Saturday, August 29, 2015

Sejarah Asia Selatan / India



Asia selatan adalah kawasan diwilayah asia yang terdiri dari negara India,Pakistan,Bangladesh,Sri Lanka, dan masih banyak yang lainnya. Dalam materi kuliah ini dosen pengampu saya menjelaskan tentang budaya yang ada di Asia Selatan, kehidupan masyaraktnya, dan persebaran agamanya serta apa pengaruh Asia selatan bagi dunia khususnya pada zaman dahulu.
Asia selatan khsusnya India, merupakan negara pertaman yang menganut agama hindu dan sebagai penyebar dari agama hindu tersebut. Di India terdapat sistem kasta yang sangat mengatur atau membatasi seseorang agar tetap berada dalam kastanya dan kast itu bersifat tetap atau abadi. Kasta terbagi menjadi empat yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan sudra. Kasta Brahmana adalah kasta yang dianggap paling berperan dalam agama Hindu karena terdiri dari golongan pendeta yang dapat berinteraksi langsung dengan dewa.
Kawasan India terletak di lembah sungai Indus, sesuai dengan asal kata India itu sendiri yaitu Indio yang berarti bangsa yang mendiami daerah yang digenangi sungai Indus, atau Sindhu dalam bahasa Sanksekerta. Di India, memiliki empat mandala budaya yang berkembang sesuai dengan daerah kebudayaan tersebut terjadi, mandala yang pertama adalah mandala lembah sungai Indus yang biasa dikenal sebagai mandala lembah sungai Punjab yang berarti daerah aliran lima sungai. Pada mandala ini, dulu tumbuh peradaban yang dikenal dengan dengan Harappa dan Mahenjorado, pada peradaban ini tumbuh dan berkembanng orang-orang yang gagah perkasa karena berhadapan langsung dengan bahaya.
Mandala yang kedua adalah lembah sungai Gangga, yang ketiga adalah dataran tinggi Deccan, mandala ini menghasilkan orang yang keras dengan watak yang keras juga karena daerah Deccan adalah daerah yang tandus dengan medan yang sangat keras. Mandala yang terakhir adalah mandala budaya Tamil, terletak didaerah yang subur sehingga menghasilkan orang yang ramah,cinta damai dan tidak suka berperang.


Suku bangsa yang pertama yang menempati daerah India adalah bangsa Dravida, bangsa ini mempunyai ciri-ciri:
·         Kulit Hitam
·         Hidung Pesek
·         Tubuh Kecil, Pendek
·         Rambut Keriting
·         Hidup penuh dengan kedamaian
·         Hidup mengandalkan alam dan bercocok tanam
karena mereka hidup dalam daerah yang sangat subur. Sedangkan suku bangsa pendatang adalah bangsa Arya, bangsa ini memiliki ciri-ciri:
·         Tubuh Besar
·         Kulit Putih
·         Hidung Mancung
·         Rambut Lurus
·         Gemar berperang
·         Hidup hura-hura
Mereka hidup dari hasil rampasan perang. Bangsa Arya inilah bangsa yang membuat sistem kasta pada masyarakat India dan menempatkan bangsanya sebagai kasta yang teratas. Bangsa ini merebut dan mengeksploitasi semua kekayaan alam dan wilayah dari bangsa Dravida karena mereka merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh bangsa Dravida.
Agama yang dianut oleh penduduk India pada zaman dahulu adalah agama Hindu, akan tetapi muncul aliran-aliran lain yang kurang sepaham dengan Hindu yaitu Budha. Selain itu, agama hindu juga terdiri dari beberapa aliran. Dalam agama hindu, terdapat pemujaan-pemujaan yang dikhususkan untuk para dewa, terutama pada tiga dewa yaitu: Wisnu,Syiwa dan brahma. Penduduk India memiliki hasil kebudayaan yang sampai saat ini masih berlaku yaitu cerita ramayana dan mahabarata.
India mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan raja Asyoka, dan raja ini sangat gemar sekali berperang tetapi setelah tua, dia menjadi penganut agama yang sangat kuat dan taat, bahkan dia adalah raja pertama yang mengutuk peperangan.
Setelah raja Asyoka wafat, India mengalami masa yang cukup susah, sampai adanya masa Gupta dan Harsya. Masa Gupta didirikan oleh orang bernama Chandragupta yang sekaligus menjadi raja pertama. Namun kerajaan ini memempati posisi puncaknya pada masa pemerintahan Chandragupta II.
Setelah Chandragupta II wafat, kerajaan Gupta mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh dan kemudian gigantikan dengan masa Harsya. Harsya adalah saudara dari raja muda Rajya, yang merupakan raja terakhir kerajaan Gupta, kemudia Harsya diangkat menjadi raja.
Setelah itu di Asia Selatan mengalami suatu proses islamisasi. Agama islam masuk di Asia Selatan dibawa oleh para pedagang Arab yang melakukan perdagangan di Asia Selatan, selain itu juga masuk melalui jalur peperangan.
Islam masuk di kawasan Asia Selatan melalui tiga gelombang. Gelombang yang pertama terjadi sekitar tahun 711 M, yang dilakukan oleh Muhammad Ibnu Kasim yang merupakan penguasa di daerah Irak. Pada saat itu, terjadi serangan yang dilakukan oleh perompak India yang membuat Ibnu Kasim terganggu lalu melakukan serangan ke India. Pasuka Ibnu Kasim berhasil menduduki Gujarat dan Lembah Indus Hilir, saat mau menaklukkan pedalaman Indus pasukan islam mengalami hambatan karena adanya kekuatan pribumi yang mempertahankan wilayah mereka.
Gelombang yang kedua dilakukan oleh Wangsa Gazna, pada penyerangan ini, terjadi tindakan yang sangat kasar, semua bentuk candi, arca dan tempat pemujaan yang ada di India dimusnahkan. Sejak serbuan gelombang kedua ini orang hindu muli muncul sifat antipati terhadap islam.
Gelombang ketiga dilakuan oleh Wangsa Guri, hal ini bermula saat pusat kekuasaan Gazna diserang oleh orang-orang Turki-Afganistan. Pada masa ini, kekuasaan Budhisme akhirnya pindah atau hijrah ke Nepal untuk menghindrai serangan yang terjadi. Sejak saat itu agama budha mulai tersingkir dari India dan Nepal menjadi pusat dari agama Budha.
Dari ketiga gelombang tersebut, dapat saya simpulkan bahwa islam masuk di Asia Selatan pada awalnya melalui jalan kekerasan yang sangat membuat bangsa Asia Selatan menjadi antipati terhadap islam. Tetapi setelah itu, islam mulai diterima karena islam merupakan agama yang sangat mudah dalam proses masuknya dan dalam islam tidak dikenal adanya kasta. Dalam islam semua orang dianggap sederajat dan sama.
India adalah salah satu negara jajahan Inggris. Pada tahun 1658 pasukan dagang Inggris menginjakkan kaki di India. Para pedagang Inggris semula datang dengan niat yang baik, tetapi akhirnya mereka meminta salah satu daerah penting dalam hal perdagangan dan membentuk koloni perdagangan. Imperealisme di India dimulai karena adanya persaingan dagang dan perebutan atau penguasaan daerah dagang dan penguasaan hasil rempah-rempah yang ada di kawasan India.
Semenjak adanya imperealisme itu, penduduk India mulai tidak betah dan ingin melepaskan diri dari hal tersebut. Tokoh yang memimpin masyarakat India untuk lepas dari imperealisme adalah Mahadma Gandhi.


EmoticonEmoticon