Sunday, July 24, 2016

Sejarah Singkat Kutai

Peta Kerajaan Kutai
Kerajaan kutai merupakan kerajaan Hindu yang berada di Kalimantan tepatnya di Muara Kaman, Kalimantan Timur berada di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan ini berdiri sejak abad ke 4 Masehi. Nama Kutai diambil dari nama daerah penemuan prasasti, karena pada prasasti - prasasti tidak ditemukan nama kerajaan tersebut. Wilayah dari Kerajaan Kutai cukup luas yaitu seluruh wilayah Kalimantan Timur dan bahkan ketika puncak kejayaan Kutai mencapai sebagian dari wilayah Kalimantan.


Sumber Sejarah
Sumber utama dari Kerajaan Kutai adalah prasasti yang bernama yupa. Yupa dan prasasti memiliki perbedaan yaitu, pada yupa hanya dikhususkan pada peninggalan kerajaan Kutai yang mengisahkan tentang raja Kutai, sedangkan prasasti digunakan untuk kerajaan - kerajaan Hindu Buddha lain. Namun dari segi fisik, yupa dan prasasti memilki bentuk fisik yang hampir sama. Yupa adalah tugu monumen yang berfungsi sebagai batu tambatan hewan kurban untuk upacara adat serta sebagai pengenang kemuliaan raja - raja Kutai kepada para pendeta Brahmana. Huruf yang ada di Yupa adalah huruf Pallawa. Yupa yang ditemukan berjumlah tujuh tiang batu. Dari salah satu yupa tersebut menyebutkan pemerintahan Raja Mulawarman yang menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Keberadaan yupa telah banyak diterjemahkan oleh ahli paleontologis, sehingga dapat diketahui kehidupan masa lampau terutama Kerajaan Kutai yang ada di Kalimantan Timur.
Yupa Kerajaan Kutai
Ditemukannya yupa menjadikan sejarah dari Kutai diketahui oleh masyarakat Indonesia, namun di Yupa tidak menyebutkan kapan Kutai di dirikan melainkan hanya menyebutkan pendiri Kerajaan Kutai. Tujuh Yupa ini memberikan info tentang Kerajaan Kutai yang masih diyakini sebagai kerajaan tertua di nusantara yang menganut ajaran agama Hindu.
  • Isi Prasasti Yupa yang Menerangkan Tentang Aspek Kehidupan Politik Kutai
    Yupa menyebutkan bahwa Kudungga adalah suku dari Kutai sebelum memasuki era kerajaan. Kudungga merupakan nama asli nusantara dan memperlihatkan bahwa Kudungga bukan pendiri keluarga kerajaan Kutai. Yupa juga menyebutkan bahwa diadakan upacara Aswamedha ketika pemerintaha Asmawarman. Upacara ini merupakan upacara pelepasan kuda untuk menentukan batas dari Kerajaan Kutai. Pada prasasti tersebut juga menyebutkan bahwa Kudungga digantikan oleh Aswawarman dan kemudian Aswawarman digantikan Mulawarman. Pada masa Mulawarman inilah Kerajaan Kutai mengalami kejayaan.
  • Isi Prasasti Yupa yang Menerangkan Tentang Aspek Sosial
    Aspek sosial dari isi prasasti Yupa, bahwa pada abad ke 4 Kutai telah banyak menerima pengaruh dari Hindu sehingga mempunyai sistem kerajaan yang berpola seperti kerajaan - kerajaan yang ada di India.

Kehidupan Politik
Munculnya pengaruh Hindu ke Kerajaan Kutai mempengaruhi sistem pemerintahan kerajaan ini. Kutai sebelum adanya Hindu masih bersifat kesukuan dimana pemimpinnya adalah kepala suku yang memerintah, namun setelah Hindu masuk sistem pemerintahannya berubah menjadi kerajaan dipimpin oleh seorang raja. Berikut ini adalah pemimpin yang pernah memerintah Kutai :

  • Kudungga
    Kudungga merupakan raja pertama yang memerintah Kutai. Pada masa pemerintahan Kudungga lah agama Hindu masuk ke kerajaan Kutai. Hindu mempengaruhi Kerajaan Kutai dan merubah sistem kesukuan menjadi pemerintahan kerajaan. Kudungga mengangkat diri dari kepala suku menjadi raja dan kemudian kepala pemerintahan dilanjutkan turun temurun.
  • Aswawarman
    Yupa mencatat bahwa Raja Aswawarman meupakan raja yang cerdas dalam memimpin kerajaan Kutai. Terbukti pada masa pemerintahannya Kutai mampu memperluas wilayahnya dibuktikan dari dilakukannya upacara Asmawedha. Upacara Asmawedha adalah upacara yang dilakukan umat Hindu India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta untuk memperluas kekuasaan. Perluasan kekuasaan ini dilakukan dengan cara melepaskan kuda, tapak kaki terakhir dari kuda tersebut adalah batas dari kekuasaan Kutai. Pelepasan kuda - kuda ini diikuti oleh para prajurit kerajaan
  • Raja Mulawarman
    Mulawarman merupakan putra dari Aswawarman, pada pemerintahan Aswawarman inilah Kerajaan Kutai mencapai masa jayanya. Hal ini diperlihatkan oleh kesejahteraan dari masyrakatnya dan Raja Mulawarman pernah mengadakan upacara kurban emas yang banyak.
  • Maharaja Irwansyah
  • Maharaja Sri Aswawarman
  • Maharaja Marawijaya Warman
  • Maharaja Gajayana Warman
  • Maharaja Tungga Warman
  • Maharaja Jayanaga Warman
  • Maharaja Nalasinga Warman
  • Maharaja Nala Parana Tungga
  • Maharaja Gadingga Warman Dewa
  • Maharaja Indra Warman Dewa
  • Maharaja Sangga Warman Dewa
  • Mahraja Singsingamangaraja XXI
  • Maharaja Candrawarmman
  • Maharaja Prabu Nefi Suriagus
  • Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
  • Maharaja Riski Subhana
  • Maharaja Sri Langka Dewa
  • Maharaja Guna Parana Dewa
  • Maharaja Wijaya Warman
  • Maharaja Indra Mulya
  • Maharaja Sri Aji Dewa
  • Maharaja Mulia Putera
  • Maharaja Nala Pandita
  • Maharaja Indra Paruta Dewa
  • Maharaja Dharma Setia
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Mulawarman. Hal ini ditandai oleh kebijaksanaan serta loyalitas sang raja pada agamanya. Para pendeta dihadiahi emas, tanah serta ternak secara adil. serta diadakannya upacara sedekah yang dianggap suci atau disebut Wprakeswara yang telah tercatat di Yupa. Hewan ternak yang disedekahkan adalah berupa sapi sebanyak 20.000 ekor sapi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada saat itu Kerajaan Kutai dalam keadaan makmur.

Runtuhnya Kutai
Kerajaan Kutai runtuh pada masa pemerintahan Raja Dharma Setia. Maharaja Dharma Setia tewas ditangan Raja Kutai Kertanegara yaitu Aji Pengeran Anum Panji pada abad ke 13. Kerajaan Kutai Kartanegara pada perkembangannya berubah menjadi kerajaan Islam dan menjadi Kasultanan Kartanegara.


    EmoticonEmoticon