Sejarah Singkat Jalur Sutera

Jalur Sutera merupakan nama yang diberikan oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Ferdinand von Richtofen untuk jalur perdagangan darat yang menghubungkan daratan Asia dengan Eropa pada abad ke-3 sebelum masehi. Pemberian nama Jalur Sutera merujuk pada komoditi yang diperjual belikan di sepanjang jalan penghubung tersebut. Jalur Sutera menjadi jalur utama dalam pengembangan kebudayaan Asia Selatan, China, Timur Tengah, dan Eropa. Selain itu juga adanya pertukaran ilmu pengetahuan, Cina mulai mengenal matematika dan tambahan ilmu – ilmu pengobatan bangsa barat sedangkan bangsa barat mempelajari teknik pembuatan kertas serta penggunaan bubuk mesiu dari Cina. Jalur Sutera ini sangat rawan akan perampok dan penyamun.

Jalur Sutera terbagi menjadi dua jalur yaitu jalur utara dan selatan. Jalur utara melewati Bulgar-Kypchak ke Eropa timur dan semenanjung Crimea dan kemudian menuju laut hitam, laut Marmara, serta Balkan ke Venezia. Sedangkan jalur selatan melewati Turkestan - Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia dilanjutkan ke Anlokla di selatan Anatolia untuk selanjutnya ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara.

Komoditi di jalur sutra sendiri selain sutera adalah emas, rempah – rempah, gading, barang – barang kerajinan dari Cina serta dari Timur Tengah. Jalur sutera ini menghubungkan daratan Asia dan Eropa serta menyebarkan barang yang pada saat itu sangat penting dan bahkan merubah sejarah dunia yaitu rempah – rempah. Rempah – rempah yang pada saat itu di produksi oleh India menjadi komoditi penting bagi bangsa eropa, karena rempah – rempah menjadi sumber penghangat tubuh di saat musim dingin bagi bangsa Eropa.

Jalur sutra menjadi penghubung komoditi rempah – rempah dari daratan asia ke Eropa tepatnya di pasar terbesar yaitu Konstantinopel. Keberadaan jalur sutra di latar belakangi adanya saling ketergantungan antara bangsa di daratan Asia dan Eropa. Ketergantungan itulah yang menjadi awal penghubung dunia dan awal dari berkembangnya kebudayaan Eropa dan Asia. Cina memiliki komoditi sutera serta gerabah yang dibutuhkan oleh India, Timur Tengah serta Eropa, sedangkan orang Eropa membutuhkan rempah – rempah dari India. Hal inilah yang menyebabkan Eropa sangat ketergantungan dengan India. Sedangkan Timur Tengah menjadi penghubung sekaligus tempat singgah bagi negara – negara tersebut.

Pada abad ke 15 Konstantinopel sebagai ibukota kekaisaran Romawi timur sekaligus “pasar” bagi negara – negara di Eropa ditaklukkan oleh Turki Utsmani di bawah Muhammad Al-Fatih. Ketika penaklukkan tersebut kegiatan jual beli rempah – rempah di matikan dan singkat kata orang Eropa terisolasi oleh perdagangan Eropa. Dan inilah awal dari penjelajahan bangsa Eropa ke Asia untuk mencari sumber rempah – rempah dan awal penjajahan bangsa barat ke asia dan merubah sejarah dari perdagangan darat ke perdagangan laut.




Blogger
Disqus

No comments