Biografi Mikhail Gorbachev

Gorbachev lahir pada tanggal 2 Maret 1931 di Krai Stavropol. Ia berasal dari keluarga Ukraina-Rusia yang tinggal di sebuah desa kecil tempat ayahnya bekerja sebagai montir pertanian. Pada umur 14 tahun, Gorbachev kecil mulai bekerja sebagai asisten dalam menggabungkan pekerja panen. Ia adalah seorang anak pekerja keras dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan atas berbagai usahanya. Pada tahun 1950, Gorbachev belajar ke Moskow State University dan lulus dengan gelar di bidang hukum.

Sejak dibangku sekolah, Gorbachev mulai aktif dalam organisasi Bagian Komunis Uni Soviet. Ia bertemu dengan Raisa Maximovna Titarenko di Universitas Moskow, mahasiswa filsafat yang berasal dari Siberia, yang kemudian pada tahun 1953 dinikahinya. Gorbachev lulus pada tahun 1955 dan bersama istrinya pindah ke Stavropol. Dua tahun setelahnya, mereka mendapatkan anak perempuan bernama Irina Mihailovna Virganskaya.

Pada tahun 1962, Gorbachev terpilih sebagai pemegang posisi Partai Komunis Stavropol. Ia selanjutnya bertanggung jawab atas urusan pertanian dan industri. Pada saat yang sama ia juga mengurusi bagian administrasi. Gorbachev kemudian mengambil gelar kedua dibidang pertanian di Institut Pertanian Stavropol.

Karena partisipasi aktif dan antusiasnya pada partai komunis, maka ia terpilih sebagai pihak pertama sekretasis Kraikom Stavropol pada tahun 1970. Selanjutnya pada tahun 1974, ia diangkat sebagai Sekretaris Pertama Soviet Agung dan pada tahun 1979 ia menjadi anggota Politbiro. Dia adalah Sekretaris Jenderal Partai Komunis sejak 1985. Ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, ia bertemu berbagai negara dan berhasil membangun hubungan baik dengan mereka. Gorbachev dihormati oleh negara - negara atas sifatnya yang rendah hati dan ramah tamah.

Setelah empat tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, ia diangkat sebagai Presiden Eksekutif Uni Soviet oleh parlemen. Pada tahun 1986, Gorbachev mengeluarkan kebijakan radikal setelah prustasi atas resistensi birokratik yang ia hadapi. Ia merancang perestroika (pembangunan kembali) ekonomi dan masyarakat. Demokratisasi dan keterbukaan harus segera diterapkan di sistem komunis. Kebijakan Gorbachev ini kemudian melemahkan komunis Uni Soviet. Ketidakstabilan ekonomi memaksa tiga republik Baltik, Estonia, Latvia dan Lithuania menentang kepemimpinan Uni Soviet. Pada tahun 1990, Boris Yaltsin yang terpilih sebagai ketua parlemen Rusia pada bulan Juni 1991 terpilih sebagai Presiden Rusia. Ia merupakan seorang pengkritik paling keras kebijakan Gorbachev.

Menghadapi tekanan dari negara - negara pendukungnya, bubarnya Uni Soviet hanya menunggu waktu. Pada tanggal 19 Agustus 1991, kelompok komunis konservatif melakukan kudeta terhadap kekuasaan Gorbachev. Akhirnya, Gorbachev mengundurkan diri setelah komunisme mengalami kegagalan pada tanggal 25 Desember 1991. Setelah mengundurkan diri, Gorbachev membangun partainya sendiri yang bernama Partai Sosial Demokrat untuk mengumpulkan semua pihak demokratis Rusia ke keluarga. Gorbachev pernah bersaing dalam kursi pemilihan Presiden Rusia pada tahun 1996 namun kalah bersaing dengan Yeltsin. Gorbachev atas jasanya pernah mendapatkan nobel perdamaian pada tahun 1990.
Blogger
Disqus

No comments