Tuesday, September 20, 2016

Penjajahan Jepang di Indonesia

1. Masa Awal Pendudukan Jepang
Perang Dunia II meletus pada 1939. Perang ini melibatkan dua kubu yaitu blok sekutu yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Prancis serta Belanda melawan blok sentral yang beranggotakan Jerman, Jepang serta Italia. Kedua belah kubu saling melakukan serangan, negara yang tidak ikut campur dalam perang inipun merasakan akibatnya, terutama negara - negara jajahan.

Pada 7 Desember 1941, keberhasilan Jepang dalam penyerangan ke Pearl Harbour mengakibatkan kekuatan sekutu lumpuh. Perang besar ini disebut Perang Pasifik atau bisa juga disebut Perang Asia Timur Raya. Keberhasilan mengalahkan Amerika Serikat di Pearl Harbour dilanjutkan dengan pengusiran Belanda di Indonesia. Pada 11 Januari 1942, Jepang mendarat dan menguasai Pulau Tarakan di Kalimantan Timur. Selanjutnya, pada 1 Maret 1942 Jepang mendarat serentak di Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat) serta Kragan (Jawa Tengah) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Himamura. Pada periode 5 Maret 1942, Batavia berhasil dikuasai Jepang. Pada 8 Maret 1942 akibat terdesaknya tentara Belanda, pada tanggal itu Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

Menyerahnya Belanda serta penyerahan Indonesia kepada Jepang kemudian diabadikan dalam perjanjian di Kalijati, Subang. Perjanjian ini, Jepang diwakili Jenderal Hitoshi Himamura serta pihak Belanda diwakili Jenderal Ter Poorten. Sejak perjanjian inilah Jepang secara resmi menjajah Indonesia.

2. Masa Pendudukan Jepang
Dalam pendudukan Jepang di Indonesia, Jepang mengeruk sumber daya alam dan sumber daya manusia. Hal ini sangat membantu Jepang dalam menghadapi perang - perang melawan sekutu. Adapun tujuan Jepang menjajah Indonesia adalah :
  • Bahan mentah yang terkandung di daerah Indonesia seperti minyak bumi dan batu bara sangat membantu Jepang dalam keperluan perang.
  • Melimpahnya sumber daya manusia sangat membantu Jepang dalam bekerja dan menghadapi perang.
  • Indonesia kaya akan hasil pertanian dan perkebunan.
Upaya Jepang untuk menarik simpati pribumi Indonesia agar mau bekerja bersama Jepang diantaranya :
  • Mengizinkan bendera merah putih dikibarkan di Indonesia
  • Lagu Indonesia Raya diizinkan untuk dinyanyikan
  • Bahasa Indonesia diizinkan untuk dipergunakan sebagai bahasa pengantar
  • Pendirian berbagai organisasi, diantaranya
    1. Gerakan Tiga A. Gerakan ini merupakan gerakan yang didirikan oleh Jepang  pada tanggal 29 April 1942 yang dipimpin oleh Mr. Samsudin. Gerakan Tiga A bertujuan menarik simpatisan pribumi dengan mengumandangkan Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia dan jepang Pemimpin Asia.
    2. Majelis A'la Indonesia (MIAI) atau Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi) yang didirikan pada tanggal 22 November 1943, dibawah pimpinan K.H. Hasyim Asj'ari. Organisasi ini merupakan organisasi Islam dalam naungan pemerintahan Jepang.
    3. Putera (Pusat Tenaga Rakyat) yang didirikan pada 1 Maret 1942. Organisasi ini dipelopori oleh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, serta K.H. Mas Mansyur.
    4. Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa) yang didirikan pada 8 Januari 1944
Pendudukan Jepang menurut banyak cerita lebih menderita dari pada penjajagan Belanda. Jepang mengambil paksa semua hasil pertanian, akibatnya kelaparan dan penyakit melanda, dikarenakan bahan makanan serta pakaian sulit didapat.

Jepang juga menerpkan sistem kerja paksa layaknya pada pemerintahan Belanda. Sistem kerja paksa di zaman penjajahan Jepang di sebut romusha. Tugas romusha adalah membangun sarana prasarana untuk dimanfaatkan Jepang seperti jalan, jembatan serta lapangan udara. Selain mempekerjakan romusha, pemerintah Jepang juga mempekerjakan romusha ke luar negeri seperti di Malaysia, Vietnam, Myanmar serta Thailand. Para romusha bekerja tanpa upah dan makanan.

Selain romusha juga dikenal Jugun Ianfu yang merupakan sistem pelacuran paksa wanita pribumi kepada Jepang. Adanya Jugun Ianfu dilatarbelakangi adanya kejenuhan para tentara Jepng ketika berperang. Oleh karena itu orang - orang Jepang memanfaatkan para pribumi untuk dikencani ataupun di tiduri.

Pada 1943, kekuasaan Jepang yang ada di Asia Pasifik mulai terdesak oleh Amerika Serikat. Jepang merasa kewalahan menghadapi Amerika Serikat sehingga mengharuskan Jepang untuk meminta bantuan kepada Indonesia melalui pribumi - pribumi yang dilatih guna membantu Jepang melawan Sekutu. Organisasi kemiliteran pun dibentuk dengan anggota orang - orang pribumi, organisasi tersebut diantaranya :
  1. Seinendan (Barisan Pemuda), prajurit dengan umur antara 14 sampai 22 tahun
  2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi) prajurit dengan umur 26 sampai 35 tahun
  3. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang), prajurit Heiho ditempatkan dalam kesatuan tentara Jepang untuk perang
  4. Pembela Tanah Air (PETA), ditugaskan untuk mempertahankan wilayah masing - masing
  5. Fujinkai (Barisan Perhimpunan Wanita), Suishintai (Barisan Pelopor), Jibatukai (Barisan Berani Mati) Seinentai (Barisan Murid Sekolah Dasar), Gakukotai (Barisan Murid Sekolah dan Lanjutan), serta Hizbullah (Organisasi pemuda - pemuda Islam yang dididik militer).
Akhir Pendudukan Jepang di Indonesia
Berakhirnya masa penjajahan Jepang ditandai oleh dibomnya 2 kota besar di Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 oleh Amerika Serikat. Pengeboman Hiroshima dengan latar belakang bahwa kota ini merupakan pusat militer negara Jepang pada waktu itu.

Selain itu Hiroshima juga merupakan kota pelabuhan besar di Jepang. Sedangkan pemilihan Nagasaki sebagai tempat pengeboman didasarkan karena kota Nagasaki adalah target potensial. Sebelumnya Amerika memilih Kyoto dan Niigata. Pemilihan Nagasaki merupakan pengganti dari Kyoto yang dicoret dari peta pengeboman. Sedangkan Niigata juga di coret Amerika Serikat dikarenakan jaraknya terlalu jauh dari pangkalan militer Filipina sebagai basis angkatan udara Amerika Serikat tempat lepas landas waktu itu. Nagasaki merupakan industri perkapalan yang maju pada masanya.

Alhasil dua kota inilah yang kemudian di bom oleh Amerika Serikat. Sebanyak 140.000 warga Hiroshima dan 80.000 warga Nagasaki tewas pada pengeboman ini. Atas kejadian inilah mengakibatkan Jepang melepaskan Indonesia ke Sekutu dan beralih memberi perhatian kepada negaranya sendiri.

Pada 11 Agustus 1945, tiga tokoh dari Indonesia yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta serta Radjiman Wedyodiningrat pergi ke Dalat, Vietnam untuk bertemu dengan Panglima Tertinggi Terauchi dalam rangka membahas kemerdekaan yang dijanjikan Jepang kepada Indonesia.

Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu sehingga wilayah jajahan Jepang diantaranya adalah Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan. Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk memerdekakan diri. Namun terdapat perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai memerdekakan Indonesia ketika masa kekosongan wilayah.

Golongan muda menginginkan penyelenggaraan proklamasi secepat - cepatnya tanpa menunggu keputusan dari Jepang, sedangkan golongan tua menginginkan kemerdekaan Indonesia sesuai dengan yang diatur oleh Jepang. Karena perbedaan inilah kemudian golongan muda menculik Soekarno dan Hatta untuk membicarakan masalah proklamasi. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya golongan tua menyetujui. Akhirnya Soekarno dan Hatta dipulangkan dan malam itu pula Soekarno dan Hatta di boyong ke rumah Laksamana Maeda untuk membuat rancangan teks Proklamasi. Pada 17 Agustus 1945 tepatnya pada jam 10.00 dibacakanlah teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia dan menandai babak baru bagi bangsa Indonesia.


EmoticonEmoticon