Wednesday, July 20, 2016

Proses Pembuatan Keris

Pada masa Hindu Budha pembuatan keris sangat dirahasiakan dan tidak sembarang orang bisa melihat proses pembuatan keris . Besalen atau pande besi sekarang ini sangat terbuka untuk siapa saja yang mau melihat pembuatan keris dari bongkahan besi hingga menjadi sebilah keris. Namun ada hal dari pembuatan keris yang tidak berubah yaitu pada tata cara pembuatan keris yang melalui perhitungan yang rumit. Misalnya sebelum memulai pembuatan keris dengan melakukan ritual puasa dan berdoa kepada tuhan.

Pembuatan keris membutuhkan bahan - bahan sebagai berikut, tempat besi untuk besi keris lurus yang memiliki berat sekitar 12 kilogram, sedangkan untuk tempat keris berlekuk memiliki berat 18 kilogram, baja seberat 600 gram dan terakhir bahan pamor (nikel) sekitar 350 gram. Pada zaman dahulu bahan pamor adalah sebuah meteor namun semaikin sulitnya mendapatkan meteor sekarang diganti dengan nikel.

Proses awal pembuatan keris adalah dengan menyatukan pamor dengan besi dengan cara menjepit bahan pamor menggunakan dua besi kemudian dilakuan penempaan sehingga terjadi lapisan atau lipatan pada besi dan pamor. Untuk mendapatkan keris yang berkualitas minimal terdapat 128 lipatan. Untuk mendapatkan kualitas yang bagus pada keris setidaknya diperlukan minimal 2.000 lapisan. Semakin banyak lipatan dalam sebuah keris maka dalam pembuatannya pun semakin rumit dan menghabiskan waktu lebih lama. Keris dibuat untuk mendapatkan kekuatan dan keindahan yang khas dengan menggunakan bahan dan material terpilih dari logam seperti besi, baja dan pamor.


Pamor merupakan logam campuran keris yang terbuat dari nikel bahkan pada zaman dahulu menggunakan meteorit. Namun kualitas sebuah keris bukan hanya dapat dilihat dari bahan keris namun juga proses pembuatannya. Proses pembuatan keris pada dasarnya adalah pembakaran, penempaan dan pelipatan. Selama proses pembuatan keris, di besalenpun kelihatan sangat sibuk.

Pada saat membuat keris, empu dan para panjak berulang kali memasukkan besi dan pamor untuk dilakukan penempaan. Udara akan terasa panas dengan suhu penempaan dan abu sisa pembakaran akan beterbangan ke udara. Sesekali besi yang kuning menganga akan dimasukkan ke dalam minyak secara mendadak untuk dilakukan pendinginan, proses ini disebut dengan nyepuh. Proses nyepuh ini dilakukan untuk mendapatkan besi yang kuat dan keras. Setelah melakukan proses tersebut maka besi, baja dan pamor yang berat akan berubah menjadi sebilah keris kecil yang ringan, tipis namun kuat. Keris mentah tadi kemudian dilakukan proses kinatah yaitu dengan memberikan corak berupa ukiran hiasan atau pola diantaranya motif hewan, tumbuhan, wayang ataupun rajah (mantra).

Proses terakhir dalam pembuatan keris yaitu proses marangi atau memunculkan pamor. Proses ini dilakukan dengan cara memoleskan warangan. Warangan adalah cairan arsenikum yang sebelumnya sudah dicampur dengan air jeruk nipis dan dioleskan ke keris. Warangan ini kemudian akan memunculkan lapisan hitam pada besi, sedangkan nikel tidak beraksi dan tetap berwarna putih.

Warna putih yang memiliki pola inilah yang disebut pamor. Harga sebilah keris yang memiliki kualitas bagus akan mencapai puluhan juta bahkan mencapai ratusan juta. Keris walaupun disebut senjata, namun pada zaman dahulu memiliki nilai selain sebagai senjata namun juga bisa digunakan untuk ritual dan memperlihatkan strata sosial seseorang.
Video Keris
 


EmoticonEmoticon