Perjanjian Tordesillas

Pada abad petengahan di benua Eropa terjadi konflik antara Spanyol dan Portugis (Portugal) yang menginginkan melakukan pelayaran untuk mencari rempah – rempah. Kedua negara ini sama – sama memiliki teknologi pelayaran yang tinggi. Akhirnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut Paus Alexander VI pada 7 Juni 1494 membuat perjanjian yang bernama Tordesillas. Penamaan Tordesillas diambil dari nama daerah yang ditempati. Sekarang Tordesillas dikenal di provinsi Valladolid, Spanyol. Adanya perjanjian ini dipicu oleh keinginan kedua negara ini untuk menguasai dunia. Paus Alexander VI sebagai penengah dari kedua negara tersebut menengahi dan berusaha meredam amarah kedua raja dari Spanyol maupun Portugis.

Inti dari perjanjian ini adalah membagi duopoli eklusif jalur pelayaran kedua negara ini kedalam sepanjang suatu meridian 1550 km sebelah barat kepulauan Tanjung Verde (lepas pantai barat Afrika). Sebelah Timur sebagai hak Portugis sedangkan sebelah barat adalah Spanyol. Dari jalur ini nantinya akan menemukan banyak tempat baru di dunia dan terutama mengubah pemikiran pada waktu itu yang menganggap bahwa bumi itu seperti sebuah meja yang apabila semakin ke barat ataupun ke timur akan sampai ke paling ujung dan akan terjatuh.


Dari sini juga nantinya akan terlihat negara – negara yang memiliki corak seperti Spanyol (Uruguay, Argentina, Paraguay dan lain - lain) dan Portugis (Brazil) dengan melihat nama – nama penduduk dari negara – negara yang pernah disinggahi oleh kedua negara ini. Setelah perjanjian Tordesillas nantinya akan terjadi lagi perjanjian yang bernama perjanjian Saragosa. Perjanjian ini terjadi ketika kedua negara tersebut bertemu di maluku dan keduanya saling bermusuhan dengan mengadu domba antara Ternate dan Tidore.


Blogger
Disqus

No comments