Friday, September 2, 2016

Situs Plawangan, Rembang

Situs Plawangan terletak di Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Situs ini merupakan situs megalitikum dengan temuan kerangka manusia dari zaman logam tua atau paleometalic. Penemuan situs ini pada 1977 dan penggalian kerangka manusia ini baru dilakukan pada tahun berikutnya oleh Dinas Purbakala. Dari hasil penggalian tersebut ditemukan kerangka manusia purba yang terkubur di dalam tempayan atau belangga dengan keadaan duduk. Bersama kerangka manusia ditemukan juga manik - manik, gerabah, benda terbuat dari logam, keramik dan sebagainya yang berada di dalam tempayan. Sayangnya hasil penggalian tersebut kini disimpan di Museum Pusat Purbakala Jakarta dan tidak di Rembang. Namun sebagian dari penemuan yang lain masih di sisakan di Plawangan untuk keperluan penelitian selanjutnya.

Penemuan situs ini ditemukan secara tidak sengaja oleh tim Balai Arkeologi Jakarta. Pada tahun 1976 tim tersebut melakukan penelitian situs Selodiri yang berada di Desa Terjan, Kecamatan Kragan atau berjarak sekitar 5 km ke selatan dari situs Plawangan ini. Penelitian di bukit Selodiri ini tidak menemukan adanya fosil di sekitar situs itu. Kemudian pada 1977, ada seorang warga dari Desa Plawangan yang melaporkan temuan sebuah tulang kepada tim arkeolog tersebut. Tulang inilah yang sebenarnya dicari - cari oleh tim Balai Arkeologi. Selanjutnya pada 1977 sampai 1983 dilakukan penggalian sampai menemukan ribuan fosil serta benda purbakala.

Pada 1985 di Desa Plawangan seorang nelayan menemukan dua fosil manusia yang terkubur di dalam nekara perunggu. Penemuan ini nekara perunggu memiliki keuinkan yang sangat jarang sekali ditemukan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Keistemaan dari temuan ini yaitu, kubur nekara ditemukan dalam penggalian (ekskavasi) secara sistematis yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang sudah berlangsung tahun 1977 hingga 1990.

Nekara perunggu tersebut ternyata adalah wadah kubur untuk anak - anak. Di dalam nekara perunggu ini ditemukan kerangka manusia yang diperkirakan berumur 8-10 tahun. Di bawah nekara ini ditemukan juga satu rangka anak - anak yang lebih muda.

Diperkirakan Situs Plawangan ini adalah sebuah necropolis atau bisa disebut tempat penguburan. Dari ekskavasi situs Plawangan ini menunjukkan bahwa kerangka manusia tersebut berusia sekitar 2000 tahun lampau yang terbilang maju dalam cara penguburan. Penguburan dilakukan dngan memasukkan tubuh manusia ke dalam tempayan yang disertai bekal berupa manik - manik, periuk serta kendi dan kemudian di kubur.

Pada 1980-an Balai Arkeologi pernah menawarkan kepada pemerintah Rembang untuk menjadikan situs Plawangan sbagai museum purbakala. Namun, tawaran tersebut tidak ditanggapi oleh bapak Suratman selaku Bupati Rembang. Karena tidak ada persetujuan, kemudian Balai Arkeologi hanya membeli sebidang tanah tersebut untuk dibangun gedung penyimpanan temuan - temuan situs Plawangan.


EmoticonEmoticon