Menilik Arca Dwarapala Terbesar di Candi Singosari

Arca merupakan penyebutan pada patung terkait dengan kepercayaan Hindu dan Buddha. Arca dwarapala dalam agama Hindu dilambangkan sebagai patung penjaga candi. Dwara berarti jalan dan pala berarti penjaga, dwarapala bisa diartikan sebagai penjaga jalan atau pintu gerbang pada candi atau istana. Dwarapala digambarkan sebuah monster yang membawa gada.

Terdapat keunikan pada dua arca dwarapala yang ada di Candi Singosari, Malang. Arca ini memiliki ukuran yang sangat besar bila dibandingkan dengan arca dwarapala pada umumnya. Arca dwarapala Candi Singosari merupakan peninggalan Kerajaan Singosari yang berkuasa pada tahun 1222 - 1293 M. Letak kedua arca berada di sisi kiri dan kanan jalan utama Desa Candirenggo. Arca dwarapala Candi Singosari ditemukan oleh Gubernur Jawa pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1803 yang bernama Nicolas Enderhard.

Arca dwarapala yang ada di selatan menghadap ke utara dengan posisi jongkok, tangan kanan memegang gada sedangkan tangan kiri memegang lutut. Pada dwarapala yang ada di utara menghadap ke timur dengan tangan kanan memberikan kode dua jari sedangkan tangan kiri memegang gada terbalik. Perbedaan ini konon menyesuaikan tugas masing - masing, dwarapala dengan kode dua jari memiliki arti mengingatkan rakyat untuk taat beragama.


Kedua arca tersebut menggunakan mahkota dengan ukiran ular dan lambaian tengkorak. Terdapat anting (kundala) bermotif tengkorak pada telinga, serta motif yang sama pada kalung (hara) yang ada di leher dwarapala. Hiasan lain yaitu terdapat selempang / tali kasta (upavita) yang menyilang dengan hiasan ular. Dwarapala ini juga menggunakan kelat bahu (keyura), gelang tangan (kankana) dan juga gelang kaki.

Bila dilihat dengan membandingkan foto zaman dahulu, diperkirakan arca dwarapala tersebut telah dipindahkan dari posisi semula. Perpindahan ini memang terkesan mustahil bila melihat beratnya yang mencapai 40 ton dan tingginya 3,7 meter dengan jarak perpindahan mencapai 50 meter.

Adanya arca dwarapala menandakan dahulu diantara dua arca tersebut merupakan jalan menuju Candi Singosari atau istana Kerajaan Singasari. Hal ini diperkuat dengan adanya bongkahan batu andesit yang berukuran super besar disekitar arca yang diperkirakan bekas gapura kerajaan. Bukan tidak mengkin apabila bongkahan batu tersebut merupakan tembok pemisah antara bagian dalam kerajaan dan bagian luar kerajaan. Namun sayang sampai saat ini belum diketahui dimana pusat kerajaan tersebut.


Blogger
Disqus

No comments