Perbedaan Candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Peta Persebaran Candi di Jawa Tengah, Jogja, dan Jawa Timur

Berikut ini adalah perbedaan candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur

No
Candi Jawa Tengah
Candi Jawa Timur
1
Bentuk candi berbentuk tambun

Bentuk candinya ramping
2
Atapnya candi berbentuk berundak-undak

Atapnya candi perpaduan tingkatan

3
Puncak dari candi berbentuk ratna atau stupa

Puncaknya candi segitiga

4
Pada Bagian gawang pintu atau relung terdapat hiasan kala makara

Tidak terdapat makara , pintu serta relung hanya terdapat di bagian ambang atasnya, yang diberi kepala kala

5
Pada bagian reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya bersifat alamiah

Pada bagian reliefnya timbul sedikit dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit

6
Candi di terletak di tengah halaman

Candi terletak di bagian belakang halaman
7
Sebagian besar candi di Jawa Tengah menghadap ke timur

Sebagian besar candi di Jawa Timur menghadap ke barat

8
Sebagian besar terbuat dari batu andesit
Sebagian besar terbuat dari bata


Perbedaan lain antara candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur
1. Bentuk Bangunan
Candi Jawa Timur umumnya lebih artistik dibandingkan dengan candi - candi di Jawa Tengah. Kaki candi pada umumnya lebih tinggi dan berbentuk selasar bertingkat. Pada umumnya bentuk candi di Jawa Timur meruncing keatas dengan atap candi berbentuk kubus.
Candi Singosari (Jawa Timur) dan Candi Mendut (Jawa Tengah)

Candi di Jawa Tengah pada umumnya berbentuk tambun dengan puncak atap yang meruncing. Kaki candi dan tubuh candi pada umumnya memiliki selasar yang cukup lebar, yang berfungsi sebagai tempat melakukan pradaksina.
Pradaksina merupakan ritual mengelilingi obyek yang dianggap suci. Ritual pradaksina diawali dari sisi timur (daksina) dengan obyek berada di sebelah kanan badan kemudian mengitari obyek ke arah selatan searah dengan jarum jam. Sambil memutari obyek, dilakukan pula puja - puja atau doa - doa yang berulang.
2. Hiasan pada Tangga Masuk
Pada candi - candi di Jawa Timur menggunakan patung atau ukiran naga sebagai hiasan pada tangga. Sedangkan pada candi Jawa Tengah menggunakan makara sebagai hiasan pada tangga masuk candi.
Hiasan tangga masuk Candi Kidal (Jawa Timur) dan Candi Banyunibo (Jawa Tengah)


3. Relief  dan Patung Candi
Relief pada candi Jawa Timur
  • Pemahatan menggunakan teknik yang dangkal atau tipis (Ketebalan pahatan berkisar 1/4 ketebalan media)
  • Obyek yang dipahat berupa figur simbolis (tokoh manusia) seperti wayang kulit
  • Seluruh panil berisi hiasan
  • Cerita yang dipahat tidak lengkap hanya sepotong - sepotong (seperti episode pada film)
  • Pada umumnya mengisahkan tentang cerita romantis dengan acuan kepustakaan Jawa Kuno
  • Obyek digambarkan tampak samping
Pada candi Jawa Tengah
  • Teknik pahatan dalam dengan ketebalan pahatan 1/2 hingga 3/4 dari media
  • Penggambaran bersifat naturalis
  • terdapat bidang - bidang yang kosong pada panil
  • Cerita dipahat secara lengkap dari awal hingga akhir
  • Cerita yang dipahatkan umumnya wiracarita (epos) dan acuannya adalah kesusastraan India
Relief pada candi Jawa Timur umunnya berkisah mengenai patung - patung Trimurti (tiga dewa dalam Hindu).  Sedangkan pada candi di Jawa Tengah biasanya dihiasi dengan relief yang berkaitan dengan ajaran Buddha.

4. Formasi Candi
Pada candi Jawa Timur, pada umumnya letak candi induk berada pada belakang halaman serta menghadap ke arah barat. Sedangkan pada candi Jawa Tengah, candi induk berada di tengah dan menghadap ke arah timur.

5. Hiasan Kala
Kala pada candi di Jawa Timur memiiki rahang bawah (berdagu) dan terlihat jelas sepasang siung (gigi taring) di kanan dan kiri. Pada zaman Singasari dan Majapahit bentuk kala dilengkapi dengan sepasang tanduk dan taring yang mencuat dari pipi kiri dan kanan.
Kala Candi Kidal (Jawa Timur) dan Kalamakara Candi Barong (Jawa Tengah)

Kala pada candi Jawa Tengah digambarkan tanpa rahang bawah (tidak berdagu) dan seringkali tidak memiliki siung dan menggambarkan wajah singa dengan simbol wajah kemenangan (kirttimukha).

6. Fungsi Candi
Candi – candi di Jawa Timur khususnya candi dari Kerajaan Majapahit memliki keistimwaan tersendiri dari candi – candi lain. Dari segi fungsi, candi di Jawa Tengah dikenal sebagai candi pemujaan, sedangkan candi di Jawa Timur berkaitan dengan ritus pemujaan leluhur, candi berfungsi sebagai tempat pendharmaan dan wadah mengenang raja yang telah meninggal.

Berikut adalah peta persebaran candi di Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur


Blogger
Disqus

No comments