Antara Marshall Plan dan Molotov Plan, Perebutan Hegemoni pada Perang Dingin

Pada awal 1947, terjadi pertemuan antara Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam rangka pembahasan mengenai rencana mewujudkan kemandirian ekonomi. Pertemuan tersebut berakhir dengan kegagalan mencapai suatu keepakatan. Setelah itu, pada bulan Juni 1947, sesuai Doktrin Truman, Amerika Serikat mengesahkan Marshall Plan atau Rencana Marshall yang berisi janji kepada negara – negara Eropa untuk memberikan bantuan ekonomi, termasuk Uni Soviet yang bersedia membangun kembali perekonomian Jerman. Truman bermaksud membangun ulang sistem demokrasi dan perekonomian Eropa serta membatasi ruang gerak komunis. Rencana ini menegaskan kemakmuran Eropa bergantung pada pemulihan ekonomi Jerman.

Penerima bantuan ekonomi Marshall Plan, negara Blok Barat, Turki, Italia dan Yunani


Satu bulan setelahnya, Truman mengesahkan Undang – Undang Keamanan Nasional 1947. Setelah itu ia membentuk badan Central Intelligence Agency (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSC). Hal inilah yang pada kemudian hari akan menjadi birokrasi utama kebijakan Amerika Serikat dan Perang Dingin.

Disisi lain, Uni Soviet sangat terancam dengan adanya Marshall Plan. Ada tiga alasan mengapa Uni Soviet merasa terancam dengan adanya Marshall Plan, diantaranya :
  • Dalam pandangan Uni Soviet, integrasi ekonomi dengan Barat akan memicu negara – negara Blok Timur untuk memisahkan diri dari pengawasan Uni Soviet.
  • Marshall Plan juga dituduh sebagai upaya licik Amerika “membeli” Eropa agar berpihak kepada mereka.
  • Stalin khawatir bantuan ekonomi Marshall Plan kepada Jerman akan berakibat pada kemajuan Jerman dan menimbulkan ancaman bagi Uni Soviet.

Atas dasar tiga hal diatas, Stalin melarang negara – negara Blok Timur menerima bantuan dana dari Marshall Plan Amerika Serikat. Uni Soviet kemudian mengeluarkan program Molotov Plan atau Rencana Molotov pada tahun 1947 (yang dilembagakan pada Januari 1949 dengan nama Comecon) sebagai tandingan dari Marshall Plan. Mirip dengan Marshall Plan, Comecon juga memberi bantuan ekonomi kepada negara – negara Blok Timur dan negara – negara satelit Uni Soviet. Tujuannya adalah agar negara – negara Blok Timur tidak menerima bantuan Marshall Plan dan tetap berada dibawah pengaruh Uni Soviet.

Pada awal tahun 1949, Cekoslovakia dituduh membelot ke Barat dengan menerima bantuan ekonomi Marshall Plan. Melalui kudeta berdarah, Uni Soviet mengambil alih pemerintahan Cekoslovakia. Peristiwa ini membuat gerakan Marshall Plan yang sebelumnya ditolak kongres dalam negeri berbalik mendukung.

Kebijakan kembar AS, yaitu Doktrin Truman dan Marshall Plan membuat negara – negara Blok Barat kebanjiran bantuan ekonomi dan militer. Atas bantuan ini Turki mampu mengalahkan kaum komunis di negerinya sendiri. Partai Demokrasi Kristen Italia juga mampu mengalahkan Komunis-Sosialis dalam pemilihan 1948. Pada saat yang bersamaan, terjadi peningkatan aktivitas intelijen dan spionase, aksi pembelotan dari Blok Timur, serta tindakan saling mengusir diplomat antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Blogger
Disqus

No comments