Saturday, November 28, 2015

Candi Mendut


Candi Mendut merupakan salah satu candi dari tiga serangkai candi di Magelang yaitu Candi Borobudur, Pawon dan Mendut. Candi ini bercorak Budha terlihat dari adanya stupa - stupa di atap Candi Mendut yang berjumlah 48. Candi ini didirikan oleh dinasti Syailendra. Asal penamaan Mendut sendiri didirikan pada 824M sesuai prasasti - prasasti yang ada di sekitar desa karangtengah. Dari prasasti tersebut disebutkan bahwa seorang raja yang bernama Raja Indra membangun bangunan suci yang bernama venu vana mandira yang berarti candi ditengah rumpun bambu.

Candi Mendut sendiri dibangun menggunakan batu bata dengan campuran batu andesit sehingga sangat kokoh. Candi ini memiliki ketinggian 26,4 meter serta berdiri diatas sebuah batur setinggi 2 meter yang permukaannya di dilengkapi dengan langkan. Candi Mendut sendiri hanya ada satu candi, candi ini menghadap ke barat. Di dalam Candi ini terdapat tiga buah arca buddha serta sebuah patung buddha sakyamuni berposisi duduk.

Sejarah Candi Mendut
Keberadaan Candi mendut belum bisa dipastikan kapan candi ini dibangun karena memang sumbernya belum akurat. Namun ada rujukan dari beberapa peneliti mengenai pembangunan candi mendut yaitu pada 824 M. Angka 824 M ini didapat oleh J.G. De Casparis atas dasar penemuan prasasti yang ditemukan di karang tengah yang menyebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama Venuwana.

Casparis menyebutkan bahwa Venuwana berarti hutan bambu sedangkan daerah candi mendut sendiri dahulu adalah hutan bambu maka disimpulkan bangunan suci tersebut adalah candi mendut. Diperkirakan candi mendut ini usianya lebih tua dari pada Candi Borobudur.


Penemuan Candi Mendut
Candi mendut ditemukan pada 1836 dan pada saat itu juga dilakukan penggalian namun pada saat penggalian pertama atap candi mendut tidak diketemukan. Pada saat pemugaran pertama pada 1897-1904  bertujuan untuk merekonstruksi bentuk dari Candi Mendut namun bagian atap masih belum ada dan bangunan belum sepenuhnya sempurna. Selanjutnya pada pemugaran kedua pada 1908 oleh Theodor Van Erp difokuskan pada perbaikan dan penyempurnaan bangunan candi hingga pengembalian stupa - stupa. Pemugaran kedua ini mengalami kendala biaya sehingga terkendala masalah dan pada akhirnya dilanjutkan pada 1925 sampa selesai.


EmoticonEmoticon