Tuesday, August 30, 2016

Candi Surawana

Candi Surawana terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, atau berjarak 25 km ke arah laut dari Kota Kediri. Candi ini sesungguhnya adalah Wishnubhawanapura yang diperkirakan didirikan pada 14 untuk memuliakan Bhre Wengker, raja Kerajaan Wengker yang menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit. Bhre Wengker ini kemudian meninggal pada 1388 M. Di dalam kitab Negarakertagama menceritakan pada tahun 1361 Raja Majapahit Hayam Wuruk bahkan pernah menginap di Candi Suwana.

Candi ini memiliki ukuran 8x8 m2. Candi ini menggunakan batu andesit dan merupakan candi beraliran Syiwa. Candi ini dalam keadaan hancur dan hanya tersisa kaki candi yang memiliki tinggi 3m yang masih berdiri. Untuk menaiki selasar terdapat tangga yang sempit dan terletak di sisi barat. Dari letak tersebut dapat di simpulkan bahwa Candi Suwana menghadap ke barat.

Seperti Candi Rimbi, kaki candi ini nampak seperti bersusun dua, yaitu berupa tonjolan pelipit yang menonjol keluar. Pada bagian kaki diatas pelipit agak menjorok ke dalam sehingga ukurannya menjadi lebih kecil apabila dibandingkan dengan kaki bagian bawah.

Panel relief Candi Suwana menceritakan berbagai cerita di kaki candi bagian bawah. Sedangkan kaki candi bagian atas dipenuhi panel relief berukuran besar dengan pahatan yang lebih halus dari pada kaki candi bagian bawah.

Pada bagian kaki candi bagian bawah mengisahkan tentang Tantri, sedangkan bagian atas mengisahkan tentang Kisah Sri Tanjung, Arjunawiwaha, serta kisah Bubuksah dan Gagak Aking. Kisah - kisah seperti ini biasanya dibangun pada candi - candi dengan tujuan peruwatan, seperti yang ada di Candi Bajangratu serta Candi Tegawangi.

Apabila dilihat dari lingkungannya, candi ini telah tertata rapi dan telah mengalami pemugaran. Namun, hasilnya masih jauh dari kata sempurna karena yang tersisa dari candi ini hanya tinggal bagian kaki candi. Bagian candi yang belum tersusun masih berserakan di sekitar candi.

Candi Surawana


EmoticonEmoticon