Tuesday, January 19, 2016

Kehidupan Bangsa Arab Sesudah Islam Datang

Awal kedatangan Islam di Arab
Awal tumbuh berkembangnya agama Islam berlangsung di jazirah Arab, terutama di WilayahSaudi Arabia. Keadaan alam dan kehidupan masyarakat di kawasan ini cukup beragam. Keadaan alam wilayah Arab bagian utara berbatasan dengan kawasan berkembangnya peradaban Syria, Mesopotamia, dan Persia. Dibandingkan wilayah Arab lainya, kawasan ini pun lebih sering terlibat dalam kancah perdagangan dunia masa kuno. Akibatnya, keadaan penduduknya makmur terutama dari perdagangan. Keadaan alam wilayah Arab bagian tengah cenderung tandus, karena merupakan padang gurun. Penduduknya cenderung hidup semi nomaden. Meskipun kurang makmur. Penduduknya, namun terdapat kota penting diwilayah ini, seperti Mekkah dan Madinah. Keadaan alam di wilayah Arap bagian selatan relative subur, dengan curah hujan cukup. Penduduknya telah hidup menetap dan makmur. Mereka hidup sebagai petani dan pedagang.

Islam tumbuh dikawasan arab bagian tengah. Meskipun lahir dikawasan yang kurang kondusif namun agama islam dapat berkembang dengan baik dan cepat. Dalam waktu satu abad pengaruh islam menyebar mulai dari jazirah Arab, seluruh Asia Barat, Afrika Utara, Spanyol dan Asia. Keadaan masyarakat Arab terutama Arab bagian Tengah sebelum masa Islam sangat kacau sekali, satiap orang perperilaku sesuka hati, keributan terjadi diman-mana, sehingga pada zaman ini disebut jaman jahiliah.

Tokoh yang berperan dalam tumbuh dan berkembangnya islam di jazirah Arab
Adapun tokoh-tokoh yang berperan antara lain sebagai berikut :
  1. Nabi Muhammad SAW
    Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada 12 Rabi’ul Awal 570 M. Ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim seorang kepala suku Quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya adalah Aminah binti Wahab bin Bani Zuhrah. Selagi nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ibunya, Ayahnya telah meninggal dunia di kota Yatsrib (Madinah). Muhammad kemudian diserahkan kepada ibu pengasuh, Halimah Sa’diyyah. Dalam asuhannya Muhammad dibesarkan sampai usia empat tahun. Setalah berusia enam tahun Beliau menjadi Yatim piatu karena ditinggal oleh ibunya.

    Setelah aminah meninggal. Abdul muthalib mengambil alih tanggungjawab merawat Muhammad. Namun dua tahun kemudian Abdul Muthalib meninggal dunia. Tanggungjawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib. Seperti juga Abdil Muthalib, dia sangat disegani dan dihormati orang Quraisy dan penduduk Makkah, tetapi dia miskin.

    Dalam usia muda Muhammad hidup sebagai pengembala kambing. Melalui pengembalaan ini dia menemukan tempat berpikir dan termenung. Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh dari segala pemikiran nafsu duniawi. Sehingga ia terhindar dari segala macam noda yang yang dapat merusak namanya, karena itu sejak muda ia sudah dijuluki al-amin, orang yang terpercaya. Nabi Muhammad ikut untuk pertama kali dalam kafilah dagang ke Syiria dalam usia 12 tahun. Dalam perjalanan ini, di Busra sebelah selatan Syiria ia bertemu dengan pendeta kristen bernama Buhairah. Pendeta ini melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad. Pada usia yang ke 25, Muhammad berangkat ke Syiria membawa barang dagangan saudagar wanita kaya yang telah menjanda, Khadijah. Dalam perdagangan ini Muhammad memperoleh laba yang besar. Khadijah kemudian melamarnya, lamaran itu diterima dan pernikahannya segera dilaksanakan. Khadijah adalah wanita pertama yang masuk islam dan banyak membentu nabi Muhammad dalam perjuangan menyebarkan islam. Dalam pernikahan itu mereka dikaruniai enam orang anak, dua putra empat putri : Qasyim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fatimah Khulafaur Rasyidin

     
  2. Khulafaur Rasyidin.
    Setelah Nabi Muhammad wafat pada tahun 632 M yang bertanggung jawab menjaga keutuhan islam, pengaturan islam dan penyebaran islam dilakukan oleh Khalifah. Empat khlifah yang petama disebut Khulafaur Rasyidin. Mereka adalah Abu bakar, Umar bin Khattab, usman bin Affan dan Ali bin Abi Talib.

    Dalam memimpin umatnya para khalifah menggunakan prinsip-prinsip kekuasaan demokrasi, bukan kekuasaan yang bersifat otoriter . Sebagai khalifah yang terpilih wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan Islam dan juga wajib mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. Dalam memerintah selalu menunjukkan sikap yang cerdas, bijaksana, berbudi pekerti luhur, adil dan tidak memihak. Seringkali dikatakan bahwa masa kepemimpinan khalifah sangat sebentar tapi mengalami masa yang maju.
  3. Bani Umayyah
    Berakhirnya kepemimpinan ali bin Abi Talib menandai akhir masa khulafaur Rasyidin. Pada tahun 661 M, kepemimpinan Islam beralih kepada kaum muawiyah atau yang lebih dikenal sebagai Bani Ummayah. Peralihan kepemimpinan kepada Bani Ummayah membawa perubahan pusat dan corak pemerintahan . Pusat pemerintahan berpindah dari Madinah ke Damsyik (Damaskus), pemerintahan demokratis beralih menjadi pemerintahan monarki.

    Pemerintahan Bani Ummayah berlamgsung hampir satu abad lamanya. Dalam waktu yang cukup singkat itu, Bani Ummayah mampu memperluas pengaruh Islam. Ketimur sampai Punjab, kebarat hingga ke Spanyol.

     
  4. Bani Abbasiah
    Bani abbasiah didirikan oleh keturunan Al-Abbas, paman Nabi Muhammad SAW , pemerintahan tetap bercorak monarki. Pusat pemerintahan berpindah dari Damsyik ke al-Hamsyiah, lalu ke Baghdad. Bani abbasiah berkuasa hampir selama 5 abad. Dalam waktu yang cukup lama itu, perluasan pengaruh dilanjutkan, namun tidak segencar Bani Ummayah. Bani ini bahkan mengadakan perjanjian damai dengan sejumlah kerajaan tetangga, seperti dengan kaisar Konstantin V dari Byzantium.

Cara Berkembangnya Islam di Jazirah Arab
Ketika Islam pertama kali disiarkan oleh nabi Muhammad SAW secara terang-terangan,bangsa Arab melakukan penolakan. Terutama kaum Quraisy yang sangat tidak menerima agama baru yang di bawa oleh nabi Muhammad SAW. Mereka tetap berpendapat bahwa kepercayaan watsanilah yang paling benar. Karena kepercayaan tersebut menupakan warisan dari nenek moyang mereka. Kaum Quraisy berpendapat bahwa kepercayaan yang telah di anut oleh nenek moyang mereka itu telah cukup untuk mereka. Bahkan mereka menyeru nabi Muhammad untuk tidak menyiarkan Islam dan kembali pada kepercayaan Watsani.

Perilaku bangsa Arab pada masa sebelum fatahul Mekah, belum terdapat perubahan yang besar. Mereka masih saja melakukan kebiasaan-kebiasaan jahiliyah. Hanya beberapa orang yang masuk Islam saja yang mengalami perubahan-perubahan perilaku. Sedangkan sebagian besar bangsa Arab yang nabi Muhammad SAW mendapatkan tantangan yang sangat berat dalam menyebarkan Islam. Setelah terjadinya penaklukkan terhadap kota Mekah, penduduk kota tersebut yang masih menganut kepercayaan watsani tiba-tiba berbondong-bondong menyatakan bahwa mereka masuk Islam.

Dibawah pimpinan Khulafaur Rasyidin, masyarakat Muslim mulai memperluas pengaruhnya.Dibawah pimpinan Abu Bakar, pengaruh Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan mulai masuk ke Palestina. Di bawah pimpinan Umar bin Khattab, pengaruh Islam menyebar ke Syiria, Mezopotamia, Mesir dan mulai masuk ke Persia.. untuk menata wilayah yang semakin luas, umar telah menggunakan administrasi pemerintahan antara lain dengan membentuk provinsi-provinsi dan lembaga peradilan.

Di bawah Usman bin Affan, pengaruh Islam menyebar keseluruh Persia, Cyprus, Rhodes, Trnsoxiania dan Tabaristan. Namun tak lama kemudian perluasan pengaruh perluasan Islam berhenti. Hal ini disebabkan karena banyak terjadi pemberontakan dan perang saudara dalam tubuh Islam.

Pada masa Bani Umayyah,selain melakukan ekspansi, bani Ummayah juga melakukan perbaikan kedalam . perbaikan dilakukan di bidang ekonomi(memperbahurui mata uang), politik (pembenahan mandiri). Perbaikan itu terbukti menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah Ummayah yang luas

Perkembangan islam setelah Bani Umayyah adalah Bani Abbasiyah. Bani Abbasiah menaruh perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Usaha tang dilakukan anatara lain menerjemahkan buku-buku Yunani, Persia dan India ke dalam bahasa Arab. Kesungguhan usaha itu tampakdari dibangunnya pusat penerjemahan Bait al-Hikmah. Akibatnya, warisan ilmu pengetahuan dari ketiga bangsa itu berkembang di tengah masyarakat muslim, antara lain filsafat. Matematika. Astronomi dan kedokteran.

Buah upaya pengembangan berupa munculnya sejumlah sekolah dan ilmuwan terkemuka. Para ilmuwan inilah yang dikemudian hari menjadi narasumber perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa.

Keadaan bangsa Arab setelah kedatangan Islam
Keadaan bangsa arab setelah kedatangan islam adalah terjadinya perubahan-perubahanbaik dari segi watak, budaya dan kepercayaan. Dari segi watak, perubahan yang terjadi yaitu bangsa Arab yang semula sangat bangga dengan kabila, darah dan turunannya masing-masing maka ketika Islam telah menjadi agama yang mereka anut mereka dipersatukan di atas suatu bendera dengan satu nama yaitu Islam.

Sehingga bangsa Arab saat itu saling menghormati satu sama lain dan karena itu pula perselisihan-perselisihan antar kabilah yang sering terjadi pada masa jahiliyah dapat dihindarkan.Islam juga mengajarkan untuk saling menyayangi satu sama lain ,menyambung tali silaturahim dan bertetangga dengan baik.

Dilihat dari segi budaya,perubahan yang terjadi ialah:
  1. Bangsa Arab yang semula sangat gemar melantunkan dan mendengarkan syair-syair para penyair di pasar Ukaz pada zaman Islam, mereka asik membaca Qur'an siang dan malam.
  2. Kebiasaan meratap yang sering dilakukan pada masa jahiliah mereka tinggalkan. Karena agama Islam telah melarang perbuatan meratap. 
  3. Pada zaman Islam, bangsa Arab juga telah merubah kebiasaan mereka yang suka membunuh anak perempuan yang baru lahir. 
  4. Terhapusnya sistem perbudakan karena dalam Islam semua orang memiliki hak yang sama. 
  5. Adanya pengaturan terhadap pernikahan. Sehingga kebiasaan mengawini janda bekas ayah yang dilakukan oleh masyarakat jahiliah dilarang.

Perubahan-perubahan yang dibawa Islam dalam sistem kepercayaan bangsa Arab sangat jelas terlihat. Bangsa Arab tidak lagi menyembah berhala, matahari dan bulan. Mereka mengamalkan ajaran-ajaran islam seperti : salat, puasa, membayar zakat, dan berhaji.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon