Thursday, March 24, 2016

Kebudayaan India Purba, Kebudayaan Hubungan dengan Peradaban Barat


Harappa dan Mohenjodaro di sekitar masa 2.300SM. Letak pusat kebudayaan lembah indus tepatnya di daerah perbukitan Baluchistan, yang menghasilkan kebudayaan Nal dengan pantai Makran hingga sisi barat delta indus, yang menghasilkan kebudayaan Kulli. Harappa dan Mohenjodaro berjarak kurang lebih 800 km, dan kebanyakan tempat terletak di spenjang aliran sungai indus sampai ke Hyderabad sekarang, yaitu sekitar 200 km ke selatan di Baluchistan dan Makran 300 km ke sebelah barat dan sampai ke utara Rupar pada sungai Sutlej di kaki bukit Simla. Dalam penggalian terbaru telah dapat ditemukan sejumlah kota. Yang dimaksud lembah sungai Gangga yaitu daerah yang berada diantara dua sungai Yamuna hingga Gangga dan dikenal pula daerah tersebut dengan nama lembah doab yang berarti dua aliran sungai. Jenis peninggalan yang didapat di sana antara lain kapak genggam dari batu serta berbagai pecahan barang-barang tembikar. Secara logis dapatlah difahami kalau dari lembah gangga ini kemudian kebudayaan bergerak ke arah timur, yaitu ke Benggala serta kemudian rissa yang merupakan daerah perpantaian timur di India. 

Ciri khas kebudayaan india selatan ini berupa kebudayaan batu besar megalitikum di wilayah megalitikum india selatan ini misalnya terdapat di daerah Hyderabad sekarang yang masuk dalam kawasan dekkan,tersebar ke selatan sampai daerah godawari. Pengetahuan kita mengenai bangsa indo-arya berasal dari kitab-kitab veda, yang ternyata nantinya tidak hanya ada satu saja veda. Ada tiga perubahan veda yaitu reg-veda,sama-veda,yajur-veda. Bangsa indo arya itu mendiami kawasan di sebelah timur sungai indus,diantara sungai Sutlej dan Yamuna dan daerah itu lebih dikenal dengan brahmanavatara atau aryavatara. Kebiasaan bangsa arya biasanya sudah terdapat dalam kitab veda,di dalamnya sudah ada kebiasaan-kebiasaan tentang bangsa arya sendiri. Di setiap bagian kitab selalu membahas tentang kebiasaan bangsa arya. Agama bangsa arya terdiri dari penyembahan pada dewa,dewa cahaya adalah kepala dewanya. Ada hal-hal yang menarik bila kita bandingkan antar kepercayaan akan dewa di yunani dengan yang diajarkan oleh veda. 

Bila di yunani dewa digambarkan seperti manusia,makan,minum,perang dan sebagainya namun dewa-dewa tidak pernah digambarkan dalam wujud manusia berdasarkan veda. Mengenai kehidupan orang-orang indo-arya setelah masa veda dapat diketahui dari kesusteraan wiracarita india, yang menggambarkan peranan kaum kstaria yang besar dalam proses aryanisasi india. Ketika masa penciptaan veda yang memakan waktu lama telah berakhir, sejumlah keterangan lebih lanjut dalam bentuk prosa yang disebut brahmana ditambahkan. Seperti aranyaka(kitab hutan) dan upasishad, yang merupakan hasil kerja teosofi yang berisi renungan mistik bagi para murid agama lanjutan. Baik wedanta maupun samkya keduanya adalah nama-nama filsafat dan pandangan  hidup orang-orang indo-arya. Keduanya mempunyai perbedaan,tepatnya mengenai ruh kehidupan. Di dalam abad 6SM proses pembaharuan dalam bidang keagamaan terus berlangsung dan terus berlanjut tidak hanya sekedar perombakan kecil-kecilan yang masih dalam kerangka berfikir lama yang berpusat pada ajaran veda. Kemudian muncul dua orang pembaharu agama yang besar yaitu Buda Gautama dan Vardamana Mahavira yang keduanya mempunyai banyak persamaan, meskipun di sana-sini terdapat pula kekhususan dalam pemikiran falsafatnya. Sementara budisme mencapai tingkat agama dunia, sedangkan jainisime hanya di india saja sampai sekarang. 

Secara tepat yang dimaksud dengan hinduisme ialah bentuk keyakinan hidup yang bermula dari ajaran veda, yang karena perkembangan sejarah para pemeluknya telah mengalami perubahan sebagai perpaduan antara brahmanisme yang berdasarkan veda dengan budisme maupun jainisme. Satu-satunya aliran yang mendapat kemajuan sehingga berkembang dengan pesat dalam masa gupta ialah visnava atau aliran agama yang memuja wisnu sebagai dewa paling utama. Dan dalam menjalankan fungsinya sebagai dewa memelihara jagad raya, wisnu mempunyai kemampuan untuk menjelmakan diri ke dalam berbagai macam bentuk makhluk. Pemujaan atas dewa yang mempunyai pengikut paling banyak nomer dua adalah pemujaan atas dewa syiwa, yang nampaknya muncul dari pemujaan atas dewa rudra yang kejam dari zaman veda. Dialah sang maut dan dialah sang waktu(mahakala). Pemujaan ini dalam bentuk pemujaan terhadap tokoh dewi atau mothergoddes. Menurut ajaran Hindhu hidup dalam jagad raya ini terdiri dari rangkaian lingkaran kehidupan. Lingkaran yang paling kecil yang merupakan lingkaran asar dari kehidupan manusia ialah kalpa yang dikenal sebagai hari Brahmana dan berlangsung 4.320 juta tahun bumi. Malam juga berlangsung sama panjang. Dan menurut perhitungan maka lama satu tahun Brahma adalah 360 kali satu tahun bumi. Dalam pada itu lingkaran terbesar yang dialami oleh jagad raya ialah selama 311.040.000 juta tahu. Setelah jagad raya menempuh seluruh rangkaian lingkaran tadi, jagad raya akan kembali ke ruh dunia, sampai dewata mengembangkan kembali ke jagad raya. Orang-orang lembah Punjab yang merupakan pendukung kebudayaan Harappa dan mohenjadaro pada umumnya tidak dipandang sebagai bangsa india oleh orang-orang dari masyarakat arya. Namun bagaimana pun tidak dapat disangsikan bahwa bangsa pendukung kebudayaan non arya itu telah menjalin hubungan dengan orang-orang Persia. Proses perluasaan kerajaan Persia diteruskan ke sebelah timur mendekati lembah indus. Dalam tahun 334SM, setelah mengembara ke mesir dan mengabadikan namanya dalam bentuk kota bernama Iskandariah di sana,pasukan iskanda dari Macedonia bergerak ke timur untuk menaklukan Persia. Dari sana selanjutnya iskandar melanjutkan untuk memasuki kota Baikh, di mana dia menyaksikan berbagai kebiasaan yang dianggap aneh bahkan mengerikan. Kemusnahan iskandar karena seorang pemuda bernama Chandragupta. Ciri utama yang tampak berkenaan dengan sejarah kawasan india sebelah utara dalam abad ke 7SM ialah timbulnya perluasan kerajaan yang berakibat pada makin susutnya kekuasaan kerajaan-kerajaan kecil. Ada dua kerajaan terpenting pada saat itu yaitu Magadha, di sebelah selatan Bihar dan Kosala dekat Oudh. Dan pada suatu waktu di tahun 322SM dia bersama pasukannya kembali ke Magadha, langsung menggulingkan kekuasaan Raja Nanda setelah menduduki Pataliputraupta. Sebetulnya gagasan tersebut sudah tersurat dalam kitab Kautilyarthasastra, yang dipercaya sebagai tulisan pendeta Chanakya yang juga bernama Kautilya atau Vishnugupta. Pemerintahan Chandragupta juga menarik perhatlan penulis Megastenes, yang dalam laporannya menyatakan bahwa pemerintahan dibagi menjadi tiga propinsi. Selanjutnya, Megastenes juga menceritakan mengenai kehidupan keagamaan maupun pandangan falsafah bangsa india. Dalam banyak hal banyak kesamaan diantara ajaran Hindu dengan ajaran agama Yunani. Antara lain kita mengetahui bahwa dalam tahun 261SM Asyoka bertekad untuk membulatkan kerajaannya dengan jalan menaklukkan Kalingga atau Orissa yang merupakan sebuah negara yang masih tersisa yang masih dikuasai merdeka belum dikuasai oleh negara lain. Kita tidak dapat kepastian apakah misi agama ke daerah pengaruh yunani di kawasan barat berhasil atau tidak, akan tetapi misi yang dilancarkan ke Sri Langka telah berhasil menakjubkan. Asokalah raja pertama di dunia yang terang-terangan mengutuk peperangan sebagai politik yang kejam, karena itu kemudian dia memasuki biara untuk hidup sebagai pertapa. Berabad-abad kemudian, ketika seorang kelana bangsa Tionghoa bernama Fa Hien datang ke india dan mengamati reruntuhan bekas istana Asoka yang termasyhur itu, dia tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.


EmoticonEmoticon