Wednesday, September 30, 2015

Hubungan Internasional dalam Perspektif Sejarah

Penulis                        : Drs. Subagyo, M.P.d
                                    Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang bekerja sama dengan Widya Karya, Semarang
Buku                           : Hubungan Internasional Dalam Perspektif Sejarah 
Sampul                       : Soft cover berwarna biru
Jumlah Halaman       : viii + 297 hal. Ukuran 20.5 x 14.5 cm
ISBN                           : 978 602 8517 26 3



BAB I
KONSEP DASAR DAN RUANG LINGKUP
Menurut Suwardi Wiraatmaja 1997 ,Hubungan internasional adalah suatu disiplin yang disusun secara ssinetis,sedangkan ilmu pengetahuan lain dapat terjadi secara analitis,artinya berasal dari disiplin lain yang ada terlebih dahuluHubungan internasional dapat berwujud dalam berbagai bentuk yaitu:Hubungan individu,Hubungan antarkelompok,danHubungan antarnegara Dalam hubungan dengan hal tersebut, terdapat tiga asas, yang satu sama lain pengaruh mempengaruhi, yaitu: (1) asas territorial, asas ini didasarkan kekuasaan negara atas daerahnya (2) asas kebangsaan, asas ini didasarkan kepada kekuasaan negara pada warga negaranya (3) asas kepentingan umum, asas ini didasarkan kepada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan masyarakat.Bangsa Romawi telah mengenal tentang asa-asas dalam hubungan internasional.Orang Romawi mengenal Ius Civile dan Ius Gentium.Ius civile,diartikan sebagai hukum internasional,Sedangkan Ius Gentium memiliki dua arti yaitu:
1.      Ius Gentium adalah bagian dari hukum Romawi,yang sesuai dengan hukum yang berlaku di negara lain
2.      Ius Gentium adalah Hukum yang mengatur orang Romawi dengan orang-orang asing
Terdapat empat periode yang dipakai dalam perkembangan hubungan internasional,yaitu:
1.      Zaman kuno yang berlangsung sampai berakhirnya Imperium Romawi
2.      Abad pertengahan sampai dengan abad keenam belas
3.      Periode antarnegara modern,pada abad keenambelas sampai kesembilan belas
4.      periode abad keduapuluh yaitu periode evolusi menuju kearah tingkat supra negara.
BAB II
NEGARA, BANGSA, DAN NEGARA BANGSA
Negara secara geografis merupakan wilayah dengan sistem kekuasaan yang terpusat dengan memiliki hukum, peraturan dan membuat keputusan sendiri. Negara-bangsa diartikan sebagai suatu terotorial negara dengan penduduk yang menyatakan sebagai suatu bangsa. Sistem negara-negara Westphalia adalah sistem Eropa yang digunakan di benua tersebut. Sebelum timbulnya sistem negara tersebut, Eropa dikenal di kuasai oleh sistem kerajaan (empire), dimana Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, dan Spanyol melebarkan sayapnya keluar kontinen Eropa mulai abad 17 dengan kekuasaan dan kekuatan militer empire ke tanah Jawa.Pada akhir abad 18 pandangan merkhantilisme tidak populer lagi dan diganti dengan sistem perdagangan internasi.Evolusi negara modern:1684 : perjanjian westphalia membentuk sistem negara modern,Abad 16,17,dan 17 : mengembangkan kekuasaan kolonial,1775-1780 : revolusi Amerika dan perancis merupakan tantangan bagi kekuasaan raja,1804-1815 : kekuasaan napoleon di Perancis merubah sistem kekuasaan di Eropa,1815-1870 :  Ameriksa serta Jepang mulai menanamkan kekuasaan kolonial,1914-1918 : perang dunia I merubah sistem negara di dunia,1870-1930 : sejumlah negara di Eropa tumbuh dari 15 menjadi 35,1918-1939 : munculnya kekuasaan Bholshewiks di Rusia,1939-1945 : perang dunia II,1945-kini : perkembangan kehidupan kenegaraan menggantikan sitem kolonial modern.Pertimbangan kekuatan dilakukan dengan hubungan antar bangsa. Dan dalam beberapa kasus  merupakan upaya dua negara dalam kedudukan atau kapabilitas yang sama. 

BAB III
ILMU DAN SISTEM HUBUNGAN INTERNASIONAL
Kata “Internasional” digunakan pertama kali oleh “Jeremi Bethan”pada abad XVII.Hubungan Internasional merupakan suatu kegiatan manusia di mana manusia berasal dari satu negara atau lebih baik secara individual,maupun berkelompok,berinteraksi.Pada abad XX,diawali adanya Perang diseluruh dunia,muncul dan berkembang secara meluas hubungan internasional sebagai “disiplin ilmu”.Menurut Rode,Calton Clyner ilmu hubungan internasional mencakup diplomasi,hukum internasional,dan organisasi internasioanl.Ilmu hubungan Internasional merupakan synthesa dari berbagai ilmu yang masing-masing memiliki tujuan tersendiIlmu-ilmu yang menunjang hubungan antarbangsa yaitu:Geografi dunia,gerakan pendidikan perdamaian,psikologi dan sosiologi hubungan internasional,humaniora,serta biologi.Ilmu hubungan internasional bertujuan membentuk warga negarayang baik,pemimpin yang berkwalitas,ketrampilan yang tinggi dan pengetahuan yang mendalam tentang kemanusiaan.
Pendidikan Internasional merupakan suatu ilmu yang menggambarkan sikap,pengetahuan,saling pengertian,dan menerima masyarakat dunia ke dalam pola hidup manusia yang beradab.Sebagai suatu sistem dalam hubungan internasional terdiri atas negara dan interaksinya baik yang ditangani pemerintah ataupun non pemerintah serta lembaga swasta dan individu.Diplomasi merupakan keseluruhan proses dari hubungan politik antarbangsa,orang yang melaksanakan tugas diplomatik diluar negeri disebut diplomat.Kegiatan-kegiatan diplomatik dapat ditempuh melalui : lembaga pemerintah,kementrian luar negeri dan misi diplomatik.Istilah lama dari diplomat adalah “negotitor” yang dapat diterjemahkan sebagai perunding.Hukum Internasional adalah suatu bentuk hukum yang berlaku antarnegara yang berdaulat dan antar kesatuan atau badan-badan internasional lainnya.Tiga hal utama yang merupakan orientasi hukum internasional pada masa sekarang ini adalah perang,perlakuan terhadap orang asing serta hak asai.Ekonomi merupakan salah satu unsur kekuatan bangsa.Hubungan Internasional tercipta melalui jalur ekonomi telah berlangsung lama.Kegiatan politik dan ekonomi dipisahkan.Politik memusatkan perhatian pada aspek keamana,sedangkan ekonomi memusatkan perhatian pada masalah kemelaratan,perdagangan,termasuk ruang lingkup ekonomi.Ilmu hubungan internasional dapat dikategorikan dalam ilmu yang sangat muda.Ilmu hubungan internasional lahir bukan karena kebutuhan hajat tetapi karena kebutuhan manusia akan perdamaian.Tokoh yang dianggap sebagai pelopor gerak masyarakat adalah Herodotus(484-425 SM) .Secara harfiah hubungan internasional diartikan sebagai hubungan antarbangsa.Hubungan internasional dalam arti hubungan global tidak sepenuhnya dapat disamakan dengan politik internasional.Aspekpolitik dan aspek hukum merupakan dua aspek yang dominan dari proses hubungan global.Gagasan yang mendasari “polis”dari Plato dan Aristoteles menjadi politis justru karena dilengkapi oleh ketertiban,dan karena itu didasarkan pada hukum.Politik Luar Negeri adalah keseluruhan penjalanan keputusan suatu pemerintah untuk mengatur semua hubungannya dengan kalangan luar negara.Politik Internasional mencakup kepentingan dan tindakan beberapa atau semua negara serta proses interaksi dan organisasi sosial pada tingkat pemerintah.Hubungan internasional tidak saja hanya menyangkut politik internasional,melainkan mencakup bentuk hubungan yang nonpolitis antara berbagai subjek yang tidak memegang monopoli kekuasaan yang terjadi dengan negara.
BAB IV
SASARAN DAN SISTEM INTERNASIONAL
Tujuan dari hubungan internasional adalah tercapainya perdamaian dunia.Perang merupakan cara singkat untuk memenuhi kebutuhan dari suatu negara yang belum terpenuhi.Ilmu hubungan Internasional mempelajari pra kondisi dari perdamaian dalam perkambangannya  terdapat dua pendekatan : pendekatan ilmiah atau pendekatan analitis-kontemplatis, dan pendekatan pseudo-ilmiah atau disebut pendekatan aplikatif.Berbagai Aliran Pemikiran Mengenai Masalah Perdamaian Dunia.Kaum idealis menyatakan bahwa setiap banga mempuyai kepentingan (interest) yang sama terhadap perdamaian, dan bahwa setiap bangsa yang mengganggu perdamaian sekaligus telah bertingkah laku tidak rasional dan tidak bermoral.Kesulitan yang dialami oleh kaum idealis,yaitu usahauntuk menegakkan perdamaian abadi dalam negara dunia yang universal itu macet pada kesukaran dalam menerangkan apa artinya perdamaian yang positif.Aliran Kaum Realisme sering dikaitkan dangan Machiavelli, yang memandang politik dan sejarah politik sebagai siklus sebab dan akibat yang proses dapat dianalisa dan dapat dimengerti, tetapi tidak mungkin dapat dipengaruhi dengan intelektual.Aliran Neo-Realisme dari Edward Hallett CarrCarr berpendapat bahwa pendekatan yang idealistis dan yang realistis haruslah bekerjasama. Usaha Carr untuk memadukan kaum idealis da kaum Realis sebenarnya dapat dicapai pada tingkat analisa yang lebih baik.Palemologi adalah disiplin ilmu yang sangat muda, yang erupakan reaksi dari pemikir terhadap meningkatnya perlombaan senjata dan disiplin ini lebih dekat denga idealis. Perdamaian adalah absurd, apabila orang tidak dapat sepakat mengenai substansinya. Konflik tidak hanya bersifat potensial , melainan dapat diamati dalam semua dimensi kehidupan manusia : biologis, psikologis, ekonomis dan sebagainya.

B. SISTEM INTERNASIONAL
Pendekatan yang mengenai masalah hubungan Internasional yaitu: kumpulan dari suatu politik yeng masing-masing adalah independen dan ada interaksi dengan tingkat keteraturan tertentu.Kerangka analisa menrut Holsti,yaituHolsti mengemukakan lima aspek sebagai kerangka analisa, yaitu :Aspek pertama ditentukan oleh batas geografis, kebudayaan maupun batas efektivitas dari suatu sisten internasional.Aspek kedua menyangkut ciri dan bentuk dari satuan politik yang interaksinya membentuk suatu sistem internasional. Aspek ketiga berkenaan dengan struktur dari interaksi internasionalAspek keempat meliputi bentuk interaksi yang tidak terhitung jumlahnya, mulai dari kooperasi yang luas sifatnya, sampai kepada perang total. Aspek kelima merupakan jalinan dari kebiasaan, kaidah dan proses yang ditaati oleh satuan-satuan politik yang terlibat dalam sistem.Sistem internasional itu harus dilihat dari konsensus internasioanal dan kompromis sistmik yang berhasil dicapai oleh satuan-satuan politik. satuan politik yang relevan bagi pembicaraan mengenai hubungan internasional sejak pertengahan abad ke-17 hanyalah negara. Hal tersebut dikarenakan perjajjian Westlafia, yang mengukuhkan empat unsur berdirinya suatu negara.Sistem internasional kini secara mencolok ditentukan oleh lebih banyak aktor internasional yang sering memperlihatkan kesenjangan ciri yang besar. Asas teritorial dan kedaulatan politik atau paling sedikit kedaulatan ukum memang merupakan ciri utama negara abad ke-20, tetapi mekanisme dan cara kerja kekuaaan nasional itu bersifat aneka ragam, yang tidak lain adalah aspek sosial politik yang merumuskan sebagai konsensus konstitusional.
BAB V
MASYARAKAT INTERNASIONAL
Heddley Bull meringkas pendekatan internasional “tradisional”sbb: pendekatan masyarakat internasional berasal dari “filsafat”,sejarah dan hukum.Inti pendekatan masyarakat internasional adalah negara-negara dianggap sebagai organisasi manusia.Pendekatan masyarakat Internasional ada 2 macam yaitu:kaum pluralis,yaitu menekankan pentingnya kedaulatan negara.,yang kedua yaitu kaum solidaris yang menekankan pentingnya individu sebagai anggota terpenting masyarakat.Pendekatan Masyarakat Internasional menolak memilih antara optimisme kaum liberal pesimisme dan kaum realis. Inti pendekatan Masyarakat Internasional adalah negara-negara dianggap sebagai organisasi manusia. Pendekatan Masyarakat Internasional memandang politik dunia sebagai dunia manusia seutuhnya.
Beberapa kritisme besar dapat dibuat terhadap pendekatan Masyarakat Internasional pada HI. Pertama, terdapat kritik kaum realis bahwa bukti dari norma internasional sebagai penentu kebijakan dan perilaku negara adalah lemah atau tudak kuat. Kedua, terdapat kritik kaum liberal bahwa tradisi Masyarakat Internasioanal mengabaikan politik domestik yaitu demokrasi dan tidak dapat menjelaskan perubahan progresif dalam politik internasional.
Ketiga ,terdapat kritik EPI bahwa tradisi Masyarakat Internasional gagal memberikan penjelasan tentang hubungan ekonomi internasioanal. Akhirnya, terdapat kritikan solidaris yang muncul dari dalam tradisi Masyarakat Internasional.
BAB VI
EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Ekonomi adalah tentang pencapaian kekayaan dan politik adalah tentang pencapaian kekuatan, keduanya berinteraksi dengan cara yang rumit dan memusingkan (Gilpin, 1987). Hal ini merupakan hubungan yang kompleks dalam konteks internasional  antara politik dan ekonomi, antara negara dan pasar, yang merupakan inti dari EPI.Beberapa politik internasional seperta:Merkantilisme,Liberalisme,dan Marxisme.Merkantilisme adalah pandangan dunia tentang elit-elit politik yang berada pada garis  depan pembangunan negara modern.Adam smith, baapak liberalisme ekonomi, yakni bahwa pasar cenderung meluas secara spontan demi kepuasan kebutuhan manusia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh ikut  campur, campur tangan politik dan peraturan negara, sebaliknya, tidak ekonomis, kemunduran, dan dapat menyebabkan konflik.Kaum ekonomi liberal berpendapat bahwa perekonomian  pasar merupakan suatu wilayah otonom dari masyarakat yang berjalan menurut hukum ekonominya sendiri.Panadangan kaum marxis tersebut disebut “materialisme”. Hal ini didasarkan pada pernyataan bahwa aktivitas inti dalam masyarakat manapun hirau dengan cara-cara bagaimana manusia mengahasilkan alat-alat eksistensinya. Produksi ekonomi adalah dasar bagi semua aktivitas manusia lainnya, termasuk politik.Teori stabilitas hegemonik tidak murni merkantilime menjadi penting untuk didiskusikan, sebab jika hal ini benar, kita harus berharap hubungan ekonomi internasional yang liberal tergantung pada kehadiran suatu kekuatan dominin liberal, suatu hegemon. Perekonomian ekonomi liberal juga disebut publik atau kolektif, yatu barang atau jasa, yang sekali dialirkan, menciptakan keuntungan bagi setiap orang.Liberalisme, marxisme, dan merkantilime masing-masing telah menunjukan aspek penting hubungan ekonomi dan politik. Mereka juga membuka kelemahan-kelemahan tertentu : mereka tidak dapat berdiri sendiri. Fenomena globalisasi telah mendapatkan perhatian yang sangat besar dari EPI. Perdebatan tentang globalisasi ekonomi memang tidaklah mudah.
BAB VII
KEKUATAN NASIONAL DAN POLA HUBUNGAN INTERNASIONAL
Kekuatan nasional adalah penting untuk mendukung penyelenggaraan politik luar negeri dalam menegakkan kepentingan nasional dan mempertahankan eksistensi negara.Sesuai dengan unsur dasar negara,kekuatan nasional pada unsur rakyat,pemerintah,dan wilayah.Rakyat merupakan unsur utama dari kekuatan nasional.Aspek utama yang relevan bagi konsep kekuatan nasional adalah aspek kualitatif dan aspek kuantitatif.Aspek Kuantitatif meliputi jumlah penduduk,sedangkan aspek kualitatif meliputi mutu penduduk.Pemerintah pada dasarnya adalah organisasi.Tanpa pemerintah unsur rakyat dan wilayah tidak dapat menjadi negara.Sistem pemerintahan ada 2 yaitu representaif demokratis yang artinya memerlukan dukungan rakyat untuk memerintah dan otoriter-totaliter,maksudnya tidak mementingkan pendapat rakyat.Wilayah adalah unsur negara yang paling stabil,selama wilayah itu dapat dipertahankan oleh pemerintah dan rakyat yang memiliki dan menguasainya. Manusia merupakan faktor yang paling menentukan dalam membangun dan memantapkan kekuatan nasional.Faktor utama yang dapat disebut adalah situasi geografis,ideologis,kepentingan ekonomi,dan streotip nasional.
BAB VIII
DIPLOMASI
Diplomasi merupakan perangkat terwujudnya proses-proses interaksi yang memberikan dasar bagi tindakan lebih lanjut bagi suatu negara bangsa internasional. Diplomasi adalah peramgkat terwujudnya proses-proses interaksi yang memberikan dasar bagi tindakan lebih lanjut bagi suatu negara bangsa.
Diplomasi telah mengalami perkembangan sejak masa kerajaan-kerajaan diberbagai wilayah dunia dengan karakteristiknya masing-masing.
Ada beberapa faktor yang menbantu kemunculan Diplomasi Baru menggantikan Diplomasi Lama:
  1. kebangkitan Rusia sosialis
  2. munculnya AS dipolitik dunia dan keikutsertaan negara-negara Amerika Latin dalam kehidupan internasional
  3. kebangkitan Asia dan masuknya negara-negara dalam pergaulan internasional
  4. perkembangan sistem ekonomi.
BAB IX
ORGANISASI ANTAR BANGSA
            Hubungan antarbangsa atau hubungan internasional membawa dampak tidak hanya keharmonisan melainkan konflik atau perang.Organisasi Internasional merupakan lembaga dunia yang secara sadar dibentuk untuk mencapai sasaran tertentu.Fungsinya untuk mencari jalan keluar untuk memudahkan kerjasama.Organisasi Internasional muncul di Eropa  pada abad XIX.Kemudian pada tahun 1815 diadakan kongres Winna,Kongres ini mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan organisasi dunia selanjutnya.Masing-masing organisasi memiliki sejarah dan perkembangannya sendiri.Penggolongan klasifikasi dapat dibuat dengan bertitik tolak pada tiga kriteria yaitu:Keanggotaan,Klasifikasi berdasarkan Lingkup Kawasan Geografis,danKlasifikasi atas Landasn Fungsi.Organisasi Internasional berstatus sebagai wadah pemersatu dan pemecah masalah, subyek hukum internasional,alat paksa agar kaedah hukum ditaati dan memperluas kaedah hukum internasional.Setelah perang dunia kedua maka maka muncullah organisasi antar bangsa yang disebut PBB .Munculnya organisasi ini tidak instan begitu saja,tetapi melalui langkah-langkah sbb:Atlanthic Charter 1 Januari 1942,Moscow Declaration 30 okt 1943,Dumbarton Oaks Proposal,Konperensi Yalta,Konperensi San Fransisco.Tujuan dasar dibentuk PBB tercantum dalam mukadimah,yaitu:
a.       Menyelamatkan generasi mendatang dari bahaya kekejaman perang
b.      Memperkuat kepercayaan akan HAM dan hidup yang layak,kesamaan gender
c.       Meningkatkan kemajuan sosial dan standar hidup yang lebih baik
B.3      Tujuan PBB
a.       Menciptakan satu pusat yang menyelaraskan kegiatan bangsa-bangsa untuk mencapai tujuan bersama
b.      Menciptakan kerjasama dalam menyelesaikan masalah-masalah internasional yang menyankut bidang sosial,ekonomi,budaya,serta kemanusiaan
c.       Mengembangkan rasa persaudaraan antarbangsa.
B.4      Keanggotaan PBB
            Keanggotaan PBB diatur dalam Pasal 3,4,5,6.Anggota asli sebanyak 51 negara,setelah ditambah Polandia.Kriteria untuk diterima sebagai anggota PBB adalah cinta damai,menerima dan mampu memenuhi kewajiban yang terdapat dalam pasal 4.
B.5      Badan Kelengkapan PBB
            Badan kelengkapan PBB seperti Majelis Umum sebagai Badan Legislatip,Badan eksekutip meliputi dewan keamanan,dewan ekonomi sosial,dan Dewan perwalian.
B.6      Dewan Keamanan
Dewan Ekonomi Social (The Economic and Social Council)
Dewan Perwalian
Mahkamah Internasional
Sekretariat PBB
C.        Perserikatan Bangsa Bangsa dan Indonesia
1.      Sengketa Indonesia Belanda (UNCI)
Masuknya NICA ke Indonesia menimbulkan bentrokan bersenjata yang menelan banyak korbanSuasana keruh yang dialami Indonesia melibatkan oragnisasi PBB dalam menanggulanginya.
2.      PBB dalam masalah Irian Barat (UNTEA)
Setelah proklamasi kemerdekaan,Irian Barat tidak diserahkan ke Indonesia,tetapi berusaha menjadikannya sebagai propinsi disebrang lautan.Pada tahun 1953 Belanda mulai memperkuat pertahanannya dengan pembubaran Uni Indonesia Belanda .Akhirnya Presiden Soekarno dengan TRIKORA yang berisi:
1.Kibarkan sang merah-putih di Irian Barat
2.Menggagalkan negara Papua
3.Mobilisasi Umum
Akhirnya pada 1 Mei 1963 Irian Barat kembali kepangkuan Republik Indonesia
3.      PBB dalam masalah Timor-timur
Waktu Timor timur telah menyatu di dalam wilayah RI,portugis datang dan berniat menjajah Timor timur dan berusaha memisahkan wilayah tsb dari RI.PBB membantu masalah ini,dn akhirnya berkat bantuan PBB Timor timur lepas dari Indonesia.
BAB X
                        PERAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL
A.Bidang Politik dan Keamanan
            Globalisasi di bidang politik akan menumbuhkan kesadaran-kesadarn bangsa-bangsa di dunia sebagai warga dunia yang memiliki tanggungjawab bersama bagi kelangsungan hidup di bumi.Usaha nyata pemerintah dalam penyelesaian politik global yaitu:
1.      Indonesia Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
2.      Pengiriman Kontingen Garuda
3.      Peran Indonesia Dalam Menyelesaikan Pilitik internasional
a.      Konflik di Timur Tengah
b.      Krisis di Myanmar
c.       Peran Indonesia dalam Penaggulangan Terorisme
B.Bidang Ekonomi
            Hubungan-hubungan ekonomi antarnegara telah memegang peranan yang sangat penting dalam membangun globalisasi.
1.      Perdagangan Bebas
Dengan ditandatangani kesepakatan antarnegara dalam perdagangan dunia,maka sudah tidak ada ikatan lagi antara batas suatu negara.Perdagangan Bebas dibedakan menjadi 2 yaitu:
a.       Perdagangan Bebas Tingkat Global
b.      Perdagangan Bebas Tingkat Regional
C.Bidang Kebudayaan
            Akibat kemajuan teknologi Arus komunikasi serta komunikasi yang mudah dan mudahnya dalam mengakses berbagai hal yang ada, Dengan adanya westernisasi, kebudayaan bara lebih mendominasi kebudayaan global. Budaya global terdiri dari kebudayaan yang terdiri dari semua kebudayaan yang ada di seluruh dunia.
D. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
Untuk menjaga kelestarian hidup adalah kewajiban dari seluruh masyarakat yang ada di belahan bumi, tidak eduli ia berasal dari negara maju, negara berkembang, ataupun negara miskin. Banyak sekali kerusakan-kerusakan yang terjadi di dunia, salah satunya adalah hutan. Di Indonesia merupakan pemasok udara terbesar di dunia. Maka indonesia turut berperan dalam lingkungan hidup dunia. Negara Indonesia aktif dalam pembahasan mengenai perubahan iklim dan dampaknya bagi masyarakat global.Keterlibatan bangsa Indonesia dalam pergaulan membawa dampak positif dan dampak negatif.
a.       Dampak Positif
1.      Masyarakat Indonesia menjadi makin maju
2.      Kebudayaan Indonesia makin maju
3.      Meningkatkan kepercayaan dunia Internasional
4.      Etos kerja masyarakat Indonesia meningkat
5.      Berdirinya perusahaan asing di Indonesia
b.      Dampak negatif
1.      Berlangsungnya Neokolonialisme
2.      Lapangan kerja makin sempit
3.      Terkikisnya nilai-nilai kebersamaan
4.      Berkembangnya pola hidup konsumtif
5.      Memicu ketergantungan terhadap negara maju
Kelebihan Buku
Buku ini bahasa mudah dipahami,penyampaian materinya luas,sehingga pemahaman mengenai hubungan internasional cukup paham.Buku ini merupakan buku pegangan yang cukup lengkap.Susunan dari setiap materi, dari setiap bab per bab lumayan runtut dan baik. Buku Hubungan Internasional dalam Perspektif Sejarah ini merupakan buku referensi yang baik untuk di jadikan bahan acuan.Buku ini bahasa mudah dipahami,penyampaian materinya luas,sehingga pemahaman mengenai hubungan internasional cukup paham.
Kelemahan Buku
Setiap ada kebihan pasti ada kelemahan, “tak ada gading yang tak retak”. Dalam buku ini sedikit membingungkan dalam bahan pembahasan, walaupun sudah menggunakan bahasa yang mudah dicerna tapi dalam meresapi materi yang ada dalam buku.Buku ini juga banyak menggunakan istilah-istilah yang sedikit ilmiah,tetapi tidak ada penjelasannya,misalnya kata synthesa,sehingga untuk memahaminya agak kesulitan, Bahkan harus membaca berkali-kali untuk mengerti maksud buku ini. Namun pada dasarnya bukunya buku ini layak untuk dibaca, saya menyarankan.
Sumber:
Subagyo. 2010. HUBUNGAN INTERNASIONAL Dalam Perspektif Sejarah. Semarang: Widya Karya.


EmoticonEmoticon