Tuesday, September 6, 2016

Sora : Korban Fitnah Mahapati Selanjutnya

Lembu Sora atau dikenal juga sebagai Mpu Sora merupakan salah satu pengikut Raden Wijaya yang memiliki jasa besar dalam pendirian Majapahit dari pelarian Raden Wijaya ke Sumenep hingga pembangunan hutan tarik di Trowulan. Sora bahkan dengan setia memberikan perutnya untuk dijadikan tumpangan Raden Wijaya dan istrinya ketika keduanya beristirahat. Sora juga membantu menggendong Raden Wijaya dan istrinya ketika menyeberangi sungai dan rawa - rawa.

Sebelumnya baca dulu Nambi : Kisah Arya Yang Di Fitnah Mahapati

Sora juga merupakan saudara dari Arya Wiraraja, ahli taktik Majapahit. Oleh karena hal ini lah nasib Sora tidak jauh berbeda dengan Ranggalaweyang hanya diberikan tanah Kediri. Begitu ketakutannya Raden Wijaya terhadap Arya Wiraraja membuat Raden Wijaya rela melakukan pengkhianatan terhadap saudara - saudaranya sendiri. Keputusan Raden Wijaya memecah belah kekerabatan Arya Wiraraja, Ranggalawe dan Sora menimbulkan pemberontakan oleh Ranggalawe pada 1295. Ranggalawe berpendapat bahwa Sora lah yang lebih pantas dijadikan Mahapatih dari pada Nambi. Meskipun begitu, Sora justru mendukung kebijakan Raden Wijaya dalam pengangkatan Nambi sebagai Mahapatih Majapahit. Sora sering disebut abdi yang paling setia, namun pada akhirnya juga mati akibat pemberontakannya yang terhasut oleh Mahapati.

Diceritakan bahwa Sora ikut dalam penumpasan pemberontakan Ranggalawe. Dalam duel di Sungai Tambak Beras, Ranggalawe tewas di tangan Kebo Anabrang dengan cara yang tidak jantan. Sora yang melihat kematian Ranggalawe merasa sakit hati dengan apa yang dilakukan Kebo Anabrang. Sora kemudian membunuh Kebo Anabrang dari belakang.

Terbunuhnya Kebo Anabrang oleh Sora didiamkan begitu saja oleh arya lain. Hal ini dikarenakan keluarga Kebo Anabrang segan untuk menuntut kematian Kebo Anabrang serta menganggap Sora adalah abdi kesayangan Raden Wijaya. Situasi yang kusut ini dimanfaatkan oleh Mahapati, tokoh licik yang mengincar jabatan rakryan patih. Mahapati menghasut putra dari Kebo Anabrang yang bernama Mahisa Taruna supaya menuntut keadilan atas kematian ayahnya Kebo Anabrang. Mahapati juga melaporkan kepada Raden Wijaya bahwa para internal kerajaan merasa resah karena seakan raja melindungi Sora.

Raden Wijaya yang tersinggung atas tuduhan tidak adil kemudian memberhentikan Sora dari jabatanya sebagai patih serta mau menghukumnya. Mahapati kemudian memberi masukan agar Sora tidak dihukum mati mengingat jasa - jasanya yang sangat besar bagi Majapahit. Atas pertimbangan tersebut, Raden Wijaya memutuskan untuk menghukum Sora dengan membuang ke Tulembang.
Sora yang datang ke Majapahit dan dihadang tentara Majapahit

Mahapati kemudian menemui Sora di rumahnya dan memberikan surat keputusan raja. Sora bersedih atas putusan tersebut. Ia kemudian berniat ke ibu kota untuk meminta dihukum mati daripada diusir dari tanah air yang ia bangun dengan keringatnya. Sebelum itu, Mahapati telah menghasut Raden Wijaya yang mengatakan bahwa Sora akan membuat kekacauan karena ketidakpuasan akan keputusan raja. Setelah mendesak Raden Wijaya, Nambi kemudian diizinkan menghadang Sora yang datang dengan kedua sahabatnya yaitu Gajah Biru dan Juru Demung. Sora yang akan menghadap raja kemudian kaget karena hadangan Nambi yang telah terhasut Mahapati. Nambi pun bertanding dengan Sora sahabat dekatnya sesama Arya abdi Raden Wijaya, Sora yang tidak berniat melakukan pemberontakan akhirnya tewas di tangan sahabatnya sendiri, Nambi.

Dari peristiwa tersebut, Mahapati tersenyum karena fitnahnya telah berhasil menghancurkan ikatan arya Singasari. Ia kemudian semakin dekat dengan jabatan patih karena para tokoh arya sudah terpecah belah dan Raden Wijaya semakin paranoid kehilangan tahta singgasanaya.

Selanjutnya : Akhir dari Kisah Mahapati


EmoticonEmoticon