Thursday, March 24, 2016

Deskripsi Asia Selatan

Sebelum kita membahas Sejarah Asia Selatan secara luas, lebih dulu kita harus mengenal pengertian dari Sejarah Asia Selatan itu karena dapat menimbulkan berbagai gambaran mengenai hakikat yang terkandung didalamnya. Menurut kurikulum, Asia Selatan tak lebih dari gambaran literatur Barat ketika menguraikan sejarah India. India yang dimaksudkan tersebut meliputi kawasan India, Pakistan, Banglades, Sri Langka yang merupakan kawasan tunggal. India sendiri berasal dari kata Yunani Indoi, yang berarti bangsa yang mendiami daerah yang digenangi sungai Indus atau Sindhu dalam bahasa Sansekerta karena sungai tersebut terletak dikawasan Pakistan sekarang, Namun istilah ini agaknya kurang tepat untuk menyebut India sekarang.

Keadaan alam telah membuat India menjadi empat kawasan yang mempunyai ciri khas yang disebut Mandala Budaya, karena setiap daerah di kawasan ini memiliki corak khas budaya yang berbeda. Yang pertama lebih dikenal dengan sebagai mandala sungai Panjab yang berarti daerah lima aliran lima sungai (Indus, Jelum, Sutlej, avi, dan Chenab). Kedua, terletak didaerah lembah aliaran sungai yang bermuara di bengawan Gangga. Didaerah ini menjadi pusat peradapan kerajaan Hindu dan terdapat kota yang terkenal seperti Kosala, Magada, pataliputra, dan Mathura. Mandala yang ketiga yaitu Deccan, terletak didaerah seberang selatan pegunungan Vindya dan mejadi daerah yang sangat aman karena merupakan benteng pertahanan dalam sejarah bangsa aratha. Terakhir adalah mandala Tamil, terletak dibalik dataran tinggi Deccan diarah Timur terbentang daerah landai yang menghadap kelaut India. Daerah ini sangat subur untuk pertanian terutama di daerah Benggala, Orissa, hingga selatan.

Letak peradaban terbesar bangsa India adalah teletak di Mohenjodaro dan Harapa. Suku asli India adalah bangsa Dravida, yang kemudian eksistensinya sedikit demi sedikit tergusur oleh kedatangan bangsa Arya dari Asia Barat. Peradaban India sering disebut dengan peradaban sungai Indus yang dialiri oleh lima anak sungai yaitu; Yellum, Chenab, Ravi, Beas, Suttly yang kemudian terkenal dengan sebutan Punjab (Daerah lima Aliran Sungai). Peradaban lembah sungai Indus sebanding dengan peradaban Mesopotamia, lembah sungai Huangho, dan Mesir, dengan penduduk asli adalah orang-orang Dravida, mempunyai cirri-ciri berkulit hitam dan pada saat itu mereka belum mempunyai kepercayaan atau agama yang tetap.

Kedatangan bangsa Arya di India telah memberi pengaruh besar dalam sejarah perkembangan Bangsa India sendiri. Bangsa Dravida yang sebelumnya telah menempati India telah memberi tiga reaksi pasca serangan bangsa Arya. Kelompok pertama adalah mereka yang menolak kedatangan bangsa Arya dengan memberi perlawanan sampai mati. Kelompok kedua yaitu mereka yang akhirnya menyingkir ke daerah selatan, Deccan dan Bihar. Kelompok ketiga adalah yang kemudian melakukan asimilasi dengan bangsa Arya, yang kemudian melahirkan budaya baru. Sebagai bangsa pendatang, Arya memandang orang-orang Dravida adalah sebagai penduduk yang lebih rendah dari bangsa Arya. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan Bangsa Arya mengakui bahwa Bangsa Dravida merupakan Bangsa yang kaya yang telah mengembangkan peradaban dan kebudayaan yang cukup tinggi.

Nah dari asimilasi dengan bangsa Arya inilah timbulnya sistem kasta yang ada di India seperti kasta Brahmana, Ksatria, Wisya, dan Sudra. Melalui sistem kasta ini bangsa Arya menginginkan memurnikan keturunan rasnya. Tapi lambat laun sistem kasta (agama Hindu) dianggap sangat mengekang kasta yang dibawahnya sehingga muncullah kepercayaan baru yaitu Budiisme (agama Budha). Agama ini lahir karena gerakan protes terhadap dominasi kaum brahmana yang memandang kaum ksatria dan waisya warga masyarakat kelas dua dan tiga.

Konon pengembangan dan penyebarab agama Budha juga terjadi di daerah Maghada. Tepatnya Benares. Meskipun agama Budha belum sepenuhnya di kenal oleh masyarakat luas. Pada masa kerajaan Maghada terdapat beberapa dinasti yang bergiliran memegang tampuk kepemimpinan di India/Maghada. Pada masa dinasti Maurya merupakan dinasti yang mampu membawa India pada masa kejayaannya. Pada 322 SM Chandragupta naik tahta dari hasil kudeta yang dia pimpin dari kekuasaan dinasti Nanda. Hal penting yang patut dicatat pada masa Chandragupta adalah perisinggungan India dengan bangsa asing, tepatnya kekaisaran Macedonia yang dipimpin oleh pemimpin agung Alexander the great (iskandar zulkarnain). Peristiwa ini berlangsung dua tahun sebelum Chandragupta naik tahta. Kedatangan Macedonia tidak hanya mempunyai maksud politis saja tetapi juga misi penyebaran budaya barat ke daerah timur. Beberapa sumber mengatakan bahwa ekspansi Alexander the great tidak mempunyai motif politik sama sekali, karena pasukan Macedonia hanya lewat saja dan tidak meneruskan penyerangan kearah timur, dan bahkan mereka kembali lagi ke barat (Eropa). Muncul dua tokoh penting dalam perombakan bidang keagamaan, yaitu Budha Gautama dan Vardamana Mahavira. Keudanya mempunyai banyak persamaan. Diantaranya adalah; pertama keduanya berasal dari masa yang bersuasana Samkya yang nantinya memberikan pengaruh besar terhadap sifat ajaran rohani yang mereka ajarkan nanti. Kedua, mereka berasal dari kalangan yang sama, yaitu ksatria atau prajurit, yang dalam status sosial merasa disepelekan oleh kalangan Brahmana. Ketiga, mereka mendirikan perkulmpulan-perkumpulan atau biara-biara agama yang di dalamnya terdapat pengikutnya yang hidup dalam cinta kasih, tidak mencuri, dan tidak berdusta. Satu lagi bahwa Vardaman merupakan salah satu anak dari Budha Gautama.

Proses islamisasi yang terjadi di India pada awalnya diwarnai dengan pertumpahan darah. Hal dikarenakan bangsa monggol atau orang persia menyebut moghul merupakan dinasti lama yang memerintah India dengan panji kekerasan islam. Hal inilah yang menjadi penyebab sifat hubungan orang islam dan pribumi yang beragama hindu dan budha menjadi bagaikan minyak dan air. Islam sendiri masuk kawasan Asia Selatan melalui tiga gelombang. Gelombang pertama terjadi tahun 711 M, semasa kekhlifahan Umayah yang dilakukan oleh muhammad ibn kasim. Gelombang kedua terjadi selama masa antara 977-1030 M dilakukan oleh muhammad Gazni. Dan gelambang terakhir dilakukan oleh mahmud Guri yang berhasil merebut India Utara hingga Benggala.

Ada tiga alasan yang mendorong bangsa Eropa tertarik untuk meninggalkan tanah air mereka berlayar ke negeri dibelahan dunia sebelah Timur. Pertama mereka terbius oleh harta kekayaan alam yang dimiliki negeri Timur. Kedua, bangsa kristen wajib untuk membalas dendam atas kekalahan mereka waktu negeri mereka dijajah oleh bangsa Arab di sekitar Laut Tengah. Ketiga, alasan yang sering disebut gold, glory, dan gospel. Gold yang berarti emas merupakan simbol kekayaan, glory atau kemenangan merupakan simbol untuk hasrat membalas kekalahan dari bangsa beragama islam di masa lampau. Dan akhirnya gospel yang berati kitab suci melambangkan semangat untuk menyebarkan agama.

Sejak kawasan Asia Selatan menjadi jarahan bangsa Eropa yang mula-mula mereka datang sebagai armada dagangyang bebas. Kemudian mereka meminta untuk mendapatkan konsesi dagang di beberapa tempat strategi yang dikenal sebagai koloni-koloni dagang. Dan dari situlah lahirnya pengusaan koloni-koloni dagang. Setelah melewati peride lama para pedagang asing melancarkan langkah langkah memaksakan kehendak pada penguasa lokal dah bahkan melakukan pengaturan terhadap seleruh bidang kehidupan. Masa itulah yang lebih dikenal sebagai imperialisme.

Dalam kehidupanya rakyat India juga menginginkan sebuah kemerdekaan yang hal itu dapat dicapai dengan sangat tidak mudah. Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) I di Lahore India menuntut untuk merdeka sepenhunya, menguasai hankam, keuangan, luar negeri, dan pemgawasan pajak. Namun nasib belum bisa ditentukan oleh KMB I sehingga diperlukan pertemuan lainnya. Pada sidang KMB II Gandhi menunjukkan pesimistinya terhadap hasil KMB II. Dalam sidang ini diwakili oleh beberapa kaum minoritas, kaum muslimin dan dilakukan secaar terpadu tanpa pandang agama. Namun hal ini hanya melahirkan beberapa keputusan diantaranya India akan dijadikan negara serikat, terdapat pembagian kekuasaan dalam kementrian, urusan luar negeri, hankam, keuangan tetap dipegang oleh gubernur jendral.

Akhirnya dalam perang dunia II India melakukan tawar menawar dengan AINC untuk membantu negara Inggris, asal negara India dinyatakan merdeka. Sementera itu Gandhi dalam AINC tetap menuntut kemerdekaan India usai PD II. Hal itu tidak sejalan dengan Raja Muda yang berjanji akan memberikan status dominion saja. Menghadapi ini Gandhi surut langkah, dan menyatakan India merdeka tanpa keruntuhan Inggris. Menangggapi hal itu AINC memprotes dan menolak pernyataan Gandhi. Hingga hal itu memicu kerusuhan sosial dimana-mana. Pemerintah Inggris tidak habis akal mencari masa depan Inggris. Untuk itu dibawah PM Clement Atlee mengirimkan misi muhibah dari para menteri kerajaan Inggris ke India untuk menjajagi kemauan para pemimpin India. Mereka membawa empat usul pasal yaitu, (1)menolak adanya rencana dua negara berdaulat (india dan Pakistan). (2) sebaiknya dibentuk negara uni-Inggris India yang mempunyai kewenangan dalam bidang LN, Hankam, maupun perhubungan. (3) akan dibentuk tiga negara dalam sebuah konfederasi India yang terdiri dari dua negara yang pertama India Barat Laut ndan Timur Laut akan diisi penduduk mayoritas muslim dan sisanya didisi mayoritas hindu. (4) akan dibentuk DPR dan dewan Eksklusif yang mewakili kerajaan kecil. Rencana ini kemudian disetujui oleh kalngan liga muslim sebagai bentuk kompromi namun hal itu berbeda dengan golongan sikh yang menyatakan kekhwatiran mendapat tekanan dari golongan muslim di India Batrat Laut.

Rencana diteruskan, dengan memilih dewan konstituate tapi gagal, hasilnya Nehru dijadiakn PM pertama di India. Baik sikh maupun liga muslim memboikot pelaksanaan itu. Menyusul kemudian kerusuhan berdarah kembali berkobar. Sementara Atlee dan partai buruh menyatakan penyesalannya karena belum dapat menyerahkan kemerdekaan kepada India.


EmoticonEmoticon