Candi Ngetos

Candi Ngetos terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini dikenal sebagai candi perabuan dari Prabu Hayam Wuruk. Pada papan keterangan menyebutkan Candi Ngetos dibangun pada abad ke 15. Secara fisik Candi Negtos dalam keadaan rusak pada beberapa bagian bahkan pada beberapa bagian telah hilang sehingga sulit memperkirakan bentuk aslinya.

Di Candi Ngetos pernah ditemukan arca Siwa dan Wisnu. Hl ini kemudian menimbulkan asumsi bahwa candi ini beraliran Siwa Wisnu. Asumsi tersebut diperkuat dengan aliran agama Siwa yang dianut oleh Hayam Wuruk. N.J. Krom memperkirakan bahwa Candi Ngetos semula dikelilingi tembok yang berbentuk cincin. Bangunan utama candi terbuat dari batu bata merah dan atapnya diperkirakan terbuat dari kayu (kini sudah tidak ada bekasnya). Candi Ngetos berukuran panjang 9,1 m, tinggi badan 5,43 m, dan tinggi keseluruhan 10 m.

Terdapat empat buah relief di Candi Ngetos, namun karena faktor usia relief tersebut hanya terisa satu dan tiga lainnya telah ancur. Tidak hanya relief yang hilang melainkan pigura – pigura pada alasnya yang juga telah tidak ada lagi. Pada bagian atas dan bawah pigura, dibatasi oleh loteng – loteng yang terbagi dalam cendela – cendela kecil berhiaskan ketupat yang tepinya tidak rata atau menyerupai bentuk banji. Hal tersebut berbeda dengan bangunan bawahnya yang tidak ada piguranya, sedangkan tepi bawahnya dihiasi dengan motif kelompok buah dan ornamen daun.

Sumber : swetadwipa.blogspot.com
Pada sisi kiri dan kanan candi terdapat dua relung kecil. Diatasnya terdapat ornamen yang mirip dengan belalai makara. Namun jika diperhatikan ternyata belalai tersebut adalah bentuk spiral yang diperindah. Dinding candi ini kosong dan hanya terdapat motif daun yang melengkung ke bawah dan horizontal melingkari tubuh candi bagian atas. Ada hal menarik dari kala yang terlihat sangat besar dengan ukuran tinggi 2 m dan lebar 1,8 m. Kala tersebut masih utuh dengan wajah menakutkan.


Blogger
Disqus

No comments