Saturday, October 4, 2014

Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)


Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Syahrir III

Pada pertengahan bulan Agustus 1946, KNIP yang bersidang di Yogyakarta membuat usulan tentang perubahan kabinet Syahrir yang kedua menjadi kabinet koalisi, yang bertanggungjawab pada KNIP. Berhubung keadaan sudah mulai normal kembali, pada tanggal 2 Oktober Maklumat Presiden No.1 1946 dengan harapan kabnet dan badan resmi lainnya dapat bekerja kembali. Untuk menanggapi usul KNIP presiden menunjuk Syahrir untuk ketiga kalinya sebagai formatur kabinet koalisi. Pada tanggal 2 Oktober diumumkan kabinet koalisi baru dibawah perdana mentri Syahrir. 


Susunan Kabinet Syahrir III



Adapun susunan kabinet Syahrir II, adalah sebagai berikut:
No.
Bidang Menteri
Nama Menteri
1.
Menteri Agama                                  
Faturrachman
2.
Menteri Dalam Negeri
Mohammad Roem
3.
Menteri Ekonomi
A.K. Gani
4.
Menteri Keamanan Rakyat                
Amir Sjarifuddin
5.
Menteri Kehakiman 
Susanto Tirtoprodjo
6.
Menteri Muda Pertahanan
7.
Menteri Kehakiman
8.
Menteri Kesehatan
Darma Setiawan
9.
Menteri Keuangan   
Syafrudin Prawiranegara
10.
Menteri Komunikasi 
Djuanda Kartawidjaja
11.
Menteri Luar Negeri 
Sutan Syahrir
12.
Menteri Negara        
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
13.
Menteri Pekerjaan Umum
14.
Menteri Negara
Wahid Hasjim
15.
Menteri Negara
Wikana
16.
Menteri Negara
Sudarsono
17.
Menteri Negara
Tan Po Gwan
18.
Menteri Negara
 Setiabudi (Douwes Dekker)
19.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Suwandi
20.
Menteri Penerangan 
Mohammad Natsir
21.
Menteri Sosial       
Maria Ulfah Santoso
22.
Wakil Menteri Dalam Negeri
Wijono
23.
Wakil Menteri Ekonomi 
Wijono
24.
Wakil Menteri Keamanan Rakyat      
Harsono Tjokroaminoto
25.
Wakil Menteri Kehakiman 
Hadi Thayeb
26.
Wakil Menteri Kesehatan 
J. Leimena
27.
Wakil Menteri Keuangan
Lukman Hakim
28.
Wakil Menteri Komunikasi 
Setiadjid
29.
Wakil Menteri Luar Negeri 
Agus Salim
30.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum
Laoh
31.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Gunarso
32.
Wakil Menteri Penerangan     
A.R. Baswedan
33.
Wakil Menteri Sosial  
Abdul Madjid Djojohadiningrat
Program Kerja Kabinet Syahrir III
Tanggal 25 Februari 1947 guna meratifikasi persetujuan Linggarjati, melalui penambahan anggota sehingga berjumlah 500 orang lebih. Ahirnya meskipun melalui jalan yang alot dan berbelit-belit akibat ulah Parlemen Belanda, Persetujuan Linggarjati ditanda tangani juga pada tanggal 25 Maret 1947.  
 
Penyebab Runtuh Kabinet Syahrir III  
Tanggal 8 Juni Syahrir menyetujui adanya pemerintah sementara yang dimakudkan Belanda dan dua belas hari kemudian menerima staf khusus wakil Belanda. Keputusan Sjahrir ini dilakukan setelah berunding dengan A.K. Gani (PNI), Natsir (Masyumi) dan Abdulmadjid (PS). Ketiganya anggota kabinet. 
 
Abdulmajid lalu dikirim ke Yogyakarta untuk menjelaskan konsesi Syahrir. Apa yang dilakukan Abdulmajid ternyata tidak sesuai yang diprediksi. Amir yang juga datang ke Yogyakarta, bersama Abdulmajid menemui sejumlah tokoh Sayap Kiri yang anti terhadap konsesi Sjahrir, dua diantaranya adalah Tan Ling Djie dan Wikana. Abdulmajid dan Amir malah menusuk Sjahrir dari belakang. Syahrir yang gusar memutuskan untuk menjelaskan sendiri keputusannya terkait penerimaan permintaan Belanda pada 26 Juni di Yogyakarta.  Melihat tangan-tangan kanannya sudah bergerak tidak sesuai kemauan, Sjahrir memutuskan untuk menaruh jabatannya pada 27 Juni 1947. Kabinet yang digalang Syahrir kembali runtuh.


EmoticonEmoticon