Friday, September 18, 2015

Filsuf dan Ajarannya yang Berpengaruh terhadap Revolusi Prancis



  • Montesquieu (1659-1755)

Dalam bukunya L’Esprit de Lois (Jiwanya Undang-Undang) diterangkan sejarah dari Undang-Undang dan peraturan-peraturan pemerintah, dirincinya segala keburukan dan kebaikannya. Kekuasaan membuat Undang-Undang, menjalankan Undang-Undang dan kehakiman harus dipisahkan, dan dalam bukunya Montesquieu mengenalkan bentuk kekuasaan negara yang dibagi menjadi tiga yaitu:
-Kekuasaan Legislatif (pembuat Undang-Undang)
-Kekuasaan Eksekutif (pelaksana Undang-Undang)
-Kekuasaan Yudikatif (pengawa dan pengadilan pelanggar Undang-Undang)

  • Voltaire (1694-1778)

Pada zamannya Voltaire lebih dikenal sebagai seorang pujangga daripada seorang ahli hukum. Dengan tegas dan jitu di kritiknya pemerintahan Louis XIV yang aristrokratis dan dia membandingakan pemerintahan Inggris yang berParlemen dan Prancis yang hanya mempunyai nama parlemen, karena sejak masa louis XIII parlemen tidak berfungsi kembali. Kemudian ia membandingkan pemerintahan Frederick II di Jerman yang bertindak demi masyarakat banyak. Voltaire menyokong pendapat J.J. Rousseau dengan mengatakan bahwa semua peraturan yang telah tidak sesuai harus diabaikan.

  • J.J. Roussesau

Manusia adalah bagian dari alam dan dia lebih memuja rakyat kaena dalam tingkah laku rakyat yang polos terdapat ketulusan tidak seperti orang-orang yang telah dipoles dengan tata krama. Rosseau menulis buku yag berjudul Du Contract Sosial yang menjelaskan bagaimana seharusnya Undang-Undang dan peraturan-peraturan untuk manusia yang beradab, Inti dalam buku ini yaitu  kekauasaan adalah tangan Rakyat.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon