Monday, February 22, 2016

Jolontoro

Jolontoro atau dalam bahasa Jawa disebut dengan dalan banyu (jalan air) dibuat pada masa pemberlakuan politik etis di Indonesia. Sebelum kedatangan Belanda daerah tersebut merupakan daerah yang subur namun sering kekurangan air. Setelah Belanda datang, Belanda ingin memaksimalkan tanah tersebut dengan menanam tebu guna meningkatkan pendapatan Belanda. Jolontoro terbuat dari batu, semen, batu bata, serta besi yang berbebtuk huruf “U”. Dibagiam bawah yang digunakan sebagai pondasi bangunan jolontoro terbuat dari batu dengam kualitas yang baik, hal ini bisa dibuktikan dengan masih utuhnya bangunan ini hingga sekarang. Di bagian dinding bangunan Jolontoro dibuat lubang setengah lingkaran hal ini sebagai seni bangunan yang mencirikan arsitektur gaya bangunan Rowawi dan juga untu menghemat pemmbiayaan dalam pembanguan.


EmoticonEmoticon