Candi Dermo

Candi Dermo terletak di Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi Dermo diperkirakan berdiri pada tahun 1353 M dibawah pimpinan Adipati Terung yang kini makamnya berada di utara Masjid Trowulan.

Candi ini telah mengalami beberapa kali pemugaran, banyak bagian candi yang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh tangan – tangan tak bertanggung jawab, banyaknya puing – puing yang runtuh dan faktor usia. Dahulu Candi Dermo memiliki empat arca yang menempel pada dinding candi. Empat arca tersebut terbagi menjadi dua jenis yakni arca manusia bersayap dan arca kolo. Namun sekarang salah satu arca tersebut telah dilepas oleh juru kunci yang disebabkan ada salah satu bagian arca yang hilang sehinga yang tersisa hanya tiga arca. Candi Dermo terbuat dari batu bata merah dengan ketinggian 13,50 meter.

Pemugaran candi dilakukan dua kali yaitu pada periode sekitar tahun 1905 – 1914. Dari cerita yang tersebar di masyarakat, Candi Dermo merupakan salah satu pintu suci untuk masuk ke dalam kawasan Majapahit. Diceritakan pula Candi Dermo menjadi tempat persembunyian ketika terjadi perang di Majapahit walaupun pada kenyataannya bagian dalam Candi Dermo sempit namun masih bisa menampung masyarakat di sekitar area Candi Dermo kala itu.

Candi Dermo masih digunakan sebagai tempat ritual keagamaan baik oleh masyarakat Candinegoro maupun di luar desa Candinegoro. Mereka memuja dewa Jagad Batara. Pada hari – hari tertentu, Candi Dermo juga didatangi turis asing. Menurut warga Candinegoro pengunjung candi ini kebanyakan berasal dari Bali karena masyarakat Bali masih menganggap bahwa mereka adalah keturunan Majapahit dan Candi Dermo ini dianggap sebagai salah satu peninggalan Majapahit yang tersisa di daerah Sidoarjo. Tak hanya mengunjungi candi, biasanya mereka juga melakukan ritual kepada Sang Hyang Widhi atau dewa – dewa yang mereka percayai.
Blogger
Disqus

No comments