Ras di Dunia

Ras merupakan sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar yang saling berbeda terutama yang terkait dengan ciri – ciri fisik (fenotipe) yang dimilikinya. Ras secara etimologi berasal dari Bahasa Latin radix yang berarti akar. Generalisasi manusia pertama adalah jenis manusia purba seperti Meganthopus, Pithecanthopus dan Homo. Generasi manusia pada pembabakan manusia purba tersebut dilanjutkan oleh manusia modern yang dapat kita lihat sekarang. Manusia – manusia modern ini kemudian dilakukan pembabakan berdasarakan ciri fisik yang dinamakan ras. Berikut ini adalah ras – ras manusia yang dimaksud :

Australoid
a. Ras Australoid
Jejak fosil dari generasi awal ditemukan pertamakali oleh B.D. van Rietshoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur yang berada di lembah Sungai Brantas. Temuan fosil dari ras Australoid ini berasal dari lapisan pleistosen muda. Temuan fosilnya terdiri dari tengkorak, sebagian (fragmen) rahang bawah, dan beberapa ruas leher. Pada tahun berikutnya ditemukan fosil tulang paha dan tulang kering, tulang tengkorak, dan bagian rahang atas dan bawah. Setelah dilakukan perekonstruksian terhadap hasil temuan, diperoleh kesimpulan bahwa manusia jenis ini memiliki ciri :
  • Volume otak sebesar 1.650 cc 
  • Wajah yang datar lebar 
  • Cuping hidung lebar 
  • Dahi agak miring keatas 
  • Diatas rongga mata terdapat busur kening yang nyata 
  • Tinggi badan sekitar 173 cm

Manusia jenis ini dinamakan Homo Wajakensis yang diperkirakan hidup sekitar 40.000 tahun yang lalu. Pada perkembangannya, manusia jenis ini menyebar ke wilayah paparan Sahul di Indonesia bagian timur. Menurut Teuku Jacob, manusia Homo Wajakensis menjadi cikal bakal penduduk Papua (bagian barat dan timur) serta Melanesia (Vanuatu, Solomon, Fiji) sekarang.

Ras Mongoloid tersebar sebagian besar di Asia
b. Ras Mongoloid
Ras Mongoloid merupakan ras terbesar dan paling luas wilayah penyebarannya. Cikal bakal dari ras Mongoloid adalah Sinanthropus pekinensis yang fosilnya ditemukan di gua Chou Kou Tien, Peking (Beijing) pada tahun 1920-an. Dari hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa Sinanthropus pekinensis memiliki volume otak 900 – 1000 cc dan diperkirakan hidup 40.000 – 30.000 tahun yang lalu. Ras Mongoloid ini kemudian menyebar ke Asia Timur, Tenggara, Tengah, Utara dan Asia Timur Laut bahkan hingga ke Amerika Utara dan Selatan.

c. Ras Kaukasoid
Ras Kaukasoid merupakan ras yang berkembang dari Homo Cro-Magnon, yang fosilnya ditemukan di desa Les Eyzies, Prancis. Jenis manusia ini dikatakan lebih maju dari Neanderthaloid. Ras Kaukasoid menjadi cikal bakal manusia yang menempati wilayah Eropa, Afrika Utara, Gurun Sahara, dan Asia Barat Daya.

d. Ras Negroid
Ras Negroid merupakan ras termuda. Cikal bakal ras ini adalah Homo sapiens asselar yang ditemukan pertama kali di Asselar, sebuah tempat di tengah – tengah gurun Sahara, sebelah timur laut Timbuktu. Homo sapiens asselar diperkirakan hidup sekitar 14.000 tahun yang lalu.

Dari keempat ras ini kemudian berevolusi dalam beragam fisik dan sikap karena penyesuaian lingkungan, kemampuan adaptasi, mutase gen, dan proses migrasi. Oleh karena itu tiap ras kemudian membentuk spesifikasi dan satuan social sendiri – sendiri. Masih ada beberapa ras lain yang tidak disebutkan dalam keempat ras pokok tersebut. Ras ini diantaranya Bushman (penduduk asli gurun Kalahari di Afrika Selatan), Weddoid (penduduk pedalaman Sri Lanka), dan Ainu (penduduk asli Karafuro dan Hokaido di Jepang). Di Indonesia, orang Weddoid dapat ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan.
Blogger
Disqus

No comments