Revolusi Beludru, Pecahnya Cekoslovakia

Cekoslovakia merupakan negara kesatuan yang terletak di tengah Eropa yang kini terpecah menjadi dua negara yaitu Ceko yang beribukota di Praha (Prague) dan Slovakia yang beribukota di Bratilava. Berbeda dengan Yugoslavia dan Sudan yang terjadi perpecahan akibat perang saudara, pecahnya Cekoslovakia menjadi 2 negara terjadi secara cara damai tanpa adanya pertumpahan darah.

Cekoslovakia terbentuk pasca Perang Dunia I pada tahun 1918 dengan kekalahan Austria-Hungaria selaku penguasa wilayah cikal bakal Cekoslovakia. Guna melemahkan kekuatan Austria-Hungaria yang menjadi dalang dibalik pecahnya Perang Dunia I, pihak Sekutu memecah Austria-Hungaria menjadi negara - negara kecil dan salah satunya adalah Cekoslovakia. Negara Cekoslovakia berdiri sebagai negara industri yang mapan karena semasa masih menjadi bagian dari Austria-Hungaria, negara ini merupakan wilayah industri.

Nama "Cekoslovakia" diambil dari dua etnis setempat yaitu etnis Ceko / Bohemia yang berada di sebelah barat dan etnis Slovak yang mendominasi wilayah timur. Walaupun keduanya dari segi kultur memiliki kemiripan, namun tetap ada perbedaan yang menjadi ciri khas masing - masing etnis. Sebagai contoh, etnis Ceko yang cenderung memiliki pola pikir sekuler dan liberal, sedangkan etnis Slovak yang lebih relijius dan konservatif. Dari segi infrastruktur, Ceko didominasi industri sedangkan Slovakia mayoritas merupakan wilayah pertanian. Cekoslovakia sendiri beribukota di Praha yang terletak di bagian barat Cekoslovakia. 

Karena wilayah Cekoslovakia merupakan bekas kekaisaran Austria-Hungaria, tidak mengherankan wilayah ini dihuni sejumlah kecil etnis Jerman (penduduk Austria dan Jerman berasal dari etnis yang sama). Hal tersebut kemudian dijadikan alasan oleh Adolf Hitler mencaplok wilayah Sudetenland (wilayah Cekoslovakia barat yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Jerman) dan menggabungkannya dengan wilayah Jerman. Sementara wilayah sisa kemudian pecah menjadi dua negara yaitu Ceko (Bohemia-Moravia) dan Slovakia.

Kekalahan Jerman dan Datangnya Faham Komunisme
Cekoslovakia berdiri sebagai 1 negara pasca berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945 yang ditandai dengan kalahnya Jerman. Namun wilayah Cekolslovakia menciut jika dibandingkan periode sebelum PD II karena wilayah (Carpathia Ruthenia) timurnya dicaplok oleh Uni Soviet. Sejak tahun 1948, Cekoslovakia berubah menjadi negara berfaham komunis dengan ditandai kemenangan partai komunis dalam tahun terebut. Kemenangan ini tidak terlepas dari para milisi komunis yang melakukan intimidasi lewat demonstrasi dan penyerbuan gedung - gedung pemerintah. Deportasi massal terjadi kepada etnis Jerman di Cekoslovakia menyusul tak lama berselang.

Pasca komunis memenangkan pemilu dan menjadi rezim yang berdiri di Cekoslovakia, rezim ini kemudian menerapkan politik tangan besi kepada pihak - pihak yang membahayakan kepentingannya. Deportasi massal dilakukan kepada etnis Jerman yang ada di Cekoslovakia. Gereja - gereja dibawah kendali pemerintah. Penangkapan dilakukan kepada pemuka agama yang tidak mau bekerjasama kepada pemerintah. Hubungan antara Vatikan dan Katholik Cekoslovakia diputus. Selain itu, pemerintah juga melakukan penangkapan kepada pihak Partai Komunis Cekoslovakia yang dianggap spionase dan konspirasi anti pemerintah.

Pada awalnya, Cekoslovakia menjadi negara yang maju pada masa awal sistem komunis diberlakukan di Cekoslovakia. Namun pada perkembangannya industri Cekoslovakia mengalami perkembangan yang melambat apabila dibandingkan dengan Blok Barat akibat sistem ekonomi komunis yang terpusat. Singkatnya, sejak 1960-an, Cekoslovakia sering dilanda kelangkaan bahan bakar, barang yang dihasilkan berkualitas rendah, dan produksi sektor pertanian lebih rendah dibandingkan sebelum PD II. Hal tersebut kemudian mendorong timbulnya gagasan dan tuntutan kepada pemerintah untuk melakukan reformasi.

Pada tahun 1968, Alexander Dubcek yang berhaluan pro-reformasi terpilih menjadi sekretaris tertinggi partai komunis. Ada beberapa kebijakan yang diberlakukan Dubcek, salah satunya adalah longgarnya pengawasan terhadap media. Periode reformasi ini sering disebut dengan nama "Musim Semi Praha" (Prague Spring; Prazske Jaro). Diluar Cekoslovakia, tindakan yang dilakukan Dubcek mengundang rasa tidak suka dari Uni Soviet yang memandang bahwa rakyat Cekoslovakia semakin kritis kepada komunisme dan hal tersebut membahayakan keutuhan Blok Timur. Maka dari itu, pada bulan Agustus 1968 negara - negara Pakta Warsawa yang dikomandoi Uni Soviet lantas melakukan invasi ke Cekoslovakia.

Pasca invasi yang dilakukan oleh Uni Soviet, pasukan Uni Soviet masih ditempatkan di Cekoslovakia guna mengawasi pergerakan Cekoslovakia. Dubcek sendiri masih memegang jabatan sebagai kepala negara Cekoslovakia, namun kedudukannya tidak sebebas dulu karena adanya pasukan Uni Soviet dan semakin banyaknya sosok penentang reformasi dalam keanggotaan partai. Akibatnya, pada tahun 1969, Dubcek turun takhta digantikan Gustav Husak yang kembali memberlakukan kebijakan sensor media yang ketat. Masih di tahun yang sama, sistem administrasi Cekoslovakia dimodifikasi yaitu menggunakan sistem federal yang terdiri menjadi dua negara utama yaitu Republik Sosialis Ceko dan Republik Sosialis Slovakia.

Runtuhnya Cekoslovakia
Setelah berdiri selama puluhan tahun, akhirnya komunisme resmi hilang pada tahun 1989 setelah tumbangnya rezim - rezim di Eropa Timur terkait kebijakan luar negeri Glasnost dan Perestroika oleh Gorbachev (Uni Soviet). Pada tanggal 17 November 1989, polisi terlibat dalam bentrokan sesama demonstran di Praha yang sedang memperingati 50 tahun gugurnya para mahasiswa setempat oleh aparat Jerman. Akibatnya, pecah pemogokan dan demonstrasi yang disusul tekanan dari rakyat untuk melakukan reformasi politik. Sadar apabila dengan melawan demonstran hanya akan memantik permasalahan yang lebih besar, pemerintah Cekoslovakia akhirnya melunak dan mengizinkan pembentukan pemerintahan koalisi dengan kubu oposisi non komunis.

Terbentuknya pemerintahan koalisi kemudian diikuti dengan naiknya Vaclav Havel sebagai presiden dari Cekoslovakia pada bulan Desember 1989. Pemilu multi partai pada tahun 1990 membawa Havel kembali terpilih sebagai presiden. Sistem ekonomi terpusat ala komunis tak lagi dijalankan, perusahaan swasta bermunculan. Media diberi hak seluas - luasnya dalam hal pemberitaan. Embel - embel "sosialis" dalam nama negara dihilangkan. Periode dari komunis ke demokratis ini kemudian dikenal dengan nama Revolusi Beludru.

Timbulnya demokrasi di tubuh Cekoslovakia berdampak pada munculnya sentimen nasionalisme di Ceko dan Slovakia. Berawal dari terpilihnya Vladimir Mecial yang pro-kemerdekaan sebagai perdana menteri baru negara Slovakia pada bulan Juni 1992, pembicaraan antara parlemen negara Ceko dan Slovakia menyusul setelahnya. Hasilnya, dicapailah pembubaran Cekoslovakia pada tanggal 1 Januari 1993 dan masing - masing negara menjadi negara yang merdeka. Menariknya, berdasarkan jejak hasil pendapat September 1992, orang - orang Ceko dan Slovakia lebih suka kalau tetap menjadi negara kesatuan Cekoslovakia sebagai negara yang utuh.

Ada beberapa faktor mengapa Ceko dan Slovakia memisahkan diri. Pertama, adanya perbedaan kondisi masyarakat dan infrastruktur. Kedua, persepsi Ceko bahwa Slovakia hanyalah beban anggaran mereka. Sedangkan dari pihak Slovakia adalah menganggap bahwa Slovakia "di anak tirikan" dalam hal pembangunan nasional. Dan terakhir, pasca tumbangnya sistem komunis yang otoriter dan sentralistik, keduanya sepakat bahwa akan lebih mudah berkembang apabila keduanya memerdekakan diri masing - masing secara terpisah.

Setelah kemerdekaan dicapai, Ceko menggunakan bendera nasional Cekoslovakia sedangkan Slovakia menggunakan bendera dengan motif yang menyerupai bendera Rusia dengan tambahan lambang negara Slovakia. Perlahan - lahan, keduanya mulai kembali pada pertumbuhan ekonomi yang maju sesuai dengan bidangnya dan diterima menjadi anggota Uni Eropa pada tahun 2004. Bisa dikatakan antara Ceko dan Slovakia memiliki hubungan harmonis bahkan melakukan persahabatan dalam berbagai bidang. Perpisahan Cekoslovakia menjadi Ceko dan Slovakia tak selamanya menjadi konflik permusuhan.
Blogger
Disqus

No comments