Sejarah Berdirinya Negara Australia

Australia merupakan negara terluas ke - 6 dan sekaligus benua terkecil di dunia. Australia dulu merupakan negara jajahan Inggris dan kemudian dijadikan negara persemakmuran (commonwealth). Benua Australia pertama kali ditemukan oleh seorang penjelajah Belanda bernama Willem Janszoon pada tahun 1606. Namun, terdapat pendapat lain yang menyebutkan bahwa Australia pertama kali ditemukan oleh orang Portugis.

Sejak abad ke - 17, ekspansi orang - orang Eropa ke Australia semakin banyak. Pada tahun 1770, Inggris yang diwakili oleh James Cook yang mengklaim Australia bagian timur sebagai koloni Inggris. Di sisi lain, di negara Inggris terjadi Revolusi Industri yang memiliki dampak negatif berupa kesenjangan sosial dan kriminalitas di kawasan perkotaan. Banyaknya penjahat di Inggris akibat dampak dari Revolusi Industri menyebabkan membludaknya tahanan - tahanan kota di Inggris. Untuk mengatasinya terdapat opsi seperti menghukum mati pada pelaku kejahatan ringan, namun hal tersebut dianggap terlalu keras dan tidak dilanjutkan. Pemerintah Inggris harus memutar otak dan memikirkan opsi lain.

Pada perkembangannya, pemerintah Inggris memilih untuk melakukan pengasingan para tahanan ke Australia untuk mengatasi kelebihan tahanan di negara Inggris. Pada tahun 1788, rombongan pertama tahanan Inggris mendarat di pantai Australia dan sekaligus merintis berdirinya New South Wales, koloni Inggris. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang - orang Inggris yang berpindah ke Australia. Sebagian adalah aparat dan sebagian adalah orang - orang yang ingin mencari kehidupan baru dengan bekerja di pertambangan emas di Australia. Kebijakan pengiriman tahanan baru dihentikan pada tahun 1868.

Koloni dan Federasi Australia
Pada tahun 1829, seluruh wilayah Australia akhirnya berada di bawah kekuasaan Inggris. Semakin bertambahnya orang - orang Eropa yang menetap di Australia menyebabkan koloni - koloni Inggris di Australia bermunculan. Total terdapat 6 koloni Inggris di wilayah Australia sebelum tahun 1900 diantaranya :
  • New South Wales
  • Queensland
  • Victoria
  • Austrlia Selatan
  • Australia Barat 
  • Tasmania
Namun, terdapat masalah di Australia. Bertambahnya pupulasi orang Eropa yang menetap di Australia dibarengi dengan menurunnya penduduk asli Australia yaitu suku Aborigin akibat adanya konflik dengan para pendatang. Semakin lama para imigran menetap di Australia, sentimen kedaerahan pun mulai timbul. Para imigran mulai menyebut dirinya sebagai orang Australia alih - alih Inggris. Akibatnya ide untuk mengubah koloni - koloni di Australia menjadi negara federalpun  mulai muncul. Kebijakan mengenai pembentukan badan pemerintahan di Australia juga berfungsi sebagai badan yang mengatur wilayah - wilayah di Australia seperti pada permasalahan transportasi antar koloni dan pelarangan imigran yang berasal dari Cina.

Tidak semua penduduk Australia mendukung ide federasi. Mereka beranggapan pembentukan federasi akan menguntungkan koloni - koloni kecil. Masing - masing koloni dianggap memiliki kepentingan tersendiri, sehingga bila federasi dibentuk akan ada kekhawatiran kalau pemerintah federal tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya akibat adanya benturan kepentingan antar koloni. Terlepas dari penolakan tersebut, ide mengenai pembentukan negara federasi tetap bergulir dan upaya pembentukan federasi terus berjalan.

Rapat mengenai pembuatan isi rancagan undang - undang dasar / konstitusi Australia dimulai pada bulan Maret 1897 di Adelaide, Australia Selatan. Rancangan konstitusi tersebut akhirnya selesai dirumuskan pada bulan Maret 1898 dan referendum pengesahan konstitusi federasi digelar pada tahun yang sama. Hanya 4 dari 7 koloni yaitu Victoria, Tasmania, Australia Selatan dan New South Wales yang menggelar referendum dimana referendum tersebut diselenggarakan di New South Wales yang berakhir dengan kekalahan golongan pendukung konstitusi. Karena adanya persyaratan pembentukan federasi harus disetujui oleh semua koloni, pengesahan dan pendirian federasi pun batal untuk sementara waktu.

Pada tanggal 29 Januari hingga 3 Februari 1899, diselenggarakan pertemuan tertutup dari perwakilan antar koloni untuk membahas perbedaan kepentingan antar koloni. Dari pertemuan inilah kemudian mendapatkan kesepakatan untuk menggelar referendum mengenai rancangan konstitusi federasi. Dengan pengecualian untuk Australia Barat yang baru menggelar referendum pada tahun 1900, semua koloni Australia menggelar referendum di tahun 1899. Hasilnya, mayoritas pemilih mendukung dibentuknya federasi Australia. Pada tanggal 1 Januari 1901, Australia secara sah menyandang negara federasi persemakmuran.



Australia Sebagai Persemakmuran Mandiri
Sistem pemerintahan federasi Autralia mirip dengan sistem pemerintahan di Amerika Serikat. Koloni yang bertransformasi menjadi negara bagian kini memiliki kemandirian dan kebebasan untuk mengatur wilayahnya sendiri. Jika ada permasalahan yang menyangkut beberapa negara bagian, barulah pemerintah federal Australia dilibatkan. Namun, berbeda dengan negara bagian di Amerika Serikat yang memiliki kebebasan mutlak dalam menentukan kebijakan - kebijakan negaranya, sebagai negara persemakmuran, Australia mesih dianggap bawahan Inggris sehingga harus tunduk terhadap negara Inggris untuk masalah - masalah tertentu seperti kebijakan dalam dan luar negeri.

Tahun 1931, untuk memberikan kejelasan status pada negara persemakmuran, Inggris kemudian mengesahkan dokumen resmi yang dikenal dengan "Statuta Westminster". Dari statuta tersebut, negara persemakmuran kini diberikan kebebasan penuh untuk mengelola kebijakan dalam dan luar negeri. Khusus untuk negara Australia, walaupun Statuta Westminster telah disahkan pada tahun 1931, baru pada tahun 1942 Australia menjalankan statuta tersebut.

Australia memang mengakui Ratu Inggris diwakili gubernur jendral sebagai kepala negaranya. Namun, dalam praktik pemerintahan di Australia, Ratu Inggris bersifat simbolik dan tidak signifikan. Karena mereka merupakan keturunan dari Inggris, maka mereka tidak keberatan mengakui Ratu Inggris sebagai kepala negaranya. Alasan serupa juga terjadi pada motif bendera nasional Australia yaitu motif Union Jack.


Tidak semua rakyat Australia ingin mempertahankan sistem negara federasi persemakmuran. Sebagian rakyat Australia menginginkan negara Australia sebagai negara republik, dan itu berarti Ratu Inggris bukan lagi menjadi kepala negara di Australia. Untuk merespon hal tersebut, Australia kemudian menggelar referendum mengenai sistem republik pada tanggal 9 November 1999. Referendum tersebut gagal dan status Australia sebagai negara persemakmuran masih tetap disandang Australia hingga saat ini.
Blogger
Disqus

No comments