Wednesday, January 29, 2014

Lingkungan Geografi Mempengaruhi Aktivitas Manusia



Kata geografi berasal dari bahasa yunani yaitu geo yang berarti bumi serta grafi (graphien) yang berarti pencitraan atau gambaran atau pelukisan. Secara etimologis, geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan atau menggambarkan keadaan bumi (Sutrijat, 1999:1). Dengan demikian geografi dapat dimaknai lebih luas sebagai ilmu yang mengkaji hal – hal yang berkaitan dengan bumi seperti relief, tempat, iklim, laut, dan sebagainya.
Sedangkan lingkungan geografi sendiri terbagi menjadi dua yaitu lingkungan hayati dan non hayati, keduanya dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik secara psikis maupun fisik.  Apabila kita mempertanyakan apa hubungan lingkungan geografi dengan aktivitas manusia kita bisa lihat bagan berikut.
 

Lingkungan geografi mempengaruhi aktifitas manusia
Dari bagan diatas kita bisa lihat bahwa lingkungan geografi mempunyai dampak bagi manusia diantaranya
·         Perubahan Fisik, Sikap
Aktivitas manusia terhadap lingkungan bisa berdampak pada perubahan fisik serta sikap atau kejiwaan manusiaberdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat yang ia tinggali, baik lingkungan social, lingkungan binaan, ataupun lingkungan alam.

Secara fisik masyarakat yang hidup di daerah pantai dapat dibedakan dengan masyarakat yang hidup sebagai petani. Baik nelayan maupun petani selalu mencari penghasilan dengan berpanas diri di tengah teriknya matahari, namun kulit hitam di antara mereka tidak sama. Contoh lain misalnya berupa perbedaan perilaku antara masyarakat di daerah yang berudara panas dengan di daerah yang berhawa dingin. Masyarakat daerah dingin seperti Wonosobo, pada siang hari sangat akrab dengan jenis pakaian berupa jaket maupun sarung, apalagi di malam hari. Tetapi sebaliknya bagi masyarakat daerah pantai misalnya pantura, yang udaranya panas akan berperilaku sebaliknya. Seringkali kita melihat masyarakat pantai tidak berbaju di malam hari, terlebih siang hari,

Perbedaan fisik dan perilaku akan semakin menarik dikaji apabila melihat lingkup daerah dan factor – factor geografis yang lebih luas seperti iklim misalnya. Masyarakat yang hidup di Gurun Sahara (afrika) yang tropis tentu akan sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat Eskimo di Kutub Utara. Perbedaan ini dapat dilihat baik secara fisik maupun berbagai perilaku kehidupannya. Bentuk atap rumah masyarakat tropis Arab Saudi, berbeda dengan masyarakat tropis Indonesia hanya karena perbedaan iklimnya. Masyarakat Arab Saudi yang beriklim tropis gurun udaranya sangat kering, panas di siang hari dan dingin di malam hari. Hujan jarang turun menyebabkan rumah – rumah disana beratap datar dengan lubang – lubang ventilasi yang terbatas. Sebaliknya atap rumah orang Indonesia berbentuk miring karena curah hujan yang cukup tinggi.

·         Perubahan Lingkungan
Didalam bumi kita terdapat lingkungan hayati (biotik) maupun non hayati (abiotik). Lingkungan hayati berupa makhluk hidup, selain manusia juga terdapat hewan (fauna) dan tumbuhan (flora).seangkan lingkungan non hayati berupa benda mati yang ada di sekitar kita baik yang besar maupun yang kecil seperti udara, batuan, air, benda – benda langit dan sebagainya. Bumi secara alami mengalami perubahan yang sangat lambat atau bahkan tidak berubah sama sekali, berbeda dengan pertumbuhan manusia yang begitu cepat.

Pertumbuhan manusia yang cepat mendorong manusia memanfaatkan alam secara berlebihan baik sebagai pemukiman maupaun usaha mencukupi kebutuhan hidup lainnya.  Aktifitas – aktifitas manusia telah mengubah lingkungan  global, dan perubahan – perubahan lingkungan global ini memiliki bentuk yang bermacam – macam. Perubahan global yang tidak terhitung banyaknya akibat aktifitas manusia antara lain  efek rumah kaca serta dampaknya terhadap pertanian serta kenaikan permukaan air lut didaerah pantai, pengurangan ozon di stratosfir, penebangan hutan di daerah tropis dan dampaknya terhadap spesies – spesies yang hidup disana, serta endapan asam yang semuanya itu meningkatkan iklim global.

Perkembangan industry  telah berdampak bagi lingkungan global di masa depan, terutama  jika Negara – Negara yang sedang berkembang mengadopsi teknologi terdahulu yang menghasilkan lebih banyak polusi dan mengkonsumsi lebih banyak energy dari pada teknologi modern. Jelasnya pertumbuhan ekonomi dibutuhkan untuk menghilangkan lingkaran kemiskinan dan tingginya angka kelahiran yang dengan sendirinya menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius terhadap tanah, air, hutan – hutan, dan kehidupan satwa di banyak Negara yang sedang berkembang.

Akibat  aktifitas manusia tersebut hanya dalam hitungan abad permukaan bumi telah berubah di banyak tempat, sehingga bentuk aslinya sangat sukar di bayangkan, apalagi untuk diperbaiki. Perubahan – perubahan ini akibat dari bertambahnya jumlah manusia, peningkatan kesejahteraan dan teknologi. Hal ini di lihat dari banyaknya hutan yang dirusak akibat penebangan dan juga adanya kebakaran hutan yang akhir – akhir ini sudah tidak terkendali.

Dapat dibenarkan bahwa Negara – Negara berkembang dan Negara – Negara industry adalah sumber utama dari bahan pencemaran atmosfer serta perubahan cuaca dan iklim. Negara – Negara berkembang umumnya berpenduduk padat, sedang melaksanakan pembangunan yang selanjutnya menggunakan energy yang semakin meningkat. Suatu hal yang pasti dinegara – Negara tersebut  adalah pembukaan hutan penambahan  luas pertanian, pemukiman, jalan, kawasan industry, dan lain sebagainya.

Selama tiga abad lalu, dengan meningkatnya penggunaan tanah untuk pertanian serta dengan meningkatnya ekonomi global, manusia cenderung untuk meningkatkan kegunaan tanah untuk memenuhi kebutuhannya. Kerugian pembabatan hutan karena ulah manusia sejak penebangan pohon oleh manusia 15 sampai 20 persen dari keseluruhan daerah hutan di dunia atau sekitar 8 juta km persegi.

Beberapa perubahan secara drastic telah mengubah permukaan bumi, serta juga mengubah keseimbangan energy, perputaran hidrolis, pembentukan gas – gas ke atmosfer serta vegetasi.

Konskuensi global akibat perkembangan industry yang dilakukan sekarang ini tidak hanya dapat diabaikan, contohnya pencemaran saluran air, rusaknya lapisan tanah dan hutan – hutan, lubang yang muncul setiap tahun di lapisan ozon menandakan penurunan yang disebabkan oleh manusia terhadap gas yang bersifat protektif ini. Kesadaran manusia terhadap terganggunya keseimbangan alam telah muncul seiring akibat yang ditimbulkan oleh perbuatannya. Adanya pemanasan global akibatnya semakin sedikitnya hutan disadari betul akibatnya oleh manusia . punahnya spesies hewan atau tumbuhan tertentu merupakan kerugian juga bagi manusia. Oleh karena itu manusia berusaha untuk melakukan usaha konservasi dan perbaikan lingkungan dengan berbagai cara, antara lain :

1.      Pembangunan Ramah Lingkungan
Adanya usaha pembangunan ramah lingkungan. Usaha ini dikaitkan dengan adanya AMDAL maupun IMB bagi pihak yang akan merubah fungsi – fungsi lingkaran, misalnya membangun pabrik, pelabuhan, jalan, jembatan termasuk membangun rumah, dan sebagainya.
2.      Cagar alam, hutan lindung, suaka margasatwa dan sebagainya.
Untuk melindungi hewan maupun tumbuhan diadakanlah cagar alam, hutan lindung, dan suaka marga satwa. Cagar alam berfungsi untuk melindungi spesies tumbuhan tertentu. Hutan lindung berfungsi untuk melindungi hewan maupun tumbuhan sedangkan suaka margasatwa berfungsi untuk melindungi spesies hewan tertentu. Selain itu juga diusahakan untuk mengadakan penangkaran terhadap hewan – hewan tertentu yang terancam kepunahannya. Sedangkan tumbuhan yang terancam kepunahan dikembangbiakkan oleh berbagai ahli botani. Untuk melindungi penyakit yang menyebar khususnya hewan diadakanlah balai karantina di pelabuhan – pelabuhan, bandara maupaun di kebon binatang, dan sebagainya. Berbagai usaha ini menunjukkan makin serius dalam melindungi hewan maupaun tumbuhan langka.
3.      Reboisasi
Reboisasi (penanaman kembali hutan yang gundul) merupakan usaha manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Hutan yang telah gundul, akibat penebangan (penebangan liar = illegal logging) ditanami kembali dengan bibit baru, baik berupa tanaman buah maupaun kayu. Seiring dengan reboisasi digalakkan oleh tebang pilih, artinya penebangan hutan dipilih pohon – pohon yang sudah berusia tua, sedangkan yang masih muda tetap dibiarkan hidup. Pohon tua yang sudah ditebang diganti dengan pohon baru. Dengan demikian maka kesinambungan hutan akan terus terjaga apabila manusia konsisten menerapkannya dari waktu ke waktu.
4.      Pembuatan Taman
Taman dapat berfungsi sebagai penghijauan, penyegar dan keindahan kota, tempat hidup hewan – hewan, tertentu, tempat rekreasi, dan sebagainya. Taman dapat dibangun dalam lingkup yang sempit maupun luas.

5.      Iptek Ramah Lingkungan
Ilmu pengetahuan dan teknologi, selain merugikan lingkungan tetapi juga menguntungkan lingkungan. Untuk mengatasi atau mengimbangi perkembangan teknologi yang merugikan, dibuatlah teknologi yang ramah lingkungan. Beberapa contoh antara lain :
Ø  Mesin pengelola limbah
Ø  Mesin pengelola sampah menjadi pupuk
Ø  Biosolar/biofuel
Ø  Mesin deteksi tsunami
Ø  Seismograf
Ø  Mesin deteksi tsunami
Ø  Teknologi hujan buatan
Ø  Teknologi transplantasi trumbu karang
Ø  Hutan pencakar langit
Ø  Teknik penangkar hewan langka
Ø  Teknik kultur jaringan dalam pengembiakan tumbuhan
Ø  Inseminasi hewan.
Ø  Alat pemantau curah hujan, dan sebagainya


EmoticonEmoticon