Dinasti Qin (221-205 SM)

Peta Dinasti Qin
Sebelum Dinasti Qin, Cina dikuasai oleh Dinasti Zhou. Dinasti ini berkuasa paling lama dan pada dinasti inilah tulisan Cina modern mulai berkembang. Dinasti Zhou berakhir ketika seorang laki – laki bernama Yin Zhang menaklukkan semua kerajaan atau suku bangsa yang ada di wilayah Cina. Setelah menguasai dan mempersatukan semua wilayah di Cina menjadi entitas tunggal Cina, Zhao Cheng kemudian mengangkat dirinya menjadi kaisar dengan gelar Shi Huang Tia atau Qin Shi Huang yang berarti kaisar pertama.

Pada masa inilah sistem unitaris dalam pemerintahan Cina menggantikan sistem feodal yang berlaku sebelumnya. Kekaisaran hasil pemersatuan dibawahnya kemudian dikenal dengan nama Kekaisaran Qin. Dengan karakteristik unitaris, pemerintahan dijalankan secara terpusat di tangan kaisar. Kekaisaran bersifat absolut. Para Menteri memiliki hak memberikan pandangan namun tidak berhak memutuskan suatu kebijakan. Pemerintahan pusat dijalankan oleh 3 menteri utama dan 9 menteri biasa. Menteri utama terdiri dari perdana menteri dan 2 wakil perdana menteri. Perdana menteri memimpin pemerintahan sedangkan wakilnya bertugas dalam pelaksanaan militer dan pemeriksa (kontrol pemerintahan).

Pemerintahan Shi Huang Ti selalu mendapatkan ancaman dari luar. Dalam rangka mempertahankan kekuasaannya, Shi Huang Ti kemudian membangun Tembok Besar (Great Wall) Cina sebagai pertahanan dari bangsa yang dianggap barbar. Tembok Besar Cina memiliki Panjang 6.400 km, dengan lebar 8 m dan tinggi 16 m, dan dikerjakan selama 1.800 tahun (18 abad). Pembangunan Tembok Besar Cina baru selesai pada abad ke 4 pada masa pemerintahan Dinasti Ming.

Tembok Besar Cina

Shi Huang Ti wafat pada tahun 205 SM, ia dimakamkan di Xi’an, 933 km kearah Kota Beijing. Makamnya dijaga oleh ribuan tantara terakota. Shi Huang Ti percaya tantara tersebut akan menjaganya di alam baka. Dinasti hanya berlangsung selama 37 tahun. Menurut catatan sejarah, Shi Huang Ti digantikan oleh putranya Qin Er Shi (dengan nama kecil Huhai). Qin Er Shi dikenal sebagai kaisar yang lemah dan tak punya pendirian. Ia mudah dikendalikan oleh dua penasihat dekatnya Li Si dan Zhao Gao, sehingga praktis ia hanya sebagai kaisar boneka. Oleh karena itu pada masa pemerintahannya banyak terjadi usaha perebutan wilayah kekuasaannya oleh wilayah bawahan. Tiap – tiap wilayah bawahan (negara-bagian) mengklaim dirinya sebagai kaisar dan tidak mau tunduk kepada Qin Er Shi. Pergolakan demi pergolakan terjadi, dan pergolakan inilah yang mengakhiri masa kepemimpinan Qin Er Shi. Dalam pertempuran Julu (kini diwilayah Xing Tai, Hebei, Cina) pada tahun 207 SM, pasukan Dinasti Qin dibawah Zhang Han, berhadapan dengan pasukan dari wilayah bawahan Chu yang memberontak, dibawah pimpinan Liu Bang dan Xiang Yu. Kendati pasukan dari Dinasti Qin lebih kecil, maka pertempuran dimenangkan oleh pasukan Liu Bang dan Xiang Yu. Liu Bang akhirnya membunuh Xiang Yu yang dikenal sebagai Perang Chu-Han -Liu Bang dari Dinasti Han dan Xiang Yu dari negara Chu- dan kemudian mendirikan DInasti Han. Meskipun berumur pendek, namun Dinasti Qin meletakkan dasar – dasar kekaisaran yang kemudian diterapkan di Cina selama 2.000 tahun pada dinasti setelanya.

Terakota Shih Huang Ti
Blogger
Disqus

No comments