Friday, September 18, 2015

Pendidikan Peradaban Kuno

·         India Kuno
India merupakan bangsa yang menganut agama Hindu, sehingga ada sistem stratifikasi yang disebut kasta. Kasta dalam agama Hindu ada 4 yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pada masa India kuno kelompok yang berperan sebagai penyelenggara pendidikan adalah Kasta Brahmana. Karena kasta Brahmana merupakan kasta tertinggi yang terdiri dari kaum pendeta. Kemudian kasta ksatria terdiri dari kaum bangsawan, prajurit, dan mereka menerima pengajaran dalam membaca, menulis, berhitung dan ilmu siasat perang. Kasta Waisya terdiri dari para tukang, pedagang, petani, dan lain sebagainya. Kasta waisya mendapat pengajaran dalam bidang pertanian. Kasta paling rendah yaitu kasta sudra dianggap sebagai manusia yang hina, hanya dapat melakukan pekerjaan budak dan tidak berhak mendapatkan pendidikan.
Ciri-ciri pendidikan di India Kuno :
1.      Agama adalah aspek yang diutamakan pada pendidikan di India Kuno. Dasar pendidikannya adalah kitab suci orang India yaitu veda
2.      Pendidikan diselenggarakan oleh kaum yang berada di kasta tertinggi, yaitu Brahmana.
3.      Tujuan pendidikan di India  untuk mencapai kebahagiaan serta kesempurnaan mistik dengan ilmu pengetahuan sebagai alatnya
4.      Kaum perempuan India tidak diperhatikan mengenai aspek pendidikannya, kecuali calon penari kuil.


Pada sistem pendidikan di India murid – murid nelajar dan tinggal langsung dirumah gurunya. Para murid tersebut hidup sederhana dan harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga gurunya. Sistem pendidikan tersebut dinamakan sistem guru-kula atau pendidikan asrama. Di sana guru dan pasangannya dianggap sebagai orang tua murid yang tinggal disana.
Sistem guru kula ini berlangsung sampai pada masa India modern. Pada masa India modern mereka juga memperoleh sistem pendidikan yang lain (klasikal) karena India modern sudah memperoleh pengaruh dari Rabindranath Tagore. Ia adalah seorang tokoh pendidikan di India yang terkenal. Selain Tagore tokoh lain yang besar pengaruhnya terhadap pendidikan agama islam di India adalah Sayyid Ahmad Khan.

·        Tokoh Pendidikan India Kuno
1.      RABINDRANATH TAGORE (1861-1941)
Tagore lahir di Calcutta pada tanggal 7 Mei 1861 , sebuah kota yang kosmopolitis (warga dunia) . Ia keturunan keluarga brahmana yang sangat kaya, Tagore di kirim untuk belajar di Inggris  pada tahun 1877 untuk belajar ilmu kehakiman. Tahun 1886 Tagore menikah dan gemar menjalani kehidupan secara pendeta. Pada tahun 1900 mendirikan shanti Niketan (pantai perdamaian). Tahun 1913 ia mulai mengadakan perjalanan mengelilingi dunia. Tagore adalah seorang pembaharu sosial, pendidik, pujangga, ahli music dan ahli filsafat yang berusaha memperjuangkan kemajuan bangsanya dan memperjuangkan tercapainya perdamaian dunia.
Sebagian karir Tagore :
·         Hasil karyanya di bidang kesusasteraan yang terkenal adalah Gitanjali (1913) dan merebut hadiah nobel bagi kesusateraan.
·         Tahun 1915 mendapat gelar Doktor honoris causa dalam bidang kesusasteraan dari universitas Calcutta dan tahun 1941 dari universitas Oxfrod.

Cita – cita hidup Tagore adalah:
1.      Pembaharuan kebudayaan India lama dengan menggabungkan antara idealisme Timur dan idealisme Barat. Tapi tetap dengan pedoman bahwa India harus tetap memiliki sifat – sifatnya yang asli.
2.      Persaudaraan sedunia tanpa mengenal perbedaan kasta, kulit, bangsa, dan agama.
3.      Pembaharuan di lapangan sosial, memajukan rakyat dengan pendidikan rakyat, sehingga setiap desa menjadi suatu Sriniketan (panti kemakmuran)
      
·         Dalam bidang pendidikan dan pengajaran:

a.        Murid belajar dengan melakukan (mencoba sendiri), dengan kegiatan music dan tari, dengan hidup dan bekerja di alam bebas..
b.      Agama menjadi dasar sistem pendidikan asrama (sistem guru kula).
c.       Kehidupan di sekolah harus otonom, yang berhak dan memerintah sendiri (self government).

2.       SAYYID AHMAD KHAN
Sayyid Ahmad Khan lahir di Delhi pada tahun 1817 . Ayahnya seorang bangsawan pejabat pemerintah di istana sultan mogul, ia juga mendapat pendidikan dan pengajaran termasuk membaca Al-Qur’an di rumahnya sendiri. Ia adalah tokoh pendidikan yang besar di India, pendiri Universitas Islam di India (Aligarch College,1875). Pada tahun 1889 mendapat gelar doktor honoris causa dalam ilmu hukum dari Universitas Edenburgh, dan meninggal dunia pada tahun 1899.
Cita – citanya adalah mewujudkan masyarakat islam yang modern dengan mengambil Turki sebagai contoh. Semboyannya adalah ”tolonglah dirimu sendiri, hanya dengan demikian engkau dapat maju.”
Beberapa usahanya di bidang pendidikan antar lain:
1.       Mendidirikan Alifarch College ( universitas islam ), yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin – pemimpin dan sarjana - sarjana    muslim yang sanggup mewujudkan masyarakat islam yang modern. Universitas di bagi menjadi 2 bagian, yaitu : bagian Inggris dan Timur. Seluruh mahasiswa diwajibkan mempelajari agama islam. Orang Hindu dan Kristen juga diterima menjadi mahasiswa.
2.       Pada tahun 1875 mendirikan Mohammadan Educational Conference, konferensi ini diadakan setiap tahun sekali.
3.       Tahun 1888 mendirikan organisasi patriotic Association, yang bertujuan mengimbangi usaha – usaha kongres India yang makin mengutamakan kepentingan – kepentingan golongan Hindu saja.

·         Mesir Kuno
Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Peradaban ini dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM.
Sejarahnya mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai oleh periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalami kemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir. Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian dari provinsi Romawi.
Peradaban pendidikan di Mesir Kuno maju terbukti dengan adanya :
·         Irigasi teratur terhadap Lembah Nil
·         Pendayagunaan mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya
  • Perkembangan sistem tulisan seperti dengan huruf heiroglyph (tulisan suci) terdiri dari sekitar 500 simbol.
  • Berkembangnya Kesastraan Mesir Kuno seperti Kisah Sinuhe yang ditulis dalam bahasa Mesir Pertengahan juga dapat dikategorikan sebagai literatur Mesir klasik.[99] Contoh lainnya adalah Instruksi Amenemope yang dianggap sebagai mahakarya dalam dunia literatur timur tengah.
  • Karya arsitektur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza dan kuil di Thebes. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan religius, sebagai bentuk peringatan, maupun untuk menunjukkan kekuasaan firaun.
Tujuan pendidikan agar manusia berbuat susila sesuai dengan ajaran agama. Materi pelajaran yang diberikan ialah membaca, menulis, berhitung, bahasa dan ilmu mengukur tanah serta astronomi. Meski telah memiliki pusat - pusat pendidikan yakni di kuil-kuil (piramide) yang di dalamnya terdapat perpustakaan dan asrama bagi para guru dan murid-muridnya.

·         Cina Kuno
Pendidikan Tiongkok Kuno
Sikap orang Tiongkok yang mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya telah melahirkan sebuah filosofis orang Tiongkok mengenai pendidikan dan pendidikan ini telah lama menjaga kekuasaan Tiongkok berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Tiongkok yang akan merubah wajah sistem pendidikan kuno di Tiongkok. Permulaan pendidikan Tiongkok kuno mencapai puncak dimulai pada Dinasti Han, dimana ajaran Kung fu Tse kembali lagi diangkat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Tiongkok,
Masyarakat Tiongkok yang menganggap pendidikan sejalan dengan filsafat, bahkan menjadi alat bagi filsafat, yang mengutamakan etika. Anggapan ini membuat pendidikan di Tiongkok mengiringi kembalinya popularitas aliran filsafat Kung Fu Tse di dalam masyarakat Tiongkok.
Dalam membicarakan mengenai falsafah pendidikan Tiongkok, tidak dapat dijauhkan dari pembicaraan mengenai ajaran Confusianisme. Seperti yang diutarakan di atas, bahwa ajaran confusianisme memberikan dasar-dasar dan sumbangan-sumbangan dalam sistem pendidikan Tiongkok, khususnya pada masa Dinasti Han ini. Dalam ajaran confusianisme, pendidikan adalah mesin yang mengemudi dunia kebenaran menuntut pendidikan dikejar secara terus menerus sampai kematian.
Pernyataan-pernyataan yang dinilai mementingkan pendidikan tersebut dan diperkuat dengan ajaran kong hu cu yang dianggap sebagai agama bagi masyarakat Tiongkok, dimana masyarakat Tiongkok sangat kuat dalam memeluk ajaran tersebut, sehingga membuat pendidikan memiliki sisi yang penting dalam kehidupan masyarakat Tiongkok. anggapan pentingnya pendidikan tersebut meberikan dampak yang sangat berpengaruh dalam sistem masyarakat Tiongkok, sehingga segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan mendapatkan tempat-tempat istimewa.
Pada masa Dinasti Han banyak melahirkan para sarjana-sarjana yang kelak akan memimpin negara dan telah membuat Dinasti Han sebagai salah satu dinasti yang besar dalam sejarah Tiongkok. Sistem pendidikan yang dikembangkan oleh bekas pengikut-pengikut Kung Fu Tse ini telah melahirkan sebuah golongan yang terkenal dalam sejarah Tiongkok dan menentukan perjalanan kekuasaan Dinasti Han, yaitu Kaum Gentry.
Kaum gentry merupakan suatu komunitas orang-orang terpelajar yang telah menempuh pendidikan dan sistem ujian negara. Kaum terpelajar ini ditempa dengan pendidikan yang cukup keras dan sistem ujian negara yang cukup ketat. Pada masa Dinasti Han kaum gentry mendapatkan tempat yang terhormat disamping keluarga kerajaan dan para bangsawan.
Ajaran yang digunakan dalam pendidikan Tiongkok, yaitu:

·         Konfusius (Kong Hu Cu)

     Konfusius adalah seorang ahli etika (etik: filsafat/kesusilaan, ilmu kesusilaan, ilmu tentang baik buruk), mengajarkan hal-hal yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ajarannya dapat dipahami semua orang dan tidak sulit. Menurutnya  manusia harus bertindak sesuai dengan kedudukannya masing-masing. Masing-masing harus mengenal tempat dalam lingkungannya dan dengan penuh kesadaran menjalankan tugasnya masing-masing sebaiknya-baiknya (baik sebagai raja, tentara, pegawai, guru, dan sebagainya). Yang lebih tinggi derajatnya harus memegang teguh Yen (dapat meraba hati orang yang derajatnya lebih rendah dengan rasa kemanusiaan dan kasih saying).
Rasa hormat dan memuliakan ( Hiao) adalah kebijakan hidup yang tertinggi nilainya. Hiao juga mengatur hubungan kekeluargaan antara anak dan orang tua, pegawai dengan raja, seorang sahabat kepada teman, adik terhadap kakak dan sebagainya. Dengan jalan demikian maka Negara akan aman dan damai, terhindar dari bencana karena setiap orang memahami tugasnya masing-masing.
Konfusius juga mengajarkan dalam segala hal manusia harus berpedoman pada peraturan yang telah disusun oleh nenek moyang. Leluhurlah yang dijadikan teladan. Tradisi menguasai pandangan hidup mereka. Itulah sebabnya maka penganut-penganut ajaran konfusius tidak memandang ke depan akan tetapi menoleh ke belakang ke alam yang telah mampu melahirkan sejarah mereka.
Konfusius berhasil mengumpulkan beberapa kesustraan Tiongkok yang disusun menjadi 4 jilid:
1.      Buku tentang sejarah,
2.      Buku yang berisi tentang syair-syair,
3.      Buku tentang upacara-upacara, yang merupakan cermin kesusilaan,
4.      Buku tentang metamorfosa.

·         Ajaran Lao Tse
Ajaran Lao Tzu, lebih dikenal dengan sebutan Taoisme, yakni suatu paham spiritual yang lahir di Tiongkok dan telah mengalami berbagai perkembangan selama ribuan tahun. Taoisme dikembangkan oleh Lao Tzu dengan kitab utamanya yang disebut Tao Te Ching yakni kitab tentang Jalan Kebenaran. Kitab ini merupakan suatu buku spiritual singkat yang sangat rumit dan hanya terdiri dari 5.250 huruf. Penulisan Tao Te Ching sendiri menurut kisahnya berawal ketika pada usia tuanya Lao Tzu meninggalkan negara Chu dan hendak hidup bertapa. Dalam perjalanannya, ia dihentikan di pintu gerbang Hsien Ku oleh seorang penjaga yang bernama Yin Hsi, di perbatasan negara Chin. Yin Hsi mengenali Lao Tzu sebagai seorang Yang Suci, lalu ia memintanya untuk menuliskan kebijaksanaannya dalam suatu kitab. Lao Tzu menyanggupi dan selang tiga hari kemudian, ia berhasil menyelesaikannya.

Sistem Pendidikan Tiongkok Kuno
Kebudayaan Tiongkok berkembang sendiri tanpa adanya pengaruh dari kebudayaan luar. Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing tidak mengurangi keaslian kebudayaan Tiongkok. Dengan begitu pendidikan  dan pengajaran mempunyai ciri-ciri khas, yang tidak menunjukkan persamaan dengan ciri-ciri pendidikan di Negara-negara Timur lainnya. Pendidikan anak-anak merupakan pendidikan bagi keluarga dan bagi Negara. Tujuan pendidikan dan cita-cita hidup di Tiongkok adalah Lao Tse dan Konfusius.
Ciri-ciri pendidikan di Tiongkok masa kuno di antaranya adalah:
  • Pendidikan tidak dihubungkan dengan agama, tetapi dengan tradisi dan kehidupan praktis.
  • Penyelengaraan pendidikan adalah negara dan keluarga.
  • Tujuan pendidikan adalah mendidik orang yang berhati mulia dan menghormati sesama.  
Penyelengaraan pendidikan : 
  • Pendidikan di rumah: diselenggarakan sebelum anak masuk sekolah mulai umur 6 tahun, mereka menerima pelajaran dari guru yang sengaja didatangai di rumah (biasanya untuk kalangan pegawai tinggi dan bangsawan). Pelajaran yang diberikan: berhitung permulaan dan ilmu hitung.
  • Pendidkan di sekolah: setelah anak-anakn 10 tahun mulai dikirim ke sekolah pelajaran yang diberikan , berhitung, membaca, menulis, musik, dan menari. Yang diutamakan adalah pelajaran menulis.
  • Pendidikan untuk pegawai: setiap orang  kemungkinan menduduki jabatan tinggi. Untuk menjadi pegawai harus menempuh ujian dulu. Para pegawai setiap 3 tahun sekali wajib menempuh ulangan, juga untuk kenaikan pangkat ujian ulangan harus ditempuh terlebih dahulu.
Pendidikan saat itu masih diperuntukkan bagi keluarga bangsawan, karena untuk mendapatkan pendidikan membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Sistem pendidikan saat itu dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :
a)      Infant School (Shu)
Tingkat pendidikan ini diperuntukkan bagi mereka yang berusia dibawah 7 tahun dan masih merupakan keluarga bangsawan.
Dalam tingkatan pendidikan ini anak-anak diajarkan tentang pengetahuan praktis terutama untuk menjalankan kehidupan mereka sehari-hari, seperti bagaimana cara makan, berbicara, berhitung dan sebagainya.

b)      Lower School (Hsiao Hsueh)
Umumnya peserta didik pada tingkatan ini adalah anak laki-laki yang berusia antara 8 sampai 15 tahun. Kurikulum yang terdapat pada tingkatan ini adalah sebagai berikut :
·         Pendidikan Moral, diajarkan bagaimana cara berprilaku yang benar sebagai seorang bangsawan. Membersihkan dan menyapu lantai, bagimana menjawab dan merespon pertanyaan, bagimana menjadi pendengar yang baik.
·          Pendidikan Intelektual, termasuk didalamnya bagaimana cara membaca, menyanyi, menulis dan matematika.
·         Pendidikan Fisik, termasuk didalamnya menari, bercocok tanam, menunggang kuda, mengendarai kereta kuda, dan panahan.
c)      Higher School (Ta Hsueh)
Peserta didik pada tingkatan ini umumnya laki-laki yang berusia 16 hingga 24 tahun. Peserta didik pada tingkatan ini dibagi lagi menjadi dua yaitu anak-anak dari kerajaan disebut P’i Yin dan anak-anak bangsawan yang berasal dari penguasa-penguasa daerah disebut P’an Kung. Pada tingkatan ini diajarkan beberapa hal, diantaranya :
·         Pendidikan Moral, didalamnya diajarkan bagaimana cara berfikir yang benar dan tulus, tujuannya adalah untuk pengendalian diri dan menjaga kepribadian bangsawan.
·         Pendidikan Intelektual, mempelajari enam disiplin kesenian, serta meningkatkan beberapa hal yang diperlukan dalam bertingkah laku, pengetahuan dan keterampilan lanjutan terutama untuk menggali dan memperluas pengetahuan yang telah mereka peroleh.
·         Pendidikan Fisik, materi yang diajarkan adalah materi yang diajarkan pada tingkat Hsiao Hsueh hanya tingkatannya lebih lanjut.
Bagi masyarakat Tiongkok saat itu kedudukan seorang guru adalah sebagai perwakilan dan utusan Tuhan yang membawa keinginan Tuhan dan membawa kembali manusia kepangkuan Tuhan. Ada 3 nilai penting dalam kehidupan masyarakat Tiongkok, yaitu Orang tua yang melahirkan kita, Guru yang mengajarkan kita dan Raja yang memberi kita makan. Jadi jelaslah kedudukan guru sangat dihormati dan diagungkan.

Arab Kuno

Pendidkan Islam biasa diartikan bahwa suatu kajian yang dilakukan secara filosofis dan mendalam mengenai berbagai persoalan yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan atau bersumber dari Al-Quran sebagi hukum primer, sunnah nabi dan keteranagn para ahli sebagai sumber hukum Islam sekunder. Sehingga filsafat dalam pengertian ini berbeda dengan filasafat yang bercorak liberal dan tanpa batas etika karena selalu saja dibatasi dengan Al-Quran dan Sunnah.
Periodisasi Islam Kuno adalah sebagai berikut:
a)      Zaman Pembinaan Awal
>  Zaman Rasul dan sahabat-sahabat yaitu antara 571 M dan 661 M
>  Zaman Kerajaan Umaiyah, yaitu antara 661 M sampai 705 M
Ciri-ciri utama pendidikan Islam pada zaman awalan ini adalah:
·         Pendidikan Islam murni berdasarkan Alquran dan Hadis
·         Bertujuan meneguhkan dasar-dasar agama baru
·         Pada prinsipnya berdasar pada ilmu-ilmu Alquran/naqliyah
·         Menggunakan bahan tertulis sebagai alat komunikasi
·         Membuka peluang untuk mempelajari bahan asing
·         Menggunakan Kuttab, mesjid dan perpustakaan sebagai pusat pendidikan.
b)      Zaman Keemasan
>  Di Timur, bermula dengan berdirinya kerajaan Abbasiyah di Baghdad (750 M-1258 M)
>  Di Barat, bermula pada tahun 711 M, dan berakhir dengan jatuhnya Granada pada tahun 1492 M. Kerajaan Islam terakhir di Spanyol.
c)      Zaman Kemerosotan
Bermula dengan berdirinya kerajaan Usmaniyah pada tahun 1517 M, sampai tahun 1917 M, yaitu kalahnya Turki pada perang dunia pertama dan bebasnya negara-negara Arab dari kerajaan Utsmaniyah dengan kerjasama penjajah penjajah Inggris, Perancis dan Misionary Kristen.
d)     Zaman Baru
Zaman Baru yaitu semenjak permulaan abad kedua puluh sampai sekarang.

 Sistem Pendidikan Islam Kuno
Sejak  tahun 1953, Islam kuno di Arab Saudi telah  melancarkan usaha  pendidikan. Pendidikan  dilaksanakan secara cuma-cuma bagi semua penduduk, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah. Sistem Pendidikan Islam kuno di Arab Saudi memisahkan antara anak laki-laki dan anak perempuan sesuai dengan syariat islam.
Secara umum sistem pendidikan dibagi 3 bagian utama yaitu :
> Pendidikan umum untuk anak laki-laki
>  Pendidikan umum untuk anak perempuan
> Pendidikan Islam tradisional untuk anak laki-laki

Pendidikan umum untuk anak laki-laki dan anak perempuan berada dibawah Yurisdiksi Presidensi Umum untuk Girls Pendidikan. Kedua jenis pendidikan tersebut mengikuti kurikulum yang sama dan mengambil ujian tahunan yang sama.
Pendidikan islam tradisional bagi laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Kurikulum untuk sekolah islam tradisional juga sebagian menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada studi islam dan bahasa arab. Untuk pendidikan agama, dilakukan dibawah supervisi dari Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan Universitas Islam Madinah (Madinah).
Sebagian besar kurikulum baru dikhususkan untuk agama. Secara khusus, menghafal Al-Quran, penafsiran dan pemahaman dari Quran (Tafsir) dan penerapan tradisi Islam untuk kehidupan sehari-hari. Agama adalah juga belajar di tingkat universitas di samping mata pelajaran lain, dan diwajibkan bagi semua siswa. Ada juga dua universitas Islam (disebutkan di atas) yang berfokus terutama pada pelajaran agama.

Pendidikan umum dibagi menjadi 4 bagian yaitu :

1)      Pra-Pendidikan Dasar
Pra- Pendidikan Dasar ini sama dengan Pendidikan Taman Kanak-Kanak dari usia 4 – 5 tahun pendidikan ini ditawarkan secara gratis dan bersifat sukarela. Program yang akan diberikan pada pendidikan ini adalah program pedagogis, dan tidak terorganisir untuk mempersiapkan diri masuk sekolah.

2)      Pendidikan Dasar (PRIMARY EDUCATION)
>  Sekolah Dasar
Pada Pendidikan Dasar anak-anak mulai masuk sekolah pada usia 6 – 11 Tahun Pendidikan dasar di Arab Saudi berlangsung selama enam tahun. Anak-anak harus lulus ujian pada akhir kelas 6 dari sekolah dasar dan memperoleh Sertifikat Pendidikan Dasar Umum, untuk memenuhi persyaratan untuk sekolah menengah. Kurikulum atau mata pelajaran yang ada di pendidikan dasar adalah sebagai berikut : Bahasa Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan ), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi islam dan Sain. Sertifikat: shahadat Al Madaaris Al Ibtidaa'iyyah (Umum Elementary School Certificate).

>  Sekolah Menengah
Pada Pendidikan Menengah anak-anak mulai masuk sekolah pada usia 12 – 14 tahun. Pendidikan menengah di Arab Saudi berlangsung selama tiga tahun dan ini adalah tahap akhir dari pendidikan menengah. Kurikulum yang ada di pendidikan  menengah adalah sebagai berikut: Bahasa Arab, Pendidikan seni, Geografi,  Sejarah,  Ekonomi  rumah  (untuk anak perempuan),  Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi Islam dan Sain dan bahasa tambahannya adalah bahasa Inggris.
Sertifikat: shahadat Al-Kafa'at Al-Mutawassita (Intermediate School Certificate).


>  Pendidikan Menengah
Pada Pendidikan Sekunder anak-anak mulai masuk sekolah pada usia 15 – 17 tahun. Pendidikan Sekunder ini menawarkan 3 program yaitu  Pendidikan Menengah Umum,Pendidikan Menengah  Agama, Pendidikan Menengah Teknik.
      
>  Perguruan Tinggi
Pendidikan ini disediakan oleh 7 universitas, beberapa perguruan tinggi untuk perempuan. Beroperasi dibawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan Tinggi. Universitas Islam Madinah dikelola oleh Dewan menteri.
Seperti dinyatakan sebelumnya Perguruan Tinggi di Arab Saudi menawarkan dua jenis pendidikan yaitu Islam tradisional dan berorientasi Barat. Universitas Islam Madinah dan Imam Muhammad bin Saud Universitas Islam focus pada hukum Islam, studi Al-Quran, Bahasa Arab dan ilmu-ilmu social. Akses ke lembaga-lembaga pendidikan tinggi didasarkan pada hasil Pendidikan Menengah Umum. Masing-masing fakultas dapat menyelenggarakan ujian masuk sendiri.  Untuk mencapai gelar S.1 memerlukan waktu 4 tahun kecuali jurusan Farmasi dan kedokteran memerlukan waktu 5 tahun karena di tambah dengan pelatihan klinis, teknik dan Kedokteran hewan.
Untuk program Pascasarjana memerlukan waktu 2 tahun, Gelar master diberikan dalam bidang ekonomi, bisnis dan administrasi public, akuntasi, teknik, seni dan humaniora, ilmu kelautan, ilmu bumi, meteorology, lingkungan dan lahan kering ilmu pertanian, hukum islam.
Untuk gelar doktor memerlukan waktu 3 tahun setelah gelar master  calon harus menyerahkan Disertasi berdasarkan penelitian mandiri. Bidang-bidang yang ditawarkan adalah hukum Islam, Bahasa arab dan studi Islam , Ilmu-Ilmu sosial, Islam propagasi, Komunikasi dan Orientalisme.

Sumber 
Djhumur & Danasuparta.1976. Sejarah Pendidikan, Bandung, CV ILMU         Bandung
Agung, Leo & T.Suparman.2012. Sejarah Pendidikan, Yogyakarta, Penerbit Ombak
http://wikipedia-Mesir Kuno - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
http:// blogspot.Pendidikan.Guru-sejarahPendidikanDi-India.htm
http://peradaban pendidikan di dunia.htm
http://PeradabanMesir-Kuno _ Pustaka,Sekolah.htm
 


EmoticonEmoticon