Pengertian Nekara

Nekara merupakan benda atau alat peninggalan zaman sejarah purbakala yang digunakan dalam kegiatan upacara. Fungsi nekara diantaranya :
  1. Fungsi Keagamaan, difungsikan sebagai alat komunikasi, upacara dan simbol. 
  2. Fungsi Sosial Budaya, difungsikan sebagai simbol status sosial, perangkat upacara dan karya seni yang memiliki daya magis religius. 
  3. Fungsi Politik, difungsikan sebagai tanda bahaya atau isyarat perang.

Nekara

Nekara perunggu banyak ditemukan di Indonesia. Di pulau Bima dan Sumbawa, nekara perunggu memakai pola hiasan berupa orang – orang yang sedang menari dengan memakai hiasan bulu burung dan terdapat hiasan perahu. Hiasan perahu pada nekara tersebut diduga merupakan perahu jenazah yang berisi mayat. Nekara di Pulu Alor dinamakan moko. Menurut penelitian dikatakan bahwa moko dibuat di Gresik dan dibawa orang – oarang Bugis ke daerahnya dan dibawa ke Nusa Tenggara sebagai barang dagangan.

Di daerah Manggarai (Flores), moko disebut “gendang gelang” atau “tambur”. Biasanya Moko dimiliki oleh kepala suku yang kemudian diturunkan kepada anak laki – lakinya. Di daerah Jawa, moko disebut “tamra” atau “tambra”. Di Pulau Roti, moko disebut “moko malai” yang berarti pulau besar dari malai (Malaya), dan di Maluku, moko disebut “tifa guntur”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persebaran moko meliputi Pulau Alor, Jawa, Nusa Tenggara, Pulau Roti, Maluku dan Flores.

Nekara terbesar ditemukan di Bali tepatnya di dekat Manuaba, daerah Pejeng (Bali). Nekara tersebut dinamakan Nekara Pejeng atau Bulan Pejeng. Nekara di Pejeng tersebut memiliki tinggi 1,98 meter dengan bidang pukul 1,60 meter. Kini nekara tersebut disimpan di puara penataran Sasih dan masih dianggap sebagai benda keramat oleh penduduk setempat.

Pada tahun 1704, G.E. Rumpuis melaporkan hasil penelitiannya tentang Bulan Pejeng. Kemudian pada tahun 1930, E.C. Barehewitz mengeluarkan hasil penelitian nekara dari Nusa Tenggara Timur. Sebelum itu A.B. Meyer telah menemukan beberapa nekara dari Jawa, Salayar, Luang, Roti dan Leti. A.B. Meyer bersama dengan W.Fox membandingkan temuan nekara di Asia Tenggara dan mendapatkan kesimpulan bahwa nekara – nekara peringgu pada dasarnya berpusat di Khemer dan menyebar ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dari hasil penelitian yang dilakukan R.P. Soejono menghasilkan benda – benda perunggu di Gilimanuk Bali dan Leuwi Liang di Bogor. Di tempat lain juga ditemukan benda – benda yang berasal dari perunggu seperti hasil penelitian di Prajekan antara Bondowoso dan Situbondo. Selanjutnya daerah antara Tangerang hingga Karawang dan aliran Sungai Cisadane, Bekasi, Citarum, Ciparage dan Cikarang.


Blogger
Disqus

No comments