Friday, May 9, 2014

Tradisi Miwiti dan Ngurup

Tradisi miwiti merupakan tradisi yang turun-temurun. Tradisi ini rutin di laksanakan sebelum memanen padi. Tradisi miwiti ini dilaksanakan sebagai wujud syukur warga atas rejeki yang diberikan oleh Gusti Allah sekaligus sebagai ucapan rasa terima kasih kepada Sang penunggu sawah yang dipercaya oleh warga. Warga percaya jika mereka tidak melakukan tradisi ini maka tanaman padi mereka akan diserang oleh hama. Tradisi ini berlangsung sudah lama. Biasanya tradisi miwiti ini berupa sebuah sesajen dalam bentuk tumpengan kecil atau nasi megono. Setelah mereka selesai membuat sesaji tersebut, mereka membawanya kesawah dan berdoa agar hasil panennya menjadi hasil yang baik rupanya dan tidak diserang oleh hama. Setelah itu mereka mengambil sedikit dri sesaji tersebut, mereka letakkan dipinggiran sawah tersebut dan sisanya mereka bagi dengan orang-orang yang ada disawah dan dinikmati bersama, mereka sering menyebutnya “nggaok”.

Selain itu juga ada tradisi ngurup, yaitu tradisi yang dilakukan oleh warga yang berupa membeli jajanan yang dijajakan disawah dengan membayarnya menggunakan gabah atau padi yang di baru saja dipanen. Jumlah takaran barter yaitu jumlah gabah atau padinya sesuai dengn apa yang akan mereka beli. Biasanya warga ngurup dhawet, rokok,gorengan, tape dan aneka makanan lain yang dijajakan atau dijual oleh warga setempat. Warga tersebut percaya bahwa panganan hasil ngurup tersebut  memiliki cita rasa yang berbeda.biasanya mereka lebih suka ngurup dhawet karena es dhawet tersebut terasa enak dan segar ketika di makan di siang hari yang cuacanya panas terik.


EmoticonEmoticon