Monday, June 20, 2016

Sejarah Kamp Tahanan Politik Gerwani Plantungan

Terletak di bebukitan perbatasan seolah menyembunyikan diri dari keramaian terdapat sebuah kamp tahanan politik bernama kamp Plantungan. Jauh dari kesan menyeramkan di sekitar kamp Plantungan lebih terlihat seperti tempat peristirahatan khas desa - desa.  Kamp ini berdiri sejak 1870 dibangun oleh Belanda, seabad lebih bangunan ini berdiri dan sampai sekarang masih kokoh berdiri walaupun di sana sini sudah memperlihatkan beberapa kerusakan di sisi bangunan berupa mengelupasnya cat serta dindingnya. Bangunan ini dijadikan sebagai tempat isolasi bagi orang - orang yang terkena penyakit lepra sampai tahun 1970-an. Setelah tahun tersebut terutama tahun 1971, sekitar 500 gerwani atau perempuan Partai Komunis Indonesia ditahan disini. Nama Plantungan memang tak setenar Pulau Buru, namun disinilah saksi bisu 500 orang yang dituduh sebagai komunis ditahan bertahun - tahun.

Disini juga mereka diperlakukan tidak manusiawi, tahanan ini disiksa, dipenjara, ditahan, dibuang disiksa, ditelanjangi, bahkan diperkosa bergiliran. Padahal mereka yang tergabung dalam Gerwani merupakan wanita - wanita intelektual berpendidikan. Gerakan ini merupakan Gerakan perempuan progresif sejak berdirinya pada 1954 yang cikal bakalnya sudah ada sejak 1950. Kini Kamp Plantungan yang secara administratif berada di Dusun Plantungan, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini menjadi tempat rehabilitasi kejahatan - kejahatan yang kemudian dilimpahkan ke kamp ini.


EmoticonEmoticon