Tuesday, August 16, 2016

Legenda Roro Jonggrang

Dahulu kala di Jawa Tengah ada dua kerajaan yang bersebelahan yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Prambanan, diperkirakan kerajaan Prambanan beristana di Ratu Boko. Raja Kerajaan Prambanan adalah Prabu Baka yang berwujud raksasa dan bertubuh besar (buto) serta memiliki kesaktian. Prabu Baka terkenal dengan kekejamannya, karena demi menjaga kesaktiaannya, ia rela mengorbankan persembahan berupa manusia. Namun demikian, Prabu Baka memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.

Raja Pengging merasa sedih karena rakyatnya merasa diganggu oleh bala tentara Kerajaan Prambanan. Ia ingin sekali mengalahkan Kerajaan Prambanan, namun kekuatan kerajaannya tidak sepadan dengan Kerajaan Prambanan. Untuk mencapai keinginannya, kemudian Raja Pengging meminta putranya Raden Bandung untuk bersemedi meminta kekuatan kepada dewa. Berkat semedi tersebut, Raden Bandung mendapat kesaktian berupa jin yang bernama Bondowoso. Sejak saat itu nama Raden Bandung berganti menjadi Bandung Bondowoso.

Setelah mendapat kesaktian, Raden Bandung Bondowoso menyerang Kerajaan Prambanan. Peperangan sengitpun terjadi, Prabu Baka berhasil di bunuh Raden Bandung Bondowoso dan Kerajaan Prambanan berhasil dikalahkan. Atas seizin ayahnya, Raden Bandung Bondowoso menginginkan mendirikan pemerintahan yang baru di Prambanan, namun ketika memasuki istana Kerajaan Prambanan Raden Bondowoso bertemu dengan Roro Jonggrang. Dan seketika Raden Bondowoso jatuh cinta dan meminang Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang tidak ingin dperistri oleh seseorang yang telah membunuh ayahnya, namun Roro Jonggrang juga tidak ingin menolak secara terang - terang pinangan terebut. Roro Jonggrang kemudian mengajukan suatu tantangan kepada Bandung Bondowoso agar mau diperistri yaitu Bandung Bondowoso harus membangun 1000 candi dalam kurun waktu semalam setelah matahari terbenam dan sebelum matahari muncul. Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan tersebut, kemudian Bondowoso berlari tanah lapang di Kerajaan Prambanan dan memanggil jin Bondowoso untuk membangan 1000 candi tersebut.

Jin Bondowoso dengan bala bantuan jin - jin lain membangun candi secara cepat seperti yang diinginkan Raden Bandung. Roro Jonggrang kemudian mengendap - endap mendekati lapangan tersebut dan betapa kagetnya, candi - candi tersebut hampir terselesaikan dengan waktu yang sangat singkat. Seketika ia berlari ke perkampungan dan membangunkan gadis - gadis desa untuk memukul alu seolah sedang menumbuk padi. Ayam - ayampun berkokok bersautan padahal fajar belum tiba.

Seketika jin - jin pun berhamburan dan meninggalkan pekerjaannya membangun candi dan mengira fajar akan tiba, padahal pembagunan candi sudah mencapai 999. Kemudian Bandung Bondowoso bangkit dari semedinya dan bersiap menemui Roro Jonggrang untuk menyampaikan kegagalannya dalam membangun 999 candi tersebut. Namun terjadi keanehan, fajar tak juga datang Raden Bandung Bondowoso menunggu lama dan merasa heran. Ia kemudian menyelidiki hal itu.

Raden Bandung merasa sangat marah karena mengetahui adanya kecurangan yang dilakukan Roro Jonggrang dengan membunyikan alu untuk membangunkan ayam. Raden Bandung Bondowoso pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca dan menggenapkan candi tersebut. Sampai saat ini arca dari Roro Jonggrang bisa dilihat pada Candi Roro Jonggrang di Kompleks Candi Prambanan. Dan kemudian Raden Bondowoso juga mengutuk para gadis di Prambanan menjadi perawan tua dan tek seorangpun mau memperistri mereka.

Cerita Versi Lain


EmoticonEmoticon