Wednesday, January 29, 2014

Pengembangan Tujuan Kurikulum



Berdasarkan kajian tujuan, dpat dikelompokkan tujuan ke dalam tiga macam, yaitu :

  • Tujuan jangka panjang (long term objectives – aims)

  • Tujuan antara – perantara (intermediate objective – goals)

  • Tujuan segera (immediate objective – specific objectives)

Tujuan umum pendidikan nasional jelas hanya dapat dicapai setelah melalui proses pendidikan jangka panjang, sesuai dengan jenjang pendidikan yang diikuti. Sebagai perantaranya adalah tujuan sekolah dan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Untuk mencapai tujuan kurikulum sekolah itu dilaksanakan proses belajar mengajar, yang juga mempunyai tujuan. Tujuan ini dapat segera dicapai setelah selesai proses belajar mengajar.
Penggologan tujuan sebagaimana dikemukakan itu, tidak dimaksudkan untuk membuat pembedaan. Ini dilakukan untuk memudahkan kajian, sehingga dapat dihasilkan suatu pmbahasan yang lebih terurai. Sebab pada hakikatnya suatu jenis tujuan yang lebih sempit atau lebih khusus merupakan penjabaran dan langkah untuk mencapai tujuan yang lebih umum di atasnya. Jadi, apa yang akan dicapai dari proses pendidikan adalah tujuan umum, melalui tujuan khusus.

Tujuan Pendidikan Nasional
Bila dikaji lebih jauh makna dari tujuan pendidikan nasional masih bersifat umum. Keumuman itu sendiri seringkali membawa kekaburan dalam pelaksanaan. Mengenai tujuan pendidikan nasional, jelaslah bahwa sumber dan acuannya adalah pancasila. Sebagaimana diketahui bahwa rumusan resmi Pancasila adalah :

  1. Keutuhan Yang Maha Esa 
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yag dipimpin dalam hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Untuk menghindari berbagai dampak negatif  berbagai dampak negatif dari munculnya aneka ragam tafsiran Pancasila, digunakan tafsiran resmi sebagaimana ditetapkan oleh MPR nomor II/MPR/1978 dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Dengan adanya P4 sebagai tafsiran resmi Pancasila yang dijadikan acuan terjabar dari landasan pendidikan Pancasila, masalah kita mengenai tujuan pendidikan nasional belum selesai sampai disitu.
Tujuan Sekolah dan Tujuan Kurikulum
Tujuan mempunyai hubungan, juga menjadi acuan dalam mengembangkan komponen – komponenkurikulum lain. Bila suatu rumusan tujuan itu masih menggambarkan sesuatu yang bersifat umum, sulit untuk dijadikan acuan pengembangan komponen  kurikulum lainnya. Tujuan kurikulum atau tujuan bidang studi menggambarkan bentuk pengetahuan, ketrampilan dan sikap berhubungan dengan bidang – bidang studi dalam kurikulum sekolah. Setiap bidang studi mempunyai tujuan masing – masing yang berbeda dengan bidang studi lain. Tujuan ini menjadi acuan dari bentuk – bentuk pengalaman belajar yang dicapai siswa setelah mempelajari bidang studi tersebut pada jenjang pendidikan tertentu. Oleh karena itu tujuan semacam ini dapat memberikan tuntutan kepada pelaksanaan kurikulum sekolah tentang bahan apa yang dapat dikembangkan dan disajikan.
Tujuan Pengajaran Umum dan Khusus
Rumusan tujuan harus menggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin dicapai siswa melalui proses pengajaran yang dilaksaakan. Hasil belajar yang diiginkan dari siswa berupa munculnya perubahan perilaku. Benjamin S Bloom, dan kawan – kawan (1956) membuat klasifikasi bentuk prilaku hasil belajar ke dalam tiga macam. Bloom, dkk menamakan cara mengklasifikasi itu dengan  “The taxonomy of educational objectives”. Taksonomi tujuan pendidikan terdiri dari tiga domein (daerah) yaitu :

  • Domein kognitif pengetahuan

  • Domein afektif sikap

  • Domein psikomotor ketrampilan

Domein kognitif berkenaan dengan prilaku yang berhubungan dengan berfikir, mengetahui dan pemecahan masalah. Domein ini mempunyai enam tingkatan. Tingkatan yang paling rendah menunjukkan kemampuan yang sederhana, sedangkan yang paing  tinggi menunjukkan kemampuan yang kompleks – rumit.

Urutan kemampuan itu mulai dari yang terendah adalah
·         Pengetahuan
·         Pemahaman
·         Penerapan
·         Analisis
·         Sintesis
·         Evaluasi

Domein afektif berkaitan dengan sikap, nilai – nilai, interes, apresiasi (penghargaan) dan penyesuaian. Tingkatan afeksi ada lima, dari yang sederhana ke yang kompleks. Urutan tingkatan itu dari yang paling sederhana adalah

  1. Kemauan menerima 
  2. Kemauan menanggapi 
  3. Berkeyakinan 
  4. Penerapan karya 
  5. Ketekunan dan ketelitian

Domein psikomotor mencakup tujuan berkaitan dengan ketrampilan (skill) yang bersifat manual atau motorik. Sebagaimana kedua domein yang lain, domein ini juga mempunyai berbagai tingkatan. Urutan tingkatan dari yang paling sederhana (terendah) sampai ke yang paling kompleks (tertinggi) adalah sebagai berikut :

  1. Persepsi 
  2. Kesiapan melakukan suatu kegiatan
  3. Mekanisme 
  4. Respons terbimbing 
  5. Kemahiran 
  6. Adaptasi 
  7. Organisasi

Sumber – Sumber Perumusan Tujuan
Ralph W.Tyler (1970) mengemukakan saran – saran dalam penggunaan sumber perumusan tujuan kurikulum, yaitu :

  1. Kebutuhan siswa baik yang besifat individu maupun sosial 
  2. Tuntutan kehidupan yang bersifat kontemporer 
  3. Saran berbagai ahli dari berbagai cabang ilmu pengetahuan

Sedangkan menurut Smithville sendiri sumber tujuan kurikulum diantaranya :

  1. Kesehatan 
  2. Hubungan sosial termasuk di dalam keluarga, dengan teman dan kenalan 
  3. Hubungan sosio-civics, termasuk di lingkungan sekolah dan masyarakat 
  4. Konsumsi
  5. Jabatan atau pekerjaan 
  6. Rekreasi

Pengembangan dan Perumusan Tujuan Kurikulum
Tujuan dapat diperoleh dari hasil studi tentang siswa itu sendiri, tuntutan kehidupan dan atau saran dari ara ahli bidang studi. Untuk dapat mengembangkan tujuan sehingga menghasilkan rumusan yang baik, perancang atau pengembang kurikulum harus menggunakan landasan filosofis, psikologis dan sosiologis sebagaimana telah diuraikan pada bab pertama.


EmoticonEmoticon