Thursday, March 17, 2016

Perjanjian Jepara

Perjanjian terjadi pada 1676, perjanjian ini berisi  bahwa Sultan Amangkurat II harus menyerahkan wilayah pantai utara Jawa apabila VOC mampu mengalahkan pemberontakan Trunojoyo. Pemberontakan Trunojoyo terjadi karena ketidakpuasan Raden Trunojoyo yang berasal dari Madura atas pemerintahan Mataram yang semenjak kematian Sultan Agung yang digantikan Amangkurat I bersekutu dengan VOC. Hal ini mengakibatkan banyak ketidakpuasan pejabat pemerintahan serta ulama terhadap pemerintahan Amangkurat I. Sultan Amangkurat kemudian menindak keras dengan menahan pihak - pihak yang melawan Amangkurat. Sehingga banyak santri dan ulama yang ditahan oleh kerajaannya sendiri. Amangkurat I sangat berbeda dengan pendahulunya Sultan Agung. Sultan Agung berjuang sekuat tenaga memperluas kekuasaannya dengan menyebarkan islam di Jawa sdan Sumatera sedangkan penggantinya Amangkurat I lebih memilih berteman dengan VOC hingga pada akhirnya VOC mampu mempengaruhi Amangkurat dengan mengadu domba dengan rakyatnya sendiri.

Baca Juga : Benteng VOC Jepara
Pemberontakan Trunojoyo (1676 - 1679) akhirnya tumbang ketika pusat dari wilayah Trunojoyo yang didudukinya yaitu di Kediri digempur oleh pasukan Mataram yang dibantu Belanda, pasukan Jakarta, Bugis dan Ambon. Atas bantuan Belanda menumpas pemberontakan Trunojoyo, Amangkurat II memberikan wilayahnya di pantai utara Jawa yang kemudian dikenal dengan perjanjian Jepara.


EmoticonEmoticon