Tripple Alliance sebagai pihak yang kalah dalam Perang Dunia I dipaksa mengakui penandatanganan Universal Declaration (1922) yang berisi pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Mesir dan menjadikan Mesir sebagai pangkalan operasi Inggris. Kedudukan Mesir diperkuat dengan perjanjian persekutuan Mesir antara lain izin untuk Inggris membuat pangkalan angkatan udara, pelabuhan, amupun alat - alat hubungan Mesir dan dapat mempertahankan Terusan Suez dengan tentara sebanyak 10.000 orang dan 400 juru terbang hingga angkatan Mesir cukup  kuat untuk menggantikannya (1936). Persetujuan tersebut berlaku 20 tahun dari tahun 1936 - 1956. Dengan demikian Inggris menguasai Terusan Suez dengan kokoh, sehingga kepentingan politik, ekonomi dan militer Inggris dapat lebih terjamin.


2. Nasionalisasi Terusan Suez
Pada abad 20 mulai muncul jiwa nasionalisme di negara - negara berkembang di Asia - Afrika. Iran dibawah perdana menteri Mossadegh menasionalisasi perusahaan minyak Inggris Anglo Iranian Oil Company (AIOC) menjadi Nasional Iranian Oil Company (NIOC) pada tahun 1953.

Jejak Iran yang menasionalisasi perusahaan minyak diikuti oleh presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dengan menasionalisasikan Suez Canal Company pada tahun 1956. Tindakan yang merugikan pihak Inggris - Perancis selaku pemegang saham kemudian merespon dengan melakukan serangan militer atas Terusan Suez yang dianggap menyalahi aturan Suez Canal Convention. Israel sebagai pihak yang dilarang melalui Terusan Suez memanfaatkan kemelut di Terusan Suez dengan menduduki Teluk Aqaba yang terletak diantara Semenanjung Arab dengan Semenanjung Sinai. Dengan pendudukan tersebut, Israel memperoleh pelabuhan di tepi Laut Merah sehingga hubungan ke Laut Tengah tidak terhalang.

Karena serangan dari negara - negar Barat, Mesir kemudian meminta bantuan senjata kepada Rusia yang notabene adalah pihak lawan dari negara - negara Barat. Kesempatan ini dimanfaatkan Rusia guna memberi pengaruh di Mesir yang dianggapnya sebagai wilayah yang strategis. Hal ini tidak disenangi oleh negara - negara Barat terutama Amerika Serikat. Atas desakan Amerika Serikat kepada Inggris dan Perancis, maka selanjutnya Inggris dan Perancis menarik pasukannya dan sebagai gantinya Mesir memberi ganti rugi perang kepada pemegang saham Suez (Inggris dan Perancis) sebesar $81.221.000. Dan sejak saat itu Terusan Suez dimiliki Mesir (1958).

3. Perang Mesir - Israel
Israel sebagai pihak yang dimusuhi negara - negara Arab melancarkan serangan mendadak di Semenanjung Sinai hingga bagian selatan Terusan Suez (1967). Akibatnya, Mesir menutup Terusan Suez dengan menenggelamkan kapal - kapal dan menempatkan alat peledak di dasar terusan. Dari serangan tersebut, Mesir mengalami kerugian sebesar $2 milyar (1967 - 1975). Disisi lain dunia juga mengalami kerugian akibat penutupan tersebut karena kapal - kapal yang semula melalui rute Terusan Suez harus memutar melalui Afrika Selatan.

Diperkirakan kerugian dunia sebanyak $2 milyar setiap tahunnya. Oleh karena itu, PBB turun tangan dengan menjaga wilayah tersebut dengan mendaratkan United Nations Emergency Force (UNEF). Terusan Suez kembali dibuka pada tahun 1975 pada masa pemerintahan Presiden Anwar Sadat, yang kemudian ditingkatkan lebar dan kedalamannya agar kapal - kapal tengker berukuran besar bisa melewatinya ketika berpapasan dengan kapal lain.

Pada tahun 1979 pendapatan pajak Mesir mencapai $600 juta dan diharapkan pada tahun 1982 mencapai $1 milyar. Permasalahan Mesir - Israel pada akhirnya ditengahi dengan prakarsa perdamaian Mesir Israel oleh Presiden Jimmy Carter dari Amerika Serikat di Camp David (1977) yang berisi bahwa Israel akan meninggalkan Terusan Suez dan Sinai berangsur - angsur dengan ganti rugi Israel mendapat bantuan berupa uang dari Amerika Serikat.
Revolusi Amerika (1775-1783)

Revolusi Amerika (1775-1783)

Revolusi Amerika merupakan suatu perubahan Amerika Serikat yang sebelumnya merupakan negara koloni Britania Raya selanjutnya melepaskan diri dan mendirikan negara yang merdeka. Dalam Revolusi Amerika tidak hanya Amerika dan Britania Raya saja yang terlibat melainkan juga Prancis, Belanda dan Spanyol. Perang revolusi tersebut kemudian dimenangkan oleh Amerika Serikat yang kemudian muncul sebagai salah satu negara adidaya di dunia.

Sejarah Singkat Ditemukannya Benua Amerika
Sejarah mencatat benua Amerika ditemukan oleh Cristopher Colombus pada tahun 1492 yang mengira bahwa tanah yang ia pijak saat itu adalah India. Setelahnya, pada abad ke 16 seorang navigator Amerigo Vespucci dari Florence, Italia, datang ke Amerika. Kedatangan Vespucci menyadarkan orang – orang Eropa bahwa tanah yang ditemukan Cristopher Colombus merupakan tanah baru yang belum pernah ditemukan oleh orang Eropa. Pada tahun berikutnya setelah kedatangan Colombus dan Vespucci dimulailah migrasi orang – orang Eropa ke Amerika Utara, sedangkan Portugis dan Spanyol ke Amerika Selatan.

Pembentukan Koloni di Amerika Utara
Kedatangan orang – orang Eropa ke Amerika sebagian besar dilatarbelakangi harapan mereka menjalankan agama mereka (Protestan) secara bebas tanpa tekanan dari penguasa Eropa yang umumnya merupakan penganut Katholik. Di benua baru tersebut kaum koloni (sebutan bagi orang Eropa yang mendirikan wilayah di Amerika) melaksanakan norma – norma Protestan secara ketat sehingga disebut juga kaum puritan. Setelah jumlah pendatang semakin banyak, mereka kemudian mendirikan koloni – koloni baru terlepas dari campur tangan pemerintah Inggris.

Koloni – koloni yang berdiri bercirikan otonom atau bebas dari negeri induk. Beberapa koloni diantaranya koloni Virginia, Meryland, Pennsylvania, New England, New York dan sebagainya. Hingga menjelang Revolusi Amerika tahun 1776, telah terbentuk setidaknya 13 koloni di Amerika Utara yang nantinya akan menjadi perintis revolusi dan membentuk negara Amerika Serikat.

Latar Belakang Revolusi Amerika Serikat
Ada beberapa penyebab munculnya Revolusi Amerika, diantaranya :

1. Perang Tujuh Tahun 1756-1763
Persaingan memperebutkan wilayah baru di Amerika menyebabkan munculnya konflik diantara Inggris dan Perancis. Wilayah jajahan atau koloni Inggris tersebar di Amerika Utara dan di sepanjang pantai Amerika Timur. Sedangkan wilayah pantai selatan, sepanjang Sungai Mississippi (Louisiana) hingga Kanada merupakan daerah jajahan Perancis. Pergerakan Inggris yang terus memperluas tanah jajahannya ke arah barat menyebabkan dilanggarnya batas jajahan Prancis oleh Inggris.

Hal tersebut memicu ketegangan antara Inggris dan Prancis yang mengarah pada peperangan. Terjadi tembak menembak diantara keduanya yaitu pasukan Prancis dan koloni Inggis (warga Amerika) di dekat benteng Duquene (Pittsbrugh) yang merupakan wilayah Prancis. Pada peperangan tersebut, Prancis kalah pada tahun 1763 dan dibuatlah perjanjian perdamaian Paris yang berisi :
  • Wilayah Kanada dan Lousiana di timur Mississipi menjadi milik Inggris.
  • Setelah penandatanganan perjanjian tersebut berdampak pada semakin kuatnya dominasi Inggris di kawasan Amerika Utara dan selain Asia Selatan.

2. Pemberlakuan Pajak terhadap Rakyat Koloni Amerika oleh Inggris
Layaknya sebuah wilayah koloni, Amerika sebagai negara bawahan Inggris mendapat sejumlah pemberlakuan pajak yang nantinya uang hasil pajak tersebut diserahkan kepada Inggris, diantaranya :
  • Sugar Act (undang – undang gula, 1764) pajak terhadap import gula kaum koloni Amerika
  • Stamp Act (undang – undang materai, 1765) pemberlakuan pajak materai terhadap segala dokumen yang dikeluarkan Amerika
  • Townsend Act (undang – undang tawnsend) yaitu pemberlakuan pajak terhadap timah, cat, gelas dan kertas.
  • Tea Act (undang – undang teh, 1773) yaitu aturan monopoli teh yang berisi pengharusan kaum koloni membeli teh hanya kepada EIC (Kongsi dagang Inggris)

3. Adanya Paham Kebebasan dalam Berpolitik
Koloni Amerika berasal bukan dari Inggris, melainkan dari pelarian orang – orang Inggris yang menginginkan kebebasan setelah mendapat tekanan dari Inggris dalam hal agama, sosial, ekonomi dan politik. Kaum koloni menyatakan bahwa mereka merupakan manusia yang merdeka yang membangun koloni di tempat baru. Paham kebebasan tersebut bertentangan dengan Inggris yang menganggap bahwa koloni Amerika merupakan bawahan dari Inggris. Hal tersebut didasarkan pada Perjanjian Paris 1763.

4. Adanya Paham Kebebasan dalam Perdagangan
Kaum koloni menganut paham kebebasan dalam perdagangan. Hal tersebut bertentangan dengan paham pemerintah Inggris yang mengaggap memiliki kuasa atas koloni Amerika. Oleh sebab itu, Inggris kemudian memerintahkan agar hasil bumi dari koloni Amerika dijual kepada negara Induk yaitu Inggris. Disisi lain, koloni Amerika diwajibkan membeli hasil industri dari negara induk. Kaum koloni menolak adanya monopoli dan menghendaki adanya kebebasan dalam hal perdagangan.

5. Peristiwa The Boston Tea Party (1773)
Boston Tea Party merupakan peristiwa dimana dilakukan pecahnya perang terhadap Inggris dari koloni Amerika. Peristiwa The Boston Tea Party merupakan awal meletusnya Revolusi Amerika. Pada saat itu, pemerintah Inggris memasukkan teh ke pelabuhan Boston, Amerika. Pada malam hari, muatan teh tersebut dibuang ke laut oleh orang Amerika yang menyamar sebagai orang Indian suku Mohawk. Hal ini kemudian menimbulkan kemarahan pemerintah Inggris yang pada saat itu dipimpin oleh Raja George III menuntut pertanggungjawaban kepada Amerika. Namun penduduk koloni tidak ada yang mau bertanggung jawab sehingga menimbulkan pertempuran yang selanjutnya terjadi Revolusi Amerika.

Revolusi dan Perang Kemerdekaan Amerika
Reaksi Pemberlakuan Pajak
Penolakan koloni Amerika terhadap Inggris semakin bersifat radikal. Kelompok paling keras melakukan propaganda penolakan pajak yaitu kelompok Sons of Liberty yang dipimpin oleh Samuel Adam. Tindakan kelompok tersebut yang paling terkenal adalah pemboikotan terhadap teh – teh Inggris dengan melakukan pembuangan terhadap muatan teh yang diangkut kapal ketika sedang merapat ke pelabuhan Boston. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 16 Desember 1773 tersebut kemudian dinamakan The Boston Tea Party yang menjadi pemicu Revolusi Amerika.

Kongres Masyarakat Koloni Amerika
Peristiwa pembuangan teh di pelabuhan Boston mendorong Raja George III dari Inggris mengambil tindakan tegas. Inggris mengirimkan pasukan ke Amerika guna memaksa mereka membayar pajak dan menghentikan pemberontakan. Dalam upayanya, pasukan Inggris terlibat bentrok dengan koloni Amerika di Desa Lexington dan Concord Raid (tetapi ketika meletus perang pertama, koloni Amerika belum terpikirkan mendirikan suatu negara).

Sebagai raksi dari pertempuran pertama, maka pada bulan Oktober 1774 diadakan pertemuan bersama 13 koloni di Philadelphia. Pertemuan tersebut selanjutnya dikenal dengan nama Kongres I yang menghasilkan pernyataan sikap yaitu :
  • Menghentikan segala hubungan dagang dengan Inggris sampai dihapuskannya pajak – pajak yang menindas kaum koloni Amerika
  • Menyerukan segenap kaum koloni mempersiapkan diri menyongsong perang

Pada kongres pertama, kaum koloni belum membicarakan perihal kemerdekaan Amerika dan belum memiliki kejelasan sikap tentang motivasi apa yang melatarbelakangi mereka melakukan perlawanan kepada Inggris. Maka pada tahun 1775 diadakan Kongres II bersama 13 koloni yang kemudian mendapatkan pernyataan sikap tidak mengakui wewenang parlemen Inggris atas kaum koloni Amerika. Pada kongres tersebut kaum koloni belum membicarakan mengenai kemerdekaan. Mereka melakukan pertempuran atas dasar perlakuan penindasan Inggris oleh aturan – aturan yang diberlakukan. Akan tetapi hal tersebut berubah setelah tahun 1776 orang Amerika membaca buku Thomas Paine, Common Sense.

Pada bulan Juli 1776 diadakan Kongres III dengan putusan sebagai berikut
  • Pendeklarasian kemerdekaan (Declaration of Independence) pada tanggal 4 Juli 1776 yang sekaligus menandai berdirinya Amerika Serikat
  • Deklarasi yang disusun oleh Thomas Jefferson, Benjamin Franklin dan John Adams tersebut kemudian dibacakan dihadapan rakyat koloni di lapangan State House.

Pendeklarasian kemerdekaan Amerika kemudian mengundang raksi hebat dari Inggris. Selanjutnya terjadilah perang kemerdekaan Amerika. Dalam perang kemerdekaan, Amerika dibantu oleh Prancis dibawah Jenderal Lafayette. Selain Prancis, Spanyol juga ikut membantu Amerika. Pada tahun 1783 setelah melalui pertempuran Yorktown pasukan Amerika Serikat dibawah pimpinan George Washington berhasil mengalahkan Jenderal Cornwallis yang memimpin seluruh tentara Inggris di Amerika beserta 7000 pasukannya pada tanggal 19 Oktober 1781. Pada akhirnya tanggal 3 September 1783 ditandatangani Perjanjian Paris yang berisi bahwa Inggris mengakui kemerdekaan Amerika Serikat tetapi kanada tetap berada dibawah kekuasaan Inggris.

Penyusunan Pemerintahan
  1. Declaration of Independence 1776 merupakan dokumen pertama sebagai sumber pemerintah Amerika Serikat mengenai pengauan hak asasi manusia menyangkut 
    • Hak hidup 
    • Hak kemerdekaan 
    • Hak kebebasan 
    • Hak mendapatkan kebahagiaan
  2. Articles of Confederation adalah undang – undang negara serikat yang memiliki fungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pemerintahan sementara sampai konstitusi Amerika Serikat terbentuk. Undang – undang tersebut mengatur hubungan antara negara bagian dan kongres yang bertindak sebagai penyelenggaraan pemerintah atau pemerintah pusat.
  3. Constitution of United State of America yaitu undang – undang konstitusi Amerika Serikat yang disusun oleh James Madison dengan lampiran 12 amandeman.
  4. Bill of Rights adalah amandemen dari konstitusi Amerika Serikat yang memuat tentang pengakuan terhadap hak – hak warga negara dan negara – negara bagian.

Pengaruh Revolusi Amerika
Revolusi Amerika yang berlangsung selam 7 tahun memberikan pengaruh besar diantaranya :
  1. Munculnya adidaya baru yang memiliki pengaruh luas terhadap perkembangan dunia. Banyak peristiwa – peristiwa penting di dunia yang tidak terlepas dari pengaruh Amerika Serikat.
  2. Berkembangnya faham liberalisme dan pemikiran demokrasi yang selanjutnya menjadi pendorong Revolusi Perancis.
  3. Paham liberalisme juga mendorong Amerika Latin memerdekakan diri diantaranya pergerakan Simon Bolivar dan Jose De San Martin.

Sumber hariansejarah.id
Kelebihan dan Kekurangan Teori Masuknya Hindu dan Buddha ke Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Teori Masuknya Hindu dan Buddha ke Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak kerajaan Hindu dan Buddha yang berdiri di Nusantara. Pertanyaannya adalah bagaimana Hindu dan Buddha bisa sampai ke Nusantara pada masa lampau. Nah pada artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana kelebihan dan kekurangan dari masing - masing teori masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia.

Teori Brahmana
Teori brahmana meyakini bahwa Hindu masuk ke Indonesia yaitu melalui kaum brahmana atau para pendeta. Teori ini diperkuat dengan adanya prasasti - prasasti di Indonesia yang beraksara Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Hanya kaum brahmanalah yang dapat menguasai bahasa ini, sedangkan yang lain tidak. Hanya kaum brahmanalah yang mengetahui secara utuh dan benar bagaimana ajaran agama Hindu. Para Brahmana diperkirakan diundang oleh para kepala suku untuk menghindukan masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Pendukung teori ini adalah J.C. van Leur.

Kelebihan teori brahmana :
  • Kaum brahmana adalah satu - satunya kaum yang paling memahami ajaran Hindu. Kaum brahmana memonopoli keagamaan Hindu dari tata cara upacara dan penghinduan. 
  • Bahasa Sansekerta hanya bisa dikuasai oleh para brahmana. Disisi lain prasasti - prasasti yang ada di Indonesia menggunakan bahasa Sansekerta dan berhuruf Pallawa yang semakin memperkuat bahwa yang menyebarkan agama Hindu dan Buddha adalah para brahmana. 
  • Di India hanya kaum brahmana yang bisa membaca kitab Weda.
  • Karena para raja di Nusantara ingin diakui sebagai raja yang sah menurut agama, maka para raja di Nusantara mengundang para brahmana di India untuk melaksanakan upacara penghinduan yang disebut Upacara Vratyastoma.
  •  Ketika menobatkan raja untuk masuk ke India, para brahmana pasti membawa kitab Weda untuk ditinggalkan di Nusantara sebelum mereka kembali ke India. Kitab ini nantinya akan dipelajari oleh raja dan digunakan untuk menyebarkan agama.
  • Karena raja telah mengenal brahmana maka secara khusus raja meminta brahmana untuk tinggal dan mengajar di istananya agar kerajaan tersebut lebih mengetahui ajaran agama Hindu yang utuh.
Kelemahan teori Brahmana
  • Menurut ajaran Hindu kuno, seorang brahmana memiliki pantangan untuk menyebrangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya. Apabila brahmana tersebut melanggar, maka ia akan kehilangan hak atas kastanya.
  • Mempelajari bahasa Sansekerta merupakan hal yang sulit jadi tidak mungkin dilakukan oleh raja - raja di Indonesia yang mendapat kitab weda.

Teori Waisya
Teori ini mempercayai bahwa penyebar agama Hindu dan Buddha berasal dari golongan waisya atau pedagang yang merupakan golongan terbesar dari masyarakat India yang berinteraksi secara langsung dengan masyarakat Nusantara. Dalam teori ini dianggap pedagang India telah memperkenalkan Hindu dan Buddha kepada masyarakat lokal dalam masa jeda perdagangan. Masa jeda ini merupakan masa dimana musim angin sedang buruk. Pada saat mereka menunggu musim angin yang baik untuk berlayar ke India, pada sela - sela waktu menunggu dimanfaatkan untuk menyebarkan agama Hindu dan Buddha. Teori ini diyakini oleh N.J. Krom.

Kelebihan
Kegiatan jual beli merupakan interaksi secara langsung yang sangat berpotensi persinggungan budaya antara orang Nusantara dan India. Sehingga perdagangan menjadi salah satu saluran Hinduisasi yang sangat dimungkinkan.

Kelemahan
  • Para pedagang atau kasta waisya tidak menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.
  • Motif pedagang India hanya sebatas berdagang. Mereka tidak memberikan perubahan berarti pada penyebaran agama Hindu.
  • Meskipun banyak ditemukan perkampungan India di Indonesia, kedudukan mereka tak jauh berbeda dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka yang tinggal menetap tidak membawa perubahan yang besar dalam tatanegara dan kehidupan bermasyarakat.
  • Kaum waisya tidak memiliki tugas menyebarkan agama Hindu. Yang berhak menyebarkan agama Hindu adalah kaum brahmana. Lagi pula kaum waisya tidak menguasai kitab Weda sehingga mereka tidak memahami bagaimana hindu secara utuh. 
  • Tulisan di prasasti menggunakan bahasa Sansekerta dan beraksara Pallawa yang hanya dikuasai brahmana.

Teori Ksatria
Teori Ksatria meyakini ajaran agama Hindu dan Buddha disebarkan oleh golongan ksatria baik itu prajurit maupun bangsawan. Menurut teori ini, dahulu pada abad ke 2 Masehi, ketika kerajaan - kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan kekuasaan, para ksatria yang kalah perang melarikan diri ke Nusantara. Sesampainya di Indonesia, mereka kemudian mendirikan kerajaan - kerajaan dengan corak Hindu dan Buddha. Teori ini diyakini oleh C.C. Berg, Mookerji dan J.L. Moens.

Kelemahan
Ksatria tidak menguasai bahasa Sansekerta. Selain itu, tidak ada sumber yang menyebutkan adanya perpindahan ksatria India ke Nusantara.

Teori Sudra
Teori sudra meyakini bahwa Hindu dan Buddha dibawa oleh kaum sudra atau para budak yang bermigrasi ke Nusantara. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik daripada di India. Mereka menetap dan kemudian menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha kepada mereka yang masih beraliran animisme dan dinamisme. Teori ini diyakini oleh van Faber.

Kelebihan
  • Orang - orang sudra pasti menginginkan penghidupan yang lebih baik salah satunya dengan pergi ke tempat lain.
Kelemahan
  • Tidak menguasasi Sansekerta
  • Kasta sudra tidk memiliki ilmu pengetahuan atau pendidikan
  • Biasanya para budak memiliki tuan, maka pastilah kasta yang lebih tinggi yang membawa kasta sudra ke nusantara.
Teori Arus Balik
Teori ini meyakini bahwa tersebarnya Hindu dan Buddha ke Indonesia akibat adanya orang - orang Nusantara yang pergi ke India membawa kembali kebudayaan India yaitu pada agama Hindu dan Buddha ke Indonesia. Kelemahan teori ini adalah tidak mungkin orang Indonesia pergi ke India dengan maksud belajar agama dan budaya Hindu dan Buddha karena masyarakat Indonesia pada masa itu masih pasif.
Biografi Mikhail Gorbachev

Biografi Mikhail Gorbachev

Gorbachev lahir pada tanggal 2 Maret 1931 di Krai Stavropol. Ia berasal dari keluarga Ukraina-Rusia yang tinggal di sebuah desa kecil tempat ayahnya bekerja sebagai montir pertanian. Pada umur 14 tahun, Gorbachev kecil mulai bekerja sebagai asisten dalam menggabungkan pekerja panen. Ia adalah seorang anak pekerja keras dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan atas berbagai usahanya. Pada tahun 1950, Gorbachev belajar ke Moskow State University dan lulus dengan gelar di bidang hukum.

Sejak dibangku sekolah, Gorbachev mulai aktif dalam organisasi Bagian Komunis Uni Soviet. Ia bertemu dengan Raisa Maximovna Titarenko di Universitas Moskow, mahasiswa filsafat yang berasal dari Siberia, yang kemudian pada tahun 1953 dinikahinya. Gorbachev lulus pada tahun 1955 dan bersama istrinya pindah ke Stavropol. Dua tahun setelahnya, mereka mendapatkan anak perempuan bernama Irina Mihailovna Virganskaya.

Pada tahun 1962, Gorbachev terpilih sebagai pemegang posisi Partai Komunis Stavropol. Ia selanjutnya bertanggung jawab atas urusan pertanian dan industri. Pada saat yang sama ia juga mengurusi bagian administrasi. Gorbachev kemudian mengambil gelar kedua dibidang pertanian di Institut Pertanian Stavropol.

Karena partisipasi aktif dan antusiasnya pada partai komunis, maka ia terpilih sebagai pihak pertama sekretasis Kraikom Stavropol pada tahun 1970. Selanjutnya pada tahun 1974, ia diangkat sebagai Sekretaris Pertama Soviet Agung dan pada tahun 1979 ia menjadi anggota Politbiro. Dia adalah Sekretaris Jenderal Partai Komunis sejak 1985. Ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, ia bertemu berbagai negara dan berhasil membangun hubungan baik dengan mereka. Gorbachev dihormati oleh negara - negara atas sifatnya yang rendah hati dan ramah tamah.

Setelah empat tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, ia diangkat sebagai Presiden Eksekutif Uni Soviet oleh parlemen. Pada tahun 1986, Gorbachev mengeluarkan kebijakan radikal setelah prustasi atas resistensi birokratik yang ia hadapi. Ia merancang perestroika (pembangunan kembali) ekonomi dan masyarakat. Demokratisasi dan keterbukaan harus segera diterapkan di sistem komunis. Kebijakan Gorbachev ini kemudian melemahkan komunis Uni Soviet. Ketidakstabilan ekonomi memaksa tiga republik Baltik, Estonia, Latvia dan Lithuania menentang kepemimpinan Uni Soviet. Pada tahun 1990, Boris Yaltsin yang terpilih sebagai ketua parlemen Rusia pada bulan Juni 1991 terpilih sebagai Presiden Rusia. Ia merupakan seorang pengkritik paling keras kebijakan Gorbachev.

Menghadapi tekanan dari negara - negara pendukungnya, bubarnya Uni Soviet hanya menunggu waktu. Pada tanggal 19 Agustus 1991, kelompok komunis konservatif melakukan kudeta terhadap kekuasaan Gorbachev. Akhirnya, Gorbachev mengundurkan diri setelah komunisme mengalami kegagalan pada tanggal 25 Desember 1991. Setelah mengundurkan diri, Gorbachev membangun partainya sendiri yang bernama Partai Sosial Demokrat untuk mengumpulkan semua pihak demokratis Rusia ke keluarga. Gorbachev pernah bersaing dalam kursi pemilihan Presiden Rusia pada tahun 1996 namun kalah bersaing dengan Yeltsin. Gorbachev atas jasanya pernah mendapatkan nobel perdamaian pada tahun 1990.
Pertempuran Stalingrad (1942-1943)

Pertempuran Stalingrad (1942-1943)

Pertempuran Stalingrad merupakan salah satu pertempuran yang paling menentukan pada Perang Dunia II. Pertempuran Stalingrad merupakan ajang unjuk kekuatan dua kekuatan militer terbesar angkatan darat di dunia yaitu Jerman dibawah Hitler dan Uni Soviet dibawah Stalin. Penaklukan wilayah Uni Soviet selalu menjadi impian dari Adolf Hitler. Ia lebih tertarik menaklukkan Uni Soviet daripada menaklukan Skandinavia, Prancis atau negara - negara lain. Dipercaya bahwa salah satu alasan yang mengapa Hitler terobsesi akan tanah Uni Soviet adalah alasan ideologi.

Hal ini sangat sulit dipahami karena orang menganggap NAZI dan Komunisme tak ubahnya dua sistem yang hampir sama. Keduanya sama - sama bersifat sosialis dan otoriter. Keduanya mengaku sebagai partai rakyat (Nazi merupakan kependekan Partai Pekerja Sosialis Nasional). Keduanya, Nazi dan Komunis, sama - sama dipimpin oleh diktator kuat, Hitler di Jerman dan Stalin di Uni Soviet.

Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan mendasar diantara keduanya, pemerintah Uni Soviet memiliki semua alat produksi sedangkan pemerintah Jerman hanya mengendalikannya (dalam kedua kasus tersebut, pendapatan para manajer sangat berbeda dari pekerja). Komunisme Uni Soviet tidak membenci orang - orang Yahudi seperti Nazisme. Komunis menganiaya semua agama namun tidak berusaha memusnahkan para pengikut apapun.

Semua orang Jerman diajarkan bahwa komunisme adalah suatu bentuk kejahatan, disisi lain, orang Rusia, Ukraina dan Soviet diajarkan bahwa Nazizme merupakan penyamaran dari kapitalisme. Diluar semua kontradiksi tersebut, terdapat alasan mengapa Hitler ingin menguasai Uni Soviet. Hitler berpandangan bahwa Uni Soviet merupakan negara yang luas namun kurang berpendidikan dan terbelakang apabila dibandingkan dengan Eropa Tengah dan Barat. Hitler menginginkan Liebensraum, sebuah tempat tinggal baru bagi orang Jerman untuk menjelajah ke timur dan mengembangkan industri modern dimana kaum Slavia yang akan dijadikan tenaga kerja budak bagi orang Jerman.

Latar Belakang Perang Stalingard
Rencana penyerbuan Nazi ke Uni Soviet dikenal dengan nama Operasi Barbossa. Sekilas, operasi ini merupakan operasi bunuh diri yang dilakukan Jerman. Hal tersebut dikarenakan Uni Soviet memiliki tentara dan kekuatan tank terbesar di dunia. Pesawat tempur Soviet setara dengan Jerman dan Inggris dan merupakan angatan  udara terkuat di dunia. Populasi USSR tiga kali lipat dari Jerman, luas daratannya melebihi Eropa non-Soviet. Bahkan, Napoleon Bonaparte mengalami kejatuhannya ketika melawan Rusia di daratan salju.

Akan tetapi, Hitler memiliki alasan untuk percaya diri dalam melawan Uni Soviet. Persenjataan Soviet yang kurang mengesankan selama "gladi resik" untuk Perang Dunia II (Perang Saudara Spanyol). Perang Musim Dingin 1940-1941 melawan tentara kecil Finlandia dimana Tentara Merah dianiaya. Selain itu, hal yang paling penting adalah ketika Stalin, pemimpin Uni Soviet yang paranoid berusaha memecah militernya dengan melakukan pembersihan tentara pada tahun 1937-1938. Stalin mengekseskusi sebagian besar pemikir militer yang didakwa melakukan konspirasi anti-Soviet yang dimulai dari Marsekal Mikhail N. Tukhachevsky, kepala staf tentara, dan perwira senior lainnya seperti Ieronim Uborevich, Iona Yakir, Robert Eideman, August Kork, Vitovt Putna, Boris Feldman dan Vitaly Primakov. Ketika dilakukan pembersihan, tiga dari lima marsekalnya, 13 dari 15 komandan militer, 110 dari 195 komandan divisi, dan 186 dari 406 jenderal brigadir dieksekusi. Stalin menggantinya dengan para tentara tua yang loyal kepada fraksi Komunis.

Untuk mengimbangi jumlah pasukan Uni Soviet, Hitler bersatu dengan aliansinya yaitu Italia, Rumania, Hungaria dan Slovakia. Bahkan ada pula relawan Spanyol yang ikut meskipun diktator Spanyol, Francisco Franco, menolak bergabung dengan Poros Roma-Berlin-Tokyo dan mengizinkan Jerman melewati Spanyol untuk menutup Laut Tengah.

Serangan Leningrad di utara Uni Soviet selalu gagal. Pasukan Finlandia mendorong Tentara Merah ke perbatasan Finlandia yang lama. Kemudian pasukan Finlandia berhenti. Hitler kemudian lebih memfokuskan pada dua serangan lain daripada di utara, ia tidak memperkuat serangan ke Leningrad. Meskipun demikain, Jerman dapat membuat pengepungan parsial di Leningrad yang menyebabkan satu juta orang Soviet kelaparan hingga mati.

Dua serangan lain terhambat oleh strategi Hitler sendiri. Ia terus mengalihkan pasukannya dari Moskow kemudian ke Ukraina dan kembali lagi. Akibatnya, Jerman tidak berhasil menaklukkan Sovet sebelum musim dingin tiba. Kesalahan strategi Hitler ini akan semakin berbahaya apabila Stalin merespon serangan ini dengan serangan balik ketika musim dingin. Sebelum Operasi Barbossa dimulai, Stalin yakin bahwa Jerman tidak akan menyerang. Ada banyak wilayah pengungsian di wilayah Uni Soviet dan patroli Jerman dengan seragam Soviet melintasi perbatasan. Perwira Soviet, bagaimanapun takut melewatkan informasi ini ke Stalin. Namun, Stalin mengabaikan peringatan - peringatan tersebut. Stalin pernah mendapat peringatan dari Amerika Serikat yang menyampaikan bahwa Jerman akan melakukan serangan ke Uni Soviet dan mereka memiliki bukti pendukung atas pernyataan tersebut. Namun Stalin tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Ketika tentara Jerman menyerang, Stalin memerintah para komandannya untuk tidak menyerang satu incipun. Pasukan panzer Jerman menusuk ke garis pertahanan Soviet dan meninggalkan tank baja tipis milik Soviet di belakangnya. Pasukan Panzer yang ditinggalkan tersebut kemudian dikepung. Karena menuruti perintah Stalin agar tidak menyerang satu inchi pun, pasukan Soviet kemudian ditawan yaitu sebanyak 5.700.000 tentara, kebanyakan antara bulan Juni dan November 1941. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.300.000 orang tewas dalam penawanan akibat kelaparan dan penganiayaan.

Pertempuran Musim Dingin
Tentara Jerman telah dirancang berperang di medan Eropa Barat dan Tengah dengan medan jalan yang padat, perkotaan, dan banyak peternakan kecil. Kini mereka harus merasakan medan baru yaitu padang rumput Rusia dengan sedikit jalan, hampir semuanya memprihatinkan dan dengan akses antar pemukiman yang cukup jauh. Kini, untuk menuju ke Rusia dan Ukraina, Jerman harus merasakan iklim kontinental, sesuatu yang sangat berbeda dengan iklim laut yang beriklim di seluruh Eropa.

Sungai - sungai yang sangat panjang dan lebar menurut standar Eropa Barat, membanjiri tanah di sekitarnya. Tank Jerman, truk dan gerobak kuda macet. Pasukan divisi ke 98 mencatat bahwa ban karet yang umumnya digunakan dan bantalan roda yang telah lama terpasang rusak akibat tekanan dari jalur yang dilalui dan digantikan dengan gerobak pertanian Rusia.

Musim dingin turun dengan keganasan yang tidak diprediksi Jerman. Pasukan Jerman tidak siap. Pakaian musim dingin pun dilarang karena Staf Umum Jerman menganggap bahwa perang melawan Uni Soviet akan berakhir sebelum salju pertama turun. Hitler memerintah pasukannya untuk berkonsentrasi merebut Moskow. Musim dingin membekukan lumpur dan orang - orang Jerman berusaha untuk mengambil alih kota yang dilewatinya terutama Moskow dan mendapat perlindungan dari cuaca ekstrim Arktik. Namun, untuk merebut Moskow bukanlah hal yang mudah.

Dilain sisi, terlepas dari kelemahannya sebagai jenderal, Stalin merupakan seorang administrator yang kompeten. Ia berhasil memindahkan sebagian besar pabrik utama Rusia barat ke belakang Ural yang pada saat itu sedang memproduksi tank baru T34. Tank tipe T34 merupakan tank terbaik sepanjang sejarah Perang Dunia II dan jauh lebih baik daripada tank terbaik Jerman, Pz KW IV. Selain itu, pasukan pertahanan Moskow juga memiliki pemimpin baru yaitu Marsekal Georgi K. Zhukov yang telah memimpin pertahanan Leningrad. Zhukov melakukan serangan balasan menggunakan pasukan dari Timur Jauh Soviet dan Tank T34. Serangan ini memaksa Nazi untuk menjauh dari Moskow.
Tank T34

Kondisi Jerman pada musim semi 1942 tidaklah sama dengan musim panas lalu. Sebanyak 162 divisi tempur yang menghadapi Tentara Merah, namun hanya delapan yang siap untuk serangan total. Tiga divisi mengambil tindakan ofensif setelah istirahat, 47 mampu mengambil tindakan ofensif terbatas, 73 digunakan untuk pertahanan dan 29 untuk pertahanan terbatas. Jerman memiliki 16 divisi panzer, namun hanya 140 tank di setiap divisi. Dengan kata lain, hanya ada delapan atau sembilan tank di setiap divisi lapis baja.

Diatas kertas, Jerman meningkatkan kekuatannya menjadi 23 divisi dari Juni 1941 dan Juli 1942. Namun hal tersebut dilakukan dengan mengurangi batalyon di setiap divisi dari sembilan menjadi tujuh dan jumlah pria di setiap batalyon dari 180 menjadi 80. Di pihak Soviet, produksi tank Soviet telah melampaui tank milik Jerman bahkan sebelum operasi Barbossa. Nazi mengalami kekurangan minyak dan Hitler mengalami mimpi buruk bahwa pesawat Sekutu bisa dengan mudah menghancurkan ladang minyak Ploesti Romania, sumber utama minyak Jerman.

Hitler tau, ia berada di ujung tanduk, namun ia tidak bisa mundur. Satu - satunya cara adalah dengan mengambil sumber daya Soviet untuk mengisi sumber dayanya. Hitler kemudian mengalihkan serangannya dan menyerang ke arah selatan melalui Ukraina dan memasuki ladang minyak Kaukasus yang kaya. Ia mengalihkan kekuatan sebanyak mungkin ke selatan, meskipun ia masih menginginkan pasukan Jerman di utara untuk merebut Leningrad. Sekarang ladang minyak Kaukasus menjadi tujuan utama Nazi.

Puncak Pertempuran Stalingrad
Ladang minyak Kaukasus memang merupakan target utama Hitler, namun terdapat tujuan lain yakni Stalingrad di selatan, sebuah kota industri yang berjarak 20 mil di tepi barat Volga. Dalam Fuhrer Detective, Hitler mengatakan "Setiap usaha akan dilakukan untuk mencapai Stalingrad sendiri atau setidaknya untuk menjadikan kota tersebut berada dibawah api artileri berat sehingga tidak lagi berguna sebagai pusat industri dan komunikasi". Sebelum melakukan hal tersebut, Wehrmacht harus mengepung wilayah lain dan menghancurkan pasukan utama Soviet di Koridor Donet (sebidang tanah diantara Sungai Donets dan Don). Pasukan Jerman berkumpul di dekat Stalingrad.

Pada tahun 1942, Jerman tidaklah sekuat seperti tahun 1941. Kekuatan Panzer terbatas dan hanya mampu melakukan pengepungan kecil. Ketika sedang melakukan pengepungan, Panzer Army ke-4 kehabisan bahan bakar dan harus berhenti. Akibatnya pengepunganpun gagal. Disisi lain, Soviet telah memposisikan pasukan menghadapi Jerman di Moskow. Stalin yang menyadari Stalingrad dalam kondisi bahaya kemudian segera memerintahkan pasukannya kesana dan sekali lagi mengeluarkan perintah untuk tidak mundur sedikitpun.

Pengambil alihan Stalingrad ditugaskan kepada Kolonel Jenderal Friedrich von Paulus, salah satu jenderal favorit Hitler yang memimpin Angkatan Darat Jerman ke-6. Paulus masuk ke pinggiran Stalingrad dan benar - benar sampai di tepi Volga, namun dilawan oleh pasukan Soviet yang gigih. Infanteri Jerman macet dalam pertarungan di distrik Stalingrad. Kota Stalingrad sekarang menjadi sangat penting bagi Hitler daripada semua minyak di Kaukasus. Hitler melarang pasukannya untuk mundur sedikitpun.

Pasukan Panzer ke-4 yang pada awalnya membantu Paulus dalam perjalanan menuju Stalingrad selanjutnya dipindahkan untuk bergerak menuju ladang minyak Kaukasus. Namun Hitler menganggap perlawanan Soviet atas Stalingrad merupakan bentuk penghinaan langsung kepadanya.dan kemudian memerintahkan pasukan Panzer ke - 4  yang sebelumnya diperintah menguasai Kaukasus kembali ke Stalingrad dan berakibat pada melambatnya perebutan ladang minyak.

Stalin mengirim lebih banyak pasukan ke Stalingrad dan menunjuk panglima tertinggi Zhukov yang berada di Leningrad dan mengirimnya ke Stalingrad dengan perintah melakukan serangan besar - besaran. Zhukov menganggap bahwa menyerang dengan kekuatan yang ada merupakan tindakan bodoh. Namun dengan menolak perintah Stalin merupakan tindakan bodoh bagi dirinya pribadi. Ia kemudian terbang ke Moskow dan meyakinkan Stalin agar melakukan persiapan sumber daya untuk penyerangan balik.

Paulus, sementara masih terjebak dalam reruntuhan dan Panzer membuktikan bahwa tank bukanlah solusi peperangan dalam kota. Pasukan Soviet dibawah Marsekal Vasili Chuikov memperebutkan setiap milimeter Stalingrad, sementara Zhukov mengizinkan mereka menggunakan bala bantuan minimum untuk mempertahankan Stalingrad. Disis lain, Chuikov menahan tentara ke 6 dan ke 4 Jerman di Stalingrad, Zhukov membangun pasukan besar untuk melawan pasukan Rumania yang berada di sisi mereka.

Pada tanggal 19 November 1942, Zhukov melakukan serangan balik. Lima infanteri dan dua tank menyerang orang - orang Rumania di utara kota. Hari berikutnya sebanyak tiga infanteri tentara dan satu tentara melintasi Volga di selatan kota. Puncaknya pasukan Zukov berhasil mengalahkan tentara ke 3 dan ke 4 Rumania. Serangan balik tersebut akhirnya berhasil mengepung divisi ke 6 Paulus.

Akhir Pertempuran Stalingrad
Paulus mengirimkan sinyal radio bahwa ia membutuhkan 700 ton persediaan perhari untuk bertahan. Staf umum Jerman kemudian memotongnya menjadi lebih "realistis" sebanyak 300 ton dan berhasil memasok 60 ton. Hitler memerintah Marsekal Erich von Manstein yang telah memimpin penerobosan di Sedan dalam Pertempuran Prancis untuk menerobos garis Soviet dan membebaskan Paulus.

Manstein adalah satlah satu komandan terbaik Perang Dunia II yang dimiliki Jerman. Namun, apa yang bisa diharapkan dari komandan terbaik sedangkan ia kekurangan pasukan tank. Menstein gagal dan mendesak Hitler untuk memerintahkan Paulus keluar, namun Hitler menolak.

Musim dingin kembali menyapu stepa Rusia dan pasukan Jerman masih tidak siap untuk itu. Hitler mempromosikan Paul sebagai panglima tertinggi pada tanggal 30 Januari 1943. Tidak ada panglima tertinggi Jerman yang pernah menyerah kepada musuh. Namun pada hari dimana Paul dipromosikan, Friedrich von Paulus menjadi pertama yang menyerah kepada musuh. Paulus menyerah pada tanggal 31 Januari 1943, namun ia menolak memerintahkan hal yang sama kepada pasukannya. Unit Jerman terakhir menyerah pada keesokan harinya. Setelah selamat, jenderal favorit Hitler, Paulus, menjadi juru bicara propaganda Soviet. Setelah perang, ia menetap di Jerman Timur. Pada hari berikutnya Jerman menyerah, Sebanyak 110.000 pasukan Nazi ditangkap oleh Soviet dan sebagian kecil melarikan diri.

Pada tahun 1942 sebenarnya masih memungkinkan bagi Jerman mengalahkan Uni Soviet. Namun mereka membutuhkan perjuangan yang panjang. Jika sebelumnya orang Jerman bisa menduduki ladang minyak Kaukasus dan menahan Soviet, mereka mungkin bisa memaksa mesin militer Soviet untuk berhenti. Bisa dibayangkan apabila Jerman mau mundur sementara dan mengumpulkan ulang kekuatannya sehingga mampu mengalahkan Soviet. Namun, obsesi Hitler terhadap kota Stalingrad membuyarkan semuanya.

Sumber : wawasansejarah.com

Video Pertempuran Stalingrad
Pecanya Dwi Tunggal Soekarno-Hatta

Pecanya Dwi Tunggal Soekarno-Hatta

Soekarno dan Hatta, merupakan dua sosok kunci kemerdekaan Indonesia. Keduanya memiliki kepribadian yang berbeda namun dapat bersatu padu demi kemerdekaan Indonesia. Soekarno merupakan pemuda Jawa dari rakyat biasa yang sangat dekat dengan rakyat dan memilih bersekolah di dalam negeri, sedangkan Hatta keturunan ningrat Sumatera yang mampu belajar hingga ke Belanda dan lebih berpandangan ke barat namun kurang begitu dekat dengan rakyatnya. Pasca Pemilu 1955, keduanya mengalami kerenggangan. Pada tanggal 1 Desember 1955, secara resmi Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden.

Pengunduran diri Hatta merupakan wujud protes atas ketidakcocokan pernyataan - pernyataan yang dikeluarkan oleh Soekarno kala itu. Pada pidatonya, Soekarno mengatakan keinginannya berunding bersama dan menyatukan partai - partai menjadi satu partai karena pandangan Soekarno Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer tidak berkembang. Hatta sebagai seorang demokrat masih percaya sistem demokrasi multi partai akan membawa nilai positif bagi Indonesia. Perbedaan pendapat antara Soekarno dan Hatta tidak hanya muncul pada 1950an, namun sejak masa pergerakan nasional pun keduanya kerap kali mengalami perbedaan pendapat. .

Akan tetapi, setelah tahun 1950an jurang perbedaan pandangan antara keduanya mengenai politik Indonesia semakin lebar. Sistem demokrasi konstitusional yang sangat dibanggakan Hatta dianggap Soekarno sebagai sistem politik yang tidak cocok bagi Indonesia. Kenyataannya, Demokrasi Parlementer menjadi sistem yang kacau balau terutama dalam menjalankan program pemerintah. Selain perbedaan pandangan Soekarno Hatta juga terkait masalah komunisme, Soekarno yakin bahwa komunisme mampu dikendalikan, namun Hatta sangat menentang komunisme sebagai bahaya laten yang harus dilenyapkan. Puncaknya Hatta mengundurkan diri pada 1 Desember 1955.

Pergolakan politik dan keadaan keamanan yang semakin memburuk mendorong Soekarno mengeluarkan suatu konsepsi yaitu Konsepsi Presiden pada 21 Februari 1957. Kala itu, Soekarno mengambil alih pemerintahan dan melaksanakan Demorasi Terpimpin, yaitu suatu sistem sentralisasi yang dipimpin Presiden, namun sangat ditentang oleh Hatta.

Sikap Hatta diungkapkan dalam tulisannya yang berjudul Demokrasi Kita. Dalam tulisan tersebut, Hatta mengkritik kebijakan - kebijakan Soekarno. Hatta menulis "bagi saya yang lama bertengkar dengan Soekarno tentang bentuk dan susunan pemerintahan yang efisien ada baiknya diberikan kesempatan yang sama dalam waktu yang layak apakah sistem itu akan menjadi suatu sukses atau kegagalan".